Multipolar Technology Hadirkan Infrastruktur N3CA Untuk Bank Digital

Jakarta, FORTUNE – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) meluncurkan solusi N3CA banking platform. Infrastruktur ini merupakan platform terintegrasi yang dilengkapi artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital perbankan nasional dengan automasi cerdas di setiap lapisan proses bisnis.

Director Business Development Multipolar Technology, Sujanto Halim menjelaskan, N3CA diprediksi dapat meningkatkan efisiensi operasional bank. Berbeda dari pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA dirancang sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/1).

Dilengkapi ready-to-use digital product dan business use case, N3CA mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah, baik di dalam ekosistem perbankan maupun ekosistem digital yang lebih luas.

Dengan demikian, bank leluasa untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis

N3CA dilengkapi fraud detection

logo PT Multipolar Technology (multipolar.com)

logo PT Multipolar Technology (multipolar.com)

Dalam proses onboarding nasabah, lanjut Sujanto, N3CA juga memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC). Tak hanya itu, sistem ini juga didukung oleh automated fraud detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk.

AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen. Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.Dengan N3CA banking platform, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah.

N3CA Jadi Fondasi Modernisasi Core Banking dalam Mendorong Bisnis Bank

Jakarta –  Transformasi digital kian menjadi “jalan ninja” bagi industri perbankan untuk menjawab perubahan perilaku nasabah. Tak sekadar menghadirkan pengalaman layanan yang cepat dan personal, digitalisasi juga menjadi kunci bank dalam menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan yang makin ketat.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), anak perusahaan PT Multipolar Tbk (MLPL) menghadirkan inovasi melalui solusi N3CA Banking Platform.

Solusi ini merupakan platform perbankan digital terintegrasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tepat guna, dirancang untuk mempercepat transformasi digital perbankan nasional dengan automasi cerdas di setiap lapisan proses bisnis.

Tiga Fungsi Utama yang AI Embedded

Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology menjelaskan, N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi komprehensif yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform.

“Fungsi Core Banking menjadi fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi perbankan dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia,” jelasnya dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta baru-baru ini.

Fungsi Orchestration Layer berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis melalui workflow automation.

Sementara itu, fungsi Innovation & Experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

Sujanto menjelaskan bahwa kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto.

AI Tepat Guna

N3CA Banking Platform mengintegrasikan kecerdasan buatan secara praktis dan terukur dalam berbagai proses kritis perbankan, sehingga AI menjadi bagian dari operasional dan strategi bisnis bank.

Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology menjelaskan, dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

“Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk,” jelasnya.

AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen.

Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” jelasnya.

Dengan N3CA Banking Platform, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah. (*)

Institut Teknologi Bandung dan Multipolar Technology Jalin Kemitraan Strategis untuk Percepat Penerapan AI dan Data Science di Indonesia

Jakarta, 22 Oktober 2025—Institut Teknologi Bandung (ITB), universitas sains dan teknologi terkemuka di Indonesia, dan PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), salah satu penyedia solusi TIK terdepan di Tanah Air, pada Selasa (21/10) menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) untuk bersama-sama membangun Applied AI & Data Science Lab.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menyatukan kapabilitas akademik dan riset teknis terbaik Indonesia dengan penerapan nyata di berbagai sektor layanan yang paling dinamis—termasuk perbankan dan keuangan, kesehatan, properti, telekomunikasi, manufaktur, ritel, dan pendidikan.

Katalis Nasional untuk Adopsi AI

Melalui kemitraan ini, Multipolar Technology akan berperan sebagai katalis nasional dalam mendorong adopsi AI, dengan mentransformasi hasil riset dan keahlian sains ITB menjadi solusi siap pakai yang bernilai tambah bagi industri.

Inovasi ITB akan diintegrasikan ke dalam infrastruktur dan platform Multipolar Technology, sehingga pengetahuan maju dapat dikonversi menjadi aplikasi praktis yang siap diuji, diskalakan, dan dikomersialisasikan.

Kemitraan ini menempatkan Multipolar Technology tidak hanya sebagai penyedia teknologi, tetapi juga sebagai orchestrator dan promotor transformasi AI di Indonesia, yang juga akan memimpin proyek proof-of-concept di seluruh ekosistem teknologi, yang menjangkau hingga 50 juta pelanggan di sembilan sektor usaha.

