Multipolar Technology tawarkan solusi Private Cloud Modern yang cepat, simpel, dan otomatis

akarta (ANTARA) – Kombinasi dua solusi dari Dell Technologies, yakni Dell PowerStorage dan Dell Private Cloud, bisa jadi pilihan yang paling tepat untuk menjawab persoalan agar arsitektur data center perusahaan menjadi lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman, dan otomatis.

Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), ‘duet maut’ dua solusi ini mampu menjadi fondasi infrastruktur penyimpanan modern yang lebih sederhana dalam pengoperasiannya.

“Solusi ini menggabungkan penyimpanan all-flash storage generasi terbaru dengan disaggregated infrastructure yang menyederhanakan operasional sekaligus menekan biaya kepemilikan,” ungkapnya dalam seminar “Built a Private Cloud That Works for You” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Padeloom, Jakarta, Kamis.

Sebagai platform all-flash storage, Dell PowerStore dirancang menggunakan pendekatan future-proof dengan kemampuan scale-up dan scale-out yang fleksibel.

PowerStore mendukung arsitektur end-to-end NVMe, dual active/active nodes, dan desain modular, sehingga kapasitas serta performanya dapat disesuaikan tanpa harus mengganti sistem secara keseluruhan.

Dari sisi efisiensi, Dell PowerStore menawarkan jaminan pengurangan data 5:1 melalui kombinasi deduplikasi dan kompresi cerdas yang bekerja secara otomatis tanpa perlu konfigurasi kompleks. Dalam kondisi tertentu, rasio efisiensi bahkan bisa mencapai 20:1, membantu perusahaan menekan biaya penyimpanan sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas dengan cukup signifikan.

Dari sisi operasional, Dell PowerStore dilengkapi kemampuan self-optimizing dan dukungan Dell AIOps serta automasi end-to-end yang terintegrasi dengan ekosistem Dell.

“Keunggulan lain terletak pada keamanan data. Dengan fitur multiparty authorization, solusi ini membuat setiap tindakan kritis dapat dikendalikan melalui persetujuan multi-pengguna demi mencegah perubahan yang tidak sah,” kata Jeffry.

Sementara itu, Dell Private Cloud dibangun di atas Dell Automation Platform untuk menghadirkan pengalaman private cloud yang konsisten, baik di lingkungan on-premises maupun berbasis Software-as-a-Service (SaaS).

Solusi ini menyediakan portal terpusat untuk onboarding, orkestrasi, manajemen aset, hingga lifecycle management, sehingga operasional infrastruktur dapat dijalankan secara terstandar dan otomatis.

Adrian Kustiawan, Presales Server x86 Head Multipolar Technology, menjelaskan, berbeda dengan pendekatan hyperconverged tradisional, Dell Private Cloud mengusung disaggregated infrastructure yang memungkinkan skala komputasi, penyimpanan, dan jaringan dilakukan secara independen, sehingga lebih fleksibel, tanpa vendor lock-in, dan memastikan pengoptimalan sumber daya sesuai beban kerja (workload).

Didukung portofolio storage Dell PowerStore, Dell Private Cloud tidak memerlukan perangkat keras khusus. Infrastruktur penyimpanan dapat dibangun menggunakan server dan storage Dell yang sudah ada, baik pada skenario menggunakan fasilitas baru (greenfield) maupun mengembangkan fasilitas yang sudah ada (brownfield), sehingga mempercepat implementasi sekaligus melindungi investasi yang telah berjalan.

Dari sisi biaya, data internal Dell menyebut disaggregated infrastructure mampu menekan biaya hingga 32 persen lebih rendah dibanding infrastruktur hyperconverged berkat kebutuhan server yang lebih sedikit, lisensi perangkat lunak yang lebih efisien, serta tingkat utilisasi storage dan komputasi yang lebih tinggi.

“Ini menjadikan Dell Private Cloud pilihan strategis untuk memodernisasi data center dan implementasi AI perusahaan,” ungkap Adrian.

Jadi, dengan mengombinasikan Dell PowerStore dan Dell Private Cloud, perusahaan dari industri apa pun akan menikmati solusi private cloud yang lebih simpel, fleksibel, efisien, aman, dan otomatis.

Tim TI perusahaan tidak dipusingkan lagi dengan manajemen data center seperti sebelumnya yang ribet, kompleks, dan berbiaya tinggi.