Pusat Inovasi Nasional

Applied AI & Data Science Lab akan berlokasi di gedung pertama di Indonesia yang didedikasikan khusus untuk kecerdasan buatan (AI) dan data science. Gedung ini merupakan bagian dari sebuah ekosistem inovasi yang digagas sebagai Silicon Valley Indonesia.

Fasilitas akan mencakup ruang kerja bersama, laboratorium demo, dan pusat kolaborasi, menjadikannya showcase nasional untuk AI terapan (Applied AI) dan transformasi digital.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyatakan, “Kolaborasi dengan Multipolar Technology memastikan keunggulan riset dan talenta ITB dapat diterjemahkan menjadi aplikasi nyata yang langsung mendukung kebutuhan ekonomi digital dan industri Indonesia. Ini adalah tonggak penting dalam menjembatani dunia akademik dan industri.”

Presiden Direktur Multipolar Technology, Harianto Gunawan, menambahkan, “Multipolar Technology bangga dapat bermitra dengan ITB dalam memimpin gelombang adopsi AI berikutnya di Indonesia. Sebagai katalis dan promotor, misi kami adalah menghadirkan inovasi kelas dunia ke dalam penerapan nyata, guna mempercepat transformasi di sektor perbankan dan keuangan, kesehatan, properti, telekomunikasi, manufaktur, ritel, dan pendidikan—sektor-sektor yang menyentuh kehidupan jutaan masyarakat setiap hari.”

###

Tentang Institusi

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Didirikan pada tahun 1920, Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah universitas sains dan teknologi paling prestisius di Indonesia, diakui atas keunggulannya dalam bidang teknik, riset, dan inovasi. ITB telah melahirkan generasi ilmuwan, insinyur, wirausahawan, dan pemimpin yang membentuk masa depan industri dan teknologi Indonesia.

Multipolar Technology (MLPT)

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) adalah penyedia TIK terkemuka dan perusahaan publik (IDX: MLPT) dengan pengalaman puluhan tahun melayani berbagai perusahaan besar antara lain di sektor perbankan dan keuangan, kesehatan, properti, telekomunikasi, manufaktur, ritel, dan pendidikan. MLPT memiliki spesialisasi dalam layanan cloud, hybrid data center, keamanan siber, dan solusi berbasis AI, serta berperan sebagai katalis dan promotor.

 

Multipolar Technology Pimpin Inisiatif Bersama Indonesia–Tiongkok dalam Program Global Health Artificial Intelligence

Jakarta, 20 Oktober 2025—PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), bagian dari Lippo Group dan salah satu perusahaan teknologi terkemuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: MLPT), pada Minggu (19/10) mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Tsinghua University (Republik Rakyat Tiongkok), Universitas Pelita Harapan (UPH) (Republik Indonesia), dan MLPT untuk pembentukan program Global Health Artificial Intelligence.

Seremoni penandatanganan berlangsung di Lippo AI Tower, Jakarta, dan menjadi tonggak penting dalam kolaborasi Indonesia–Tiongkok di bidang kecerdasan buatan (AI) untuk layanan kesehatan, di bawah kepemimpinan dan manajemen program oleh MLPT.

MLPT Memimpin dan Mengkoordinasikan Program Bersama

Program Global Health Artificial Intelligence akan berada di bawah pengelolaan dan koordinasi MLPT, yang akan menyinergikan riset akademik, infrastruktur teknologi, serta implementasi praktis di kedua negara.

Program ini mempertemukan:

  • Tsinghua University–salah satu universitas terbaik di dunia, mewakili keunggulan Tiongkok dalam AI dan ilmu kehidupan
  • Universitas Pelita Harapan (UPH)–pelopor pendidikan AI dan ilmu data terapan di Indonesia
  • MLPT (Lippo Group)–penggerak teknologi Indonesia dalam layanan cloud, hybrid data center, keamanan siber, data analytics, dan solusi berbasis AI

Ketiga institusi ini akan berkolaborasi dalam riset bersama, transfer teknologi, dan pengembangan talenta untuk mempercepat pemanfaatan AI dalam meningkatkan layanan kesehatan, pencegahan penyakit, dan sistem kesehatan masyarakat di seluruh Asia.

Harianto Gunawan, Presiden Direktur Multipolar Technology, menyatakan, “MLPT merasa terhormat mengambil peran kepimpinan dalam kemitraan strategis ini. Program ini mempertemukan para pemikir terbaik dunia dari Tsinghua dan UPH, menggabungkan keunggulan akademik dengan penerapan industri. Misi kami adalah mengubah riset menjadi solusi AI nyata yang dapat menyelamatkan nyawa dan membentuk masa depan layanan kesehatan.”

Mendorong Riset, Teknologi, dan Talenta

Program Global Health Artificial Intelligence akan berfokus pada tujuh bidang utama kolaborasi:

  1. Riset dan Pengembangan Bersama–Analisis genomik berbasis AI, penemuan vaksin, optimalisasi manajemen rumah sakit, analitik prediktif, dan pengobatan presisi.
  2. Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas–Program bersama, lokakarya, dan kurikulum pascasarjana dalam AI untuk kesehatan.
  3. Pertukaran Personel–Pertukaran peneliti dan klinisi untuk mendorong inovasi lintas negara.
  4. Transfer Teknologi dan Komersialisasi–Pengembangan jalur adopsi industri dan produksi lokal.
  5. Ilmu Regulasi dan Harmonisasi–Pengembangan standar etika, keamanan, dan tata kelola AI dalam teknologi kesehatan.
  6. Inisiatif Laboratorium Bersama–Persiapan untuk Laboratorium Bersama Belt and Road dalam AI untuk Kesehatan Global.
  7. Kegiatan Kolaboratif Lainnya–Proyek-proyek yang disepakati bersama dalam AI untuk kesehatan dan ilmu kehidupan.

Berlandaskan pada Kemitraan Strategis Indonesia–Tiongkok

Kolaborasi ini dibangun di atas kerangka Belt and Road Initiative (BRI) dan Global Maritime Fulcrum (GMF) antara Pemerintah Indonesia dan Tiongkok, memperkuat kerja sama bilateral dalam sains, teknologi, dan pertukaran talenta.

Prof. Qiu Yong, Chairman Tsinghua University Council menyampaikan, “MoU ini mencerminkan visi bersama kami untuk memajukan AI sebagai kekuatan bagi kesetaraan kesehatan global. Tsinghua berkomitmen memperdalam kolaborasi dengan Indonesia melalui riset, inovasi, dan pendidikan dalam AI dan ilmu kesehatan.”

Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed, Presiden Universitas Pelita Harapan (UPH) menekankan misi pendidikan UPH, “UPH bangga mewakili kontribusi akademik Indonesia dalam inisiatif transformatif ini. Tujuan kami adalah membina ilmuwan dan insinyur AI yang melayani kemanusiaan melalui inovasi dan keunggulan yang berlandaskan iman.”

Disaksikan Pemimpin Akademisi, Pemerintah, dan Industri

Penandatanganan ini disaksikan oleh:

  • Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia
  • Mochtar Riady, Founder & Chairman Lippo Group
  • Wang Lutong, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia

###

Tentang PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) adalah penyedia terkemuka infrastruktur TI, layanan cloud, hybrid data center, keamanan siber, data analytics, dan solusi berbasis AI di Indonesia. Sebagai bagian dari Lippo Group, MLPT bermitra dengan institusi global untuk mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan, pendidikan, keuangan, dan properti di Indonesia.

Tentang Tsinghua University

Tsinghua University yang berbasis di Beijing, adalah salah satu institusi terkemuka dunia dalam bidang sains, teknik, dan teknologi. Melalui program riset globalnya, Tsinghua mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk mengatasi tantangan paling mendesak abad ke-21.

Tentang Universitas Pelita Harapan (UPH)

Universitas Pelita Harapan (UPH), didirikan oleh Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, adalah universitas Kristen terkemuka di Indonesia yang berkomitmen pada pendidikan holistik dan keunggulan riset. Fakultas Artificial Intelligence and Data Science-nya menjadi pelopor pendidikan AI dan riset terapan yang mengintegrasikan etika, teknologi, dan dampak sosial.

IBM Fusion Sederhanakan Infrastruktur TI di Era Big Data dan AI

PT Multipolar Technology Tbk. bersama IBM dan Sinergi Wahana Gemilang memperkenalkan IBM Fusion, sebuah platform pengelolaan infrastruktur teknologi informasi (TI), di tengah meningkatnya kompleksitas big data, hybrid cloud, dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage Multipolar Technology, IBM Fusion dapat mengintegrasikan berbagai lingkungan TI, baik on-premise, cloud, maupun hybrid cloud, dalam satu kendali terpusat.