“Jika ingin mengimplementasikannya, tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu,” pungkas.

MLPT Beberkan Strategi Membangun Private Cloud Modern yang Aman dan Efisien

Jakarta – Pengelolaan data center bisa jadi membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Ini tidak lepas dari semakin kompleksnya kebutuhan pengelolaan data di era digital seperti sekarang. Adopsi solusi teknologi menjadi cara mudah dan efisien dalam mengelola data center.

Hal itu diungkapkan Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dalam seminar “Built a Private Cloud That Works for You” yang diadakan MLPT di Jakarta beberapa waktu lalu.

Jeffry mengatakan, perpaduan dua solusi besutan Dell Technologies, yaitu Dell PowerStorage dan Dell Private Cloud, dapat menjadi alternatif tetap untuk mengatasi persoalan dalam pengelolaan data center. Kombinasi dua solusi ini mampu menjadi fondasi infrastruktur penyimpanan modern yang lebih sederhana dalam pengoperasiannya.

“Solusi ini menggabungkan penyimpanan all-flash storage generasi terbaru dengan disaggregated infrastructure yang menyederhanakan operasional sekaligus menekan biaya kepemilikan,” kata Jeffry dalam keterangan resmi yang diterima Asian Post, Kamis, 4 Februari 2026.

Dell PowerStore adalah platform all-flash storage yang dirancang dengan pendekatan future-proof, dan mendukung kemampuan scale-up dan scale-out yang fleksibel. Solusi ini mendukung arsitektur end-to-end NVMe, dual active/active nodes, dan desain modular.

Solusi ini juga diklaim lebih efisien karena menawarkan jaminan pengurangan data 5:1 lewat kombinasi deduplikasi dan kompresi cerdas yang bekerja secara otomatis. Di kondisi tertentu, rasio efisiensi bahkan bisa mencapai 20:1, sehingga akan membantu perusahaan menekan biaya penyimpanan sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas.

Sementara, dari sisi operasional, Dell PowerStore memiliki kemampuan self-optimizing dan dukungan Dell AIOps serta automasi end-to-end yang terintegrasi dengan ekosistem Dell.

“Keunggulan lain terletak pada keamanan data. Dengan fitur multiparty authorization, solusi ini membuat setiap tindakan kritis dapat dikendalikan melalui persetujuan multi-pengguna demi mencegah perubahan yang tidak sah,” lanjutnya.

Sedangkan Dell Private Cloud dibangun di atas Dell Automation Platform untuk menghadirkan pengalaman private cloud yang konsisten. Baik di lingkungan on-premises maupun berbasis Software-as-a-Service (SaaS). Solusi ini menyediakan portal terpusat untuk onboarding, orkestrasi, manajemen aset, hingga lifecycle management, sehingga operasional infrastruktur dapat dijalankan secara terstandar dan otomatis.

Menurut Adrian Kustiawan, Presales Server x86 Head Multipolar Technology, tidak seperti pendekatan hyperconverged tradisional, Dell Private Cloud mengusung disaggregated infrastructure yang memungkinkan skala komputasi, penyimpanan, dan jaringan dilakukan secara independen, sehingga lebih fleksibel, tanpa vendor lock-in, dan memastikan pengoptimalan sumber daya sesuai beban kerja (workload).

Dengan dukungan portofolio storage Dell PowerStore, Dell Private Cloud tidak memerlukan perangkat keras khusus. Solusi ini juga diklaim mampu menekan biaya hingga 32 persen lebih rendah ketimbang infrastruktur hyperconverged berkat kebutuhan server yang lebih sedikit, lisensi perangkat lunak yang lebih efisien, serta tingkat utilisasi storage dan komputasi yang lebih tinggi.

“Ini menjadikan Dell Private Cloud pilihan strategis untuk memodernisasi data center dan implementasi AI perusahaan,” tegas Adrian. AA

MLPT Sebut Kombinasi Dua Solusi Ini Bikin Pengelolaan Data Center Lebih Efisien

Jakarta – Di era digital, pengelolaan data center menjadi krusial bagi perusahaan. Tanpa solusi tepat, pengelolaan data center bisa jadi sangat kompleks dan membutuhkan biaya besar.

Maka itu, perusahaan didorong untuk mengatur ulang arsitektur data center-nya agar menjadi lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman, dan otomatis.

Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menyarankan kombinasi dua solusi dari Dell Terchnologies, yakni Dell PowerStorage dan Dell Private Cloud untuk menjawab persoalan tersebut.

Dalam seminar “Built a Private Cloud That Works for You” yang digelar MLPT beberapa waktu lalu, Jeffry mengatakan, perpaduan dua solusi itu diklaim mampu menjadi fondasi infrastruktur penyimpanan modern yang lebih sederhana dalam pengoperasiannya.

“Solusi ini menggabungkan penyimpanan all-flash storage generasi terbaru dengan disaggregated infrastructure yang menyederhanakan operasional sekaligus menekan biaya kepemilikan,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia memaparkan, sebagai platform all-flash storage, Dell PowerStore dirancang menggunakan pendekatan future-proof dengan kemampuan scale-up dan scale-out yang fleksibel. PowerStore mendukung arsitektur end-to-end NVMe, dual active/active nodes, dan desain modular.

Solusi ini disebut lebih efisien karena menawarkan jaminan pengurangan data 5:1 lewat kombinasi deduplikasi dan kompresi secara otomatis tanpa perlu konfigurasi kompleks. Dalam kondisi tertentu, rasio efisiensi bahkan bisa mencapai 20:1. Ini akan membantu menekan biaya penyimpanan sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas.

Dari sisi operasional, Dell PowerStore didukung kemampuan self-optimizing dan dukungan Dell AIOps serta automasi end-to-end terintegrasi dengan ekosistem Dell.

“Keunggulan lain terletak pada keamanan data. Dengan fitur multiparty authorization, solusi ini membuat setiap tindakan kritis dapat dikendalikan melalui persetujuan multi-pengguna demi mencegah perubahan yang tidak sah,” lanjut Jeffry.

Adapun Dell Private Cloud dibangun di atas Dell Automation Platform untuk menghadirkan pengalaman private cloud yang konsisten, baik di lingkungan on-premises maupun berbasis Software-as-a-Service (SaaS).

Solusi ini menyediakan portal terpusat untuk onboarding, orkestrasi, manajemen aset, hingga lifecycle management. Jadi, operasional infrastruktur bisa dijalankan secara terstandar dan otomatis.

Adrian Kustiawan, Presales Server x86 Head Multipolar Technology, menambahkan, berbeda dengan pendekatan hyperconverged tradisional, Dell Private Cloud mengusung disaggregated infrastructure, yang membuat skala komputasi, penyimpanan, dan jaringan dilakukan secara independen, sehingga lebih fleksibel, tanpa vendor lock-in, dan memastikan pengoptimalan sumber daya sesuai beban kerja (workload).

Dari sisi biaya, data internal Dell menyebut disaggregated infrastructure mampu menekan biaya hingga 32 persen dibanding infrastruktur hyperconverged berkat kebutuhan server yang lebih sedikit, lisensi perangkat lunak yang lebih efisien, serta tingkat utilisasi storage dan komputasi yang lebih tinggi.

“Ini menjadikan Dell Private Cloud pilihan strategis untuk memodernisasi data center dan implementasi AI perusahaan,” pungkas Adrian. (*) Ari Astriawan

Ini Strategi Membangun Fondasi Private Cloud Modern yang Fleksibel, Aman, dan Efisien

Pusing dengan pengelolaan data center perusahaan? Waktu Anda (tim teknologi informasi/TI perusahaan) habis tersita untuk memikirkan pengelolaan data center yang ribet, kompleks, dan berbiaya tinggi? Itu berarti saatnya Anda harus mengatur ulang arsitektur data center perusahaan menjadi lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman, dan otomatis.

Kombinasi dua solusi dari Dell Technologies, yakni Dell PowerStorage dan Dell Private Cloud, bisa jadi pilihan yang paling tepat untuk menjawab persoalan itu. Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), ‘duet maut’ dua solusi ini mampu menjadi fondasi infrastruktur penyimpanan modern yang lebih sederhana dalam pengoperasiannya. 

“Solusi ini menggabungkan penyimpanan all-flash storage generasi terbaru dengan disaggregated infrastructure yang menyederhanakan operasional sekaligus menekan biaya kepemilikan,” ungkapnya dalam seminar “Built a Private Cloud That Works for You” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Padeloom, Jakarta, Kamis (22/1).