“Dengan begitu, IBM Fusion tidak hanya menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun infrastruktur TI perusahaan yang kuat, mudah dikelola, aman, dan dapat diskalakan sesuai kebutuhan,” ujarnya dalam seminar bertajuk “AI-Driven Solutions to Unlock Your IT Infrastructure’s Potential” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ledakan Data dan Perkembangan AI

Kehadiran solusi ini tak lepas dari dinamika data dan AI yang berkembang pesat sehingga meningkatkan kompleksitas infrastruktur TI.

Menurut Statista, sepanjang 2024 perusahaan global menghasilkan sekitar 402,74 juta terabyte data setiap hari.

Sementara Gartner memperkirakan pada 2028, sebanyak 15% keputusan kerja sehari-hari di perusahaan akan dibuat secara otonom oleh agentic AI, meningkat dari 0% pada 2024.

Fusion Software, Fondasi Infrastruktur Data AI

IBM Fusion hadir dalam dua varian, yaitu Fusion Software dan Fusion HCI. Keduanya beroperasi berdampingan untuk menggabungkan beban kerja kontainer, virtual machine, dan aplikasi AI di satu platform.

Lindra Heryadi, Department Head Power and Storage Multipolar Technology, menjelaskan bahwa Fusion Software melalui fitur Storage Fusion mendukung platform OpenShift di berbagai platform cloud seperti AWS, Microsoft Azure, Google Cloud, dan IBM Cloud.

Teknologi ini juga mendukung penerapan IBM watsonx, platform manajemen AI yang mencakup Traditional AI, Generative AI, dan Agentic AI.

“Gampangnya, jika IBM watsonx merupakan otak AI perusahaan, maka Fusion Software adalah fondasi infrastruktur datanya,” kata Lindra.

Fusion HCI Percepat Waktu Implementasi

Selain dalam bentuk perangkat lunak, IBM Fusion juga tersedia sebagai perangkat keras (Fusion HCI). Perangkat ini berfungsi mengintegrasikan infrastruktur TI yang ada guna mempercepat waktu implementasi.

Fusion HCI dilengkapi jaringan berkecepatan tinggi dan kapasitas penyimpanan besar. Selain itu, sistem ini juga dapat memberikan notifikasi ketika beban kerja mendekati batas kapasitas untuk mengurangi risiko downtime.

Menutup penjelasannya, Jeffry mengatakan, penggunaan IBM Fusion diharapkan dapat menyederhanakan pengelolaan kompleksitas TI di perusahaan.

Multipolar Technology Ungkap Keunggulan IBM Fusion Sebagai Fondasi Infrastruktur Data dan AI Perusahaan

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Di tengah persaingan pasar yang kian ketat, perusahaan-perusahaan dewasa ini dihadapkan pada dua persoalan besar sekaligus, yakni di satu sisi dituntut untuk terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar, di sisi lain mesti mampu mengelola infrastruktur teknologi informasi (TI) yang kian kompleks. Mengakomodasi keduanya secara bersamaan jelas tidaklah mudah, terlebih dengan keterlibatan big data, hybrid cloud dan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin mendominasi lanskap bisnis.

Nah, sebagai perusahaan yang aktif membantu mengotomatisasi proses bisnis berbagai sektor industri di Tanah Air, PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) memiliki jawabannya, yaitu dengan IBM Fusion. IBM Fusion merupakan platform modern yang dirancang untuk menyederhanakan penyediaan aplikasi cloudvirtual machine, serta layanan data secara terpadu (hyperconverged infrastructure/HCI).

Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage Multipolar Technology, dalam seminar bertema “AI-Driven Solutions to Unlock Your IT Infrastructure’s Potential” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology, IBM, dan Sinergi Wahana Gemilang di Fairmont Jakarta, Kamis (11/9), IBM Fusion sanggup merevolusi pengelolaan infrastruktur TI dengan menyatukan berbagai lingkungan, baik on-premisecloud, maupun hybrid cloud, ke dalam satu kendali terpusat.

“Dengan begitu, IBM Fusion tidak hanya menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun infrastruktur TI perusahaan yang kuat, mudah dikelola, aman, dan dapat diskalakan sesuai kebutuhan. Solusi ini mampu menjawab persoalan infrastruktur tradisional yang sering kali tidak mampu mengimbangi kebutuhan akan performa tinggi, fleksibilitas, keamanan, dan skalabilitas di era big datahybrid cloud, dan AI seperti saat ini,” ungkap Jeffry.

Menyederhanakan Kompleksitas Infrastruktur TI

Untuk diketahui, setiap hari setiap perusahaan menghasilkan data yang jumlahnya tidak sedikit. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, berdasarkan data Statista, sepanjang 2024 semua perusahaan di seluruh dunia menghasilkan sekitar 402,74 juta terabyte (TB) data setiap hari—dan jumlahnya terus bertambah. Tiga tahun lagi (2028), menurut Gartner, 15% keputusan kerja sehari-hari di perusahaan akan dibuat secara otonom oleh Agentic AI, melompat dari 0% pada 2024.

Bisa dibayangkan, betapa kompleksnya infrastruktur TI yang dibutuhkan perusahaan untuk dapat mengelola big datahybrid cloud, dan teknologi AI dengan baik. Di sinilah IBM Fusion hadir sebagai solusi. Platform ini mampu menggabungkan beban kerja kontainer, virtual machine, dan aplikasi AI ke dalam satu platform terpadu. IBM Fusion tersedia dalam dua bentuk, yaitu software (Fusion Software) dan hardware (Fusion HCI). Keduanya beroperasi secara berdampingan.

Lindra Heryadi, Department Head Power and Storage Multipolar Technology, menambahkan, Fusion Software, melalui fitur Storage Fusion,  mendukung di mana pun platform OpenShift berjalan, seperti di AWS Cloud, Microsoft Azure, Google Cloud, IBM Cloud, IBM Power, VMware, dan Bare Metal. Fitur ini juga mengakomodasi kebutuhan penerapan IBM watsonx, platform manajemen AI yang mencakup Traditional AI, Generative AI, dan Agentic AI dalam lingkungan bisnis.

“Gampangnya, jika IBM watsonx merupakan otak AI perusahaan, maka Fusion Software adalah fondasi infrastruktur datanya,” ungkap Lindra. Integrasi Fusion Software dengan IBM watsonx memungkinkan perusahaan memanfaatkan big data dan AI secara lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien. Teknologi keamanan pada Storage Fusion memastikan data tetap terlindungi, hanya dapat diakses oleh aplikasi dan pengguna yang terverifikasi.

Sementara itu, Fusion HCI berfungsi mengintegrasikan infrastruktur TI yang ada, sehingga mempercepat waktu implementasi secara signifikan. Fitur ini menggunakan jaringan khusus yang tangguh dan berkecepatan tinggi untuk memberikan akses ke server dengan kapasitas penyimpanan besar. Ketika beban kerja melonjak melebihi ambang batas, sistem akan memberikan notifikasi agar kapasitas dapat ditingkatkan sebelum terjadi downtime.

Jadi, di tengah kebutuhan untuk terus berinovasi dan tantangan kompleksitas infrastruktur TI, ledakan big data, dan meningkatnya adopsi AI, IBM Fusion hadir sebagai solusi strategis. “Menggunakan IBM Fusion, kompleksitas TI perusahaan menjadi lebih mudah dikelola. Tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu perusahaan Anda untuk  implementasinya,” tutup Jeffry.

Multipolar Technology Perkuat Solusi Data dan AI Nasional Lewat IBM Fusion

PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) memperkenalkan IBM Fusion sebagai solusi strategis bagi perusahaan dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan teknologi informasi (TI) di era big data, hybrid cloud, dan artificial intelligence (AI).

Dalam seminar bertajuk “AI-Driven Solutions to Unlock Your IT Infrastructure’s Potential” yang digelar bersama IBM dan Sinergi Wahana Gemilang di Fairmont Jakarta, Kamis (11/9), Multipolar Technology menekankan bahwa IBM Fusion mampu menyederhanakan sekaligus memperkuat infrastruktur TI perusahaan.

Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage Multipolar Technology, menjelaskan IBM Fusion dirancang untuk mengintegrasikan berbagai lingkungan TI, mulai dari on-premise, cloud, hingga hybrid cloud, ke dalam satu sistem kendali terpusat.

“IBM Fusion tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun infrastruktur TI yang kuat, aman, mudah dikelola, dan dapat diskalakan sesuai kebutuhan,” ujar Jeffry.