Sebagai platform all-flash storage, Dell PowerStore dirancang menggunakan pendekatan future-proof dengan kemampuan scale-up dan scale-out yang fleksibel. PowerStore mendukung arsitektur end-to-end NVMe, dual active/active nodes, dan desain modular, sehingga kapasitas serta performanya dapat disesuaikan tanpa harus mengganti sistem secara keseluruhan.

Dari sisi efisiensi, Dell PowerStore menawarkan jaminan pengurangan data 5:1 melalui kombinasi deduplikasi dan kompresi cerdas yang bekerja secara otomatis tanpa perlu konfigurasi kompleks. Dalam kondisi tertentu, rasio efisiensi bahkan bisa mencapai 20:1, membantu perusahaan menekan biaya penyimpanan sekaligus meningkatkan pemanfaatan kapasitas dengan cukup signifikan.

Dari sisi operasional, Dell PowerStore dilengkapi kemampuan self-optimizing dan dukungan Dell AIOps serta automasi end-to-end yang terintegrasi dengan ekosistem Dell. “Keunggulan lain terletak pada keamanan data. Dengan fitur multiparty authorization, solusi ini membuat setiap tindakan kritis dapat dikendalikan melalui persetujuan multi-pengguna demi mencegah perubahan yang tidak sah,” kata Jeffry.

Sementara itu, Dell Private Cloud dibangun di atas Dell Automation Platform untuk menghadirkan pengalaman private cloud yang konsisten, baik di lingkungan on-premises maupun berbasis Software-as-a-Service (SaaS). Solusi ini menyediakan portal terpusat untuk onboarding, orkestrasi, manajemen aset, hingga lifecycle management, sehingga operasional infrastruktur dapat dijalankan secara terstandar dan otomatis.

Adrian Kustiawan, Presales Server x86 Head Multipolar Technology, menjelaskan, berbeda dengan pendekatan hyperconverged tradisional, Dell Private Cloud mengusung disaggregated infrastructure yang memungkinkan skala komputasi, penyimpanan, dan jaringan dilakukan secara independen, sehingga lebih fleksibel, tanpa vendor lock-in, dan memastikan pengoptimalan sumber daya sesuai beban kerja (workload).

Didukung portofolio storage Dell PowerStore, Dell Private Cloud tidak memerlukan perangkat keras khusus. Infrastruktur penyimpanan dapat dibangun menggunakan server dan storage Dell yang sudah ada, baik pada skenario menggunakan fasilitas baru (greenfield) maupun mengembangkan fasilitas yang sudah ada (brownfield), sehingga mempercepat implementasi sekaligus melindungi investasi yang telah berjalan.

Dari sisi biaya, data internal Dell menyebut disaggregated infrastructure mampu menekan biaya hingga 32% lebih rendah dibanding infrastruktur hyperconverged berkat kebutuhan server yang lebih sedikit, lisensi perangkat lunak yang lebih efisien, serta tingkat utilisasi storage dan komputasi yang lebih tinggi. “Ini menjadikan Dell Private Cloud pilihan strategis untuk memodernisasi data center dan implementasi AI perusahaan,” ungkap Adrian.

Jadi, dengan mengombinasikan Dell PowerStore dan Dell Private Cloud, perusahaan dari industri apa pun akan menikmati solusi private cloud yang lebih simpel, fleksibel, efisien, aman, dan otomatis. Tim TI perusahaan tidak dipusingkan lagi dengan manajemen data center seperti sebelumnya yang ribet, kompleks, dan berbiaya tinggi. “Jika ingin mengimplementasikannya, tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu,” pungkas Jeffry. (H-2)

Modernisasi Sistem Perbankan Tanpa Disrupsi, Multipolar Technology Hadirkan N3CA Berbasis AI

Tidak lagi sekadar memindahkan layanan ke kanal digital, perbankan kini dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks, yaitu melakukan modernisasi sistem inti perbankan, mengelola integrasi antarsistem dan proses bisnis, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara praktis tanpa menimbulkan gangguan terhadap operasional yang sudah berjalan.

Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, PT Multipolar Technology Tbk. memperkenalkan N3CA Banking Platform. Solusi berupa platform perbankan digital terintegrasi ini dirancang untuk membantu bank melakukan modernisasi secara bertahap, sekaligus memanfaatkan AI secara tepat guna di berbagai lapisan proses bisnis.

Alih-alih fokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA diposisikan Multipolar Technology sebagai platform bisnis digital yang mencakup seluruh layer operasional perbankan.