Data Statista mencatat, sepanjang 2024 perusahaan di seluruh dunia menghasilkan sekitar 402,74 juta terabyte data per hari. Gartner memprediksi, pada 2028 sekitar 15% keputusan kerja perusahaan akan dibuat secara otonom oleh Agentic AI, meningkat tajam dari 0% pada 2024.

Situasi ini menuntut perusahaan memiliki infrastruktur TI yang mampu menangani beban besar sekaligus fleksibel terhadap kebutuhan AI. IBM Fusion hadir sebagai solusi yang menggabungkan beban kerja kontainer, virtual machine, hingga aplikasi AI dalam satu platform terpadu.

IBM Fusion tersedia dalam dua bentuk, yakni Fusion Software dan Fusion Hyperconverged Infrastructure (HCI).

Menurut Lindra Heryadi, Department Head Power and Storage Multipolar Technology, Fusion Software melalui fitur Storage Fusion dapat berjalan di berbagai platform cloud, seperti AWS, Microsoft Azure, Google Cloud, IBM Cloud, VMware, dan Bare Metal. Solusi ini juga mendukung penerapan IBM watsonx, platform AI yang mencakup Traditional AI, Generative AI, dan Agentic AI.

“Jika IBM watsonx adalah otak AI perusahaan, maka Fusion Software adalah fondasi infrastrukturnya,” kata Lindra.

Fusion HCI, di sisi lain, berfungsi mempercepat integrasi infrastruktur TI yang sudah ada. Dengan jaringan khusus berkecepatan tinggi, Fusion HCI memungkinkan akses cepat ke server berkapasitas besar dan memberikan notifikasi otomatis jika beban kerja mendekati ambang batas untuk mencegah downtime.

Multipolar Technology menegaskan IBM Fusion menjadi pilar penting bagi perusahaan yang ingin mempercepat transformasi digitalnya. Dengan solusi ini, kompleksitas infrastruktur TI dapat lebih mudah dikelola, sekaligus membuka jalan bagi pemanfaatan big data dan AI secara lebih optimal.

“Menggunakan IBM Fusion, perusahaan bisa fokus pada inovasi bisnis tanpa terbebani kompleksitas infrastruktur. Tim ahli kami siap mendampingi implementasi penuh di berbagai industri,” tutup Jeffry.

Modernisasi Infrastruktur Data dan AI, MLPT Dorong Perusahaan Adopsi Platform Ini

Jakarta – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mendorong perusahaan untuk mengadopsi platform IBM Fusion. Platform ini diklaim menjawab kebutuhan perusahaan yang dituntut terus berinovasi sekaligus mengelola infrastruktur IT yang semakin kompleks.

Platform IBM Fusion dirancang untuk menyederhanakan penyediaan aplikasi cloud, virtual machine, serta layanan data secara terpadu (hyperconverged infrastructure/HCI).

Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage Multipolar Technology,
IBM Fusion bisa merevolusi pengelolaan infrastruktur TI dengan menyatukan berbagai lingkungan, baik on-premise, cloud, maupun hybrid cloud, ke dalam satu kendali terpusat.

IBM Fusion tidak hanya menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun infrastruktur TI perusahaan yang kuat, mudah dikelola, aman, dan dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

“Solusi ini mampu menjawab persoalan infrastruktur tradisional yang sering kali tidak mampu mengimbangi kebutuhan akan performa tinggi, fleksibilitas, keamanan, dan skalabilitas di era big data, hybrid cloud, dan AI seperti saat ini,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 17 September 2025.

Sebagai gambaran, setiap hari perusahaan bisa menghasilkan data dalam jumlah besar. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, berdasarkan data Statista, sepanjang 2024 semua perusahaan di seluruh dunia menghasilkan sekitar 402,74 juta terabyte (TB) data setiap hari. Jumlah itu terus bertambah. Dalam tiga tahun lagi (2028), menurut Gartner, 15 persen keputusan kerja sehari-hari di perusahaan akan dibuat secara otonom oleh Agentic AI.

Tidak heran bila perusahaan butuh infrastruktur IT yang kompleks untuk mengelola big data, hybrid cloud, dan teknologi AI dengan baik.

Kompleksitas itulah yang bisa dibuat sederhana dengan IBM Fusion. Platform ini mampu menggabungkan beban kerja kontainer, virtual machine, dan aplikasi AI ke dalam satu platform terpadu. IBM Fusion tersedia dalam dua bentuk, yaitu software (Fusion Software) dan hardware (Fusion HCI). Keduanya beroperasi secara berdampingan.

Sementara, Lindra Heryadi, Department Head Power and Storage MLPT menambahkan, Fusion Software, melalui fitur Storage Fusion, mendukung platform OpenShift dijalankan di mana pun, seperti di AWS Cloud, Microsoft Azure, Google Cloud, IBM Cloud, IBM Power, VMware, dan Bare Metal. Fitur ini juga mengakomodasi kebutuhan penerapan IBM watsonx, platform manajemen AI yang mencakup Traditional AI, Generative AI, dan Agentic AI dalam lingkungan bisnis.

“Gampangnya, jika IBM watsonx merupakan otak AI perusahaan, maka Fusion Software adalah fondasi infrastruktur datanya,” timpalnya.

Integrasi Fusion Software dengan IBM watsonx membuat perusahaan bisa mengoptimalkan pemanfaatan big data. Teknologi keamanan pada Storage Fusion juga memastikan perlindungan data.

Adapun Fusion HCI berfungsi mengintegrasikan infrastruktur IT yang ada. Jadi waktu implementasinya meningkat signifikan. Fitur ini menggunakan jaringan khusus untuk memberikan akses ke server dengan kapasitas penyimpanan besar. Ketika beban kerja melonjak melebihi ambang batas, sistem akan memberikan notifikasi agar kapasitas dapat ditingkatkan sebelum terjadi downtime. (*)

15% Keputusan Perusahaan Global Akan Bergantung AI pada 2028

Jakarta, FORTUNE – Riset dari Gartner mencatat, 15 persen pengambilan keputusan di perusahaan global akan bergantung secara otonom oleh Agentic AI pada 2028. Apalagi, Di tengah persaingan pasar yang kian ketat, perusahaan dihadapkan pada dua persoalan, yakni berinovasi mengikuti kebutuhan pasar dan mengelola pembaruan infrastruktur teknologi informasi (TI).

Hal itu terungkap dalam seminar bertema “AI-Driven Solutions to Unlock Your IT Infrastructure’s Potential” yang diselenggarakan oleh Multipolar TechnologyIBM, dan Sinergi Wahana Gemilang beberapa waktu lalu.

“Infrastruktur tradisional sering kali tidak mampu mengimbangi kebutuhan akan performa tinggi, fleksibilitas, keamanan, dan skalabilitas di era big data, hybrid cloud, dan AI seperti saat ini,” kata Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage Multipolar Technology, melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (17/9).

Untuk itu, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menggandeng IBM untuk mendistribusikan solusi IBM Fusion sebagai platform untuk menyederhanakan penyediaan aplikasi cloud, virtual machine, serta layanan data secara terpadu atau hyperconverged infrastructure (HCI).

Diketahui, setiap hari setiap perusahaan menghasilkan data yang jumlahnya tidak sedikit. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, berdasarkan data Statista, sepanjang 2024 semua perusahaan di seluruh dunia menghasilkan sekitar 402 juta terabyte (TB) data setiap hari—dan jumlahnya terus bertambah.

Di sinilah, IBM Fusion sebagai platform mampu menggabungkan beban kerja virtual machine, dan aplikasi AI ke dalam satu platform terpadu. IBM Fusion tersedia dalam dua bentuk, yaitu software (Fusion Software) dan hardware (Fusion HCI). Keduanya beroperasi secara berdampingan.

Department Head Power and Storage Multipolar Technology, Lindra Heryadi menambahkan, Fusion Software melalui fitur storage fusion mendukung di mana pun platform OpenShift berjalan, seperti di AWS Cloud, Microsoft Azure, Google Cloud, IBM Cloud, IBM Power, VMware, dan Bare Metal. Fitur ini juga mengakomodasi kebutuhan penerapan IBM watsonx, platform manajemen AI yang mencakup Traditional AI, Generative AI, dan Agentic AI dalam lingkungan bisnis.

“Gampangnya, jika IBM watsonx merupakan otak AI perusahaan, maka Fusion Software adalah fondasi infrastruktur datanya,” ungkap Lindra.

Integrasi Fusion Software dengan IBM watsonx memungkinkan perusahaan memanfaatkan big data dan AI secara lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien. Teknologi keamanan pada Storage Fusion memastikan data tetap terlindungi, hanya dapat diakses oleh aplikasi dan pengguna yang terverifikasi.