Platform ini menyediakan digital product dan business use case siap pakai, sehingga bank dapat mengelola aktivitas nasabah tidak hanya di dalam sistem perbankan, tetapi juga dalam ekosistem digital yang lebih luas.

Arsitektur Terintegrasi untuk Modernisasi Sistem Bertahap

N3CA dibangun dengan arsitektur yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform.

Lapisan Core Banking berfungsi sebagai fondasi sistem untuk menjalankan transaksi perbankan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia.

Di atasnya, Orchestration Layer mengelola integrasi antarsistem dan proses bisnis melalui workflow automation.

Sementara itu, lapisan Innovation & Experience berperan sebagai enabler inovasi digital melalui konsep open banking dan layanan siap pakai.

Director Business Development Multipolar Technology, Sujanto Halim, mengatakan bahwa pendekatan ini memberi ruang bagi bank untuk berinovasi tanpa harus sepenuhnya mengganti core banking yang sudah ada.

“Kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis,” ujar Sujanto dalam seminar Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption yang digelar Multipolar Technology di Jakarta.

Menurutnya, strategi API-first memungkinkan bank menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko terhadap stabilitas operasional.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” lanjut Sujanto.

Fokus Modernisasi dengan AI Tepat Guna

Salah satu fokus utama N3CA adalah penerapan AI tepat guna, yakni AI yang diintegrasikan langsung ke proses operasional perbankan, bukan berdiri sebagai inisiatif terpisah atau fragmented.

Dalam proses onboarding, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC).

Platform ini juga dilengkapi automated fraud detection pada tahap awal akuisisi, serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pengelolaan transaksi dan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk.

AI juga digunakan untuk mengh

Menurutnya, strategi API-first memungkinkan bank menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko terhadap stabilitas operasional.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” lanjut Sujanto.

Fokus Modernisasi dengan AI Tepat Guna

Salah satu fokus utama N3CA adalah penerapan AI tepat guna, yakni AI yang diintegrasikan langsung ke proses operasional perbankan, bukan berdiri sebagai inisiatif terpisah atau fragmented.

Dalam proses onboarding, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC).

Platform ini juga dilengkapi automated fraud detection pada tahap awal akuisisi, serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pengelolaan transaksi dan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk.

AI juga digunakan untuk menghadirkan personalisasi layanan, seperti rekomendasi produk, penyesuaian limit, hingga analisis sentimen.

adirkan personalisasi layanan, seperti rekomendasi produk, penyesuaian limit, hingga analisis sentimen.

Di sisi operasional internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi dan mengalihkan fokus ke pengembangan bisnis.

Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology, Michael Ridwan, menegaskan bahwa setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang agar memberi dampak nyata.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” jelas Michael.

Mengelola Customer Journey Secara End-to-End

Dengan integrasi core system, orchestration, dan innovation layer, N3CA diarahkan untuk membantu bank mengelola customer journey secara menyeluruh.

Seluruh proses dapat dikendalikan dalam satu platform yang terhubung, mulai dari akuisisi, transaksi, layanan, hingga pengelolaan hubungan jangka panjang.

Pendekatan ini menjadi relevan di tengah percepatan adopsi digital dan AI di sektor keuangan, yaitu ketika bank dituntut tidak hanya cepat menghadirkan layanan baru, tetapi juga menjaga stabilitas, kepatuhan, dan pengalaman nasabah secara konsisten.

Melalui N3CA, Multipolar Technology memposisikan solusi ini sebagai platform perbankan generasi baru yang mengintegrasikan core system modern, AI, open banking, dan ekosistem digital untuk mendukung transformasi industri perbankan secara lebih terstruktur dan terukur.

Hadirkan Solusi Digital Banking Terintegrasi AI, Multipolar Technology Rilis N3CA Banking Platform

Warta Ekonomi, Jakarta – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), sebagai bagian dari PT Multipolar Tbk (MLPL), semakin mengukuhkan dedikasinya untuk menghadirkan terobosan lewat penyediaan solusi N3CA Banking Platform.

Platform ini merupakan solusi perbankan digital terpadu yang diperkaya dengan kecerdasan buatan (AI) yang relevan, dikembangkan untuk mempercepat transformasi digital sektor perbankan nasional melalui otomasi yang cerdas pada setiap lapisan proses bisnis.