Multipolar Technology Hadirkan IBM Fusion, Dukung Modernisasi Infrastruktur Data dan AI Perusahaan

PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) menghadirkan IBM Fusion, yakni platform modern yang dirancang untuk menyederhanakan penyediaan aplikasi cloud, virtual machine, serta layanan data secara terpadu (hyperconverged infrastructure/HCI). Solusi tersebut akan membantu mengotomatisasi proses bisnis berbagai sektor industri di Tanah Air.

Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage Multipolar Technology, dalam seminar bertema “AI-Driven Solutions to Unlock Your IT Infrastructure’s Potential” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology, IBM, dan Sinergi Wahana Gemilang di Fairmont Jakarta, Kamis (11/9), IBM Fusion sanggup merevolusi pengelolaan infrastruktur TI dengan menyatukan berbagai lingkungan, baik on-premise, cloud, maupun hybrid cloud, ke dalam satu kendali terpusat.

“Dengan begitu, IBM Fusion tidak hanya menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun infrastruktur TI perusahaan yang kuat, mudah dikelola, aman, dan dapat diskalakan sesuai kebutuhan. Solusi ini mampu menjawab persoalan infrastruktur tradisional yang sering kali tidak mampu mengimbangi kebutuhan akan performa tinggi, fleksibilitas, keamanan, dan skalabilitas di era big data, hybrid cloud, dan AI seperti saat ini,” ungkap Jeffry.

Menyederhanakan Kompleksitas Infrastruktur

Untuk diketahui, setiap hari setiap perusahaan menghasilkan data yang jumlahnya tidak sedikit. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, berdasarkan data Statista, sepanjang 2024 semua perusahaan di seluruh dunia menghasilkan sekitar 402,74 juta terabyte (TB) data setiap hari—dan jumlahnya terus bertambah. Tiga tahun lagi (2028), menurut Gartner, 15% keputusan kerja sehari-hari di perusahaan akan dibuat secara otonom oleh Agentic AI, melompat dari 0% pada 2024.

Bisa dibayangkan, betapa kompleksnya infrastruktur TI yang dibutuhkan perusahaan untuk dapat mengelola big data, hybrid cloud, dan teknologi AI dengan baik. Di sinilah IBM Fusion hadir sebagai solusi. Platform ini mampu menggabungkan beban kerja kontainer, virtual machine, dan aplikasi AI ke dalam satu platform terpadu. IBM Fusion tersedia dalam dua bentuk, yaitu software (Fusion Software) dan hardware (Fusion HCI). Keduanya beroperasi secara berdampingan.

Lindra Heryadi, Department Head Power and Storage Multipolar Technology, menambahkan, Fusion Software, melalui fitur Storage Fusion,  mendukung di mana pun platform OpenShift berjalan, seperti di AWS Cloud, Microsoft Azure, Google Cloud, IBM Cloud, IBM Power, VMware, dan Bare Metal. Fitur ini juga mengakomodasi kebutuhan penerapan IBM watsonx, platform manajemen AI yang mencakup Traditional AI, Generative AI, dan Agentic AI dalam lingkungan bisnis.

“Gampangnya, jika IBM watsonx merupakan otak AI perusahaan, Fusion Software adalah fondasi infrastruktur datanya,” ungkap Lindra. Integrasi Fusion Software dengan IBM watsonx memungkinkan perusahaan memanfaatkan big data dan AI secara lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien. Teknologi keamanan pada Storage Fusion memastikan data tetap terlindungi, hanya dapat diakses oleh aplikasi dan pengguna yang terverifikasi.

Sementara itu, Fusion HCI berfungsi mengintegrasikan infrastruktur TI yang ada sehingga mempercepat waktu implementasi secara signifikan. Fitur ini menggunakan jaringan khusus yang tangguh dan berkecepatan tinggi untuk memberikan akses ke server dengan kapasitas penyimpanan besar. Ketika beban kerja melonjak melebihi ambang batas, sistem akan memberikan notifikasi agar kapasitas dapat ditingkatkan sebelum terjadi downtime.

Jadi, di tengah kebutuhan untuk terus berinovasi dan tantangan kompleksitas infrastruktur TI, ledakan big data, dan meningkatnya adopsi AI, IBM Fusion hadir sebagai solusi strategis. “Menggunakan IBM Fusion, kompleksitas TI perusahaan menjadi lebih mudah dikelola. Tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu perusahaan Anda untuk  implementasinya,” tutup Jeffry.