Kehadiran N3CA Banking Platform menjadi respons terhadap tantangan yang dihadapi perbankan di Indonesia dalam menyajikan pengalaman digital yang menyeluruh serta meningkatkan efisiensi operasional.

Berbeda dari pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA dirancang sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer.

Dilengkapi ready-to-use digital product dan business use case, N3CA mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah, baik di dalam ekosistem perbankan maupun ekosistem digital yang lebih luas.

Arsitektur dengan Tiga Fungsi Utama yang  AI Embedded

N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi komprehensif yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform.

Fungsi Core Banking menjadi fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi perbankan dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia.

Fungsi Orchestration Layer berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis melalui workflow automation.

Sementara itu, fungsi Innovation & Experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology, menjelaskan bahwa kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta, Selasa (20/1).

AI Tepat Guna: Automasi Cerdas untuk Hasil Nyata

N3CA Banking Platform mengintegrasikan kecerdasan buatan secara praktis dan terukur dalam berbagai proses kritis perbankan, sehingga AI menjadi bagian dari operasional dan strategi bisnis bank.

Dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk.

AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen.

Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” jelas Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology.

Dengan N3CA Banking Platform, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah.

Solusi ini hadir di tengah akselerasi transformasi digital dan adopsi AI di sektor keuangan, sekaligus menegaskan komitmen Multipolar Technology dalam mendukung industri perbankan nasional menghadapi era digital yang semakin kompetitif dengan teknologi yang tepat guna dan terukur.

“Melalui N3CA, Multipolar Technology menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi perbankan generasi baru yang mengintegrasikan core system modern, AI, open banking, dan ekosistem digital guna mendukung pertumbuhan industri keuangan di era transformasi digital. Apabila ingin mengimplementasikannya, hubungi kami,” pungkas Sujanto.

Percepat Transformasi Perbankan dengan N3CA Digital Banking Suite Berbasis AI

Jakarta, TechnoBusiness ID ● PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), anak perusahaan PT Multipolar Tbk (MLPL) yang bergerak di bidang penyediaan solusi dan layanan transformasi digital end-to-end bagi berbagai industri, termasuk sektor perbankan dan jasa keuangan di Tanah Air, terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi melalui solusi N3CA Banking Platform. Solusi ini merupakan platform perbankan digital terintegrasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tepat guna, dirancang untuk mempercepat transformasi digital perbankan nasional dengan automasi cerdas di setiap lapisan proses bisnis.

N3CA Banking Platform hadir sebagai jawaban atas tantangan perbankan Indonesia dalam menghadirkan pengalaman digital yang utuh sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Berbeda dari pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA dirancang sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer. Dilengkapi ready-to-use digital product dan business use case, N3CA mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah, baik di dalam ekosistem perbankan maupun ekosistem digital yang lebih luas.

N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi komprehensif yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform. Fungsi Core Banking menjadi fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi perbankan dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia. Fungsi Orchestration Layer berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis melalui workflow automation. Sementara itu, fungsi Innovation & Experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology, menjelaskan bahwa kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta, Selasa (20/1).

AI Tepat Guna: Automasi Cerdas untuk Hasil Nyata

N3CA Banking Platform mengintegrasikan kecerdasan buatan secara praktis dan terukur dalam berbagai proses kritis perbankan, sehingga AI menjadi bagian dari operasional dan strategi bisnis bank. Dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk. AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen. Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” jelas Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology.

Dengan N3CA Banking Platform, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah. Solusi ini hadir di tengah akselerasi transformasi digital dan adopsi AI di sektor keuangan, sekaligus menegaskan komitmen Multipolar Technology dalam mendukung industri perbankan nasional menghadapi era digital yang semakin kompetitif dengan teknologi yang tepat guna dan terukur.

“Melalui N3CA, Multipolar Technology menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi perbankan generasi baru yang mengintegrasikan core system modern, AI, open banking, dan ekosistem digital guna mendukung pertumbuhan industri keuangan di era transformasi digital. Apabila ingin mengimplementasikannya, hubungi kami,” pungkas Sujanto.

N3CA Banking Platform Bantu Percepat Transformasi Perbankan

JAKARTA, investor.id – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), anak perusahaan PT Multipolar Tbk (MLPL) yang bergerak di bidang penyediaan solusi dan layanan transformasi digital end-to-end bagi berbagai industri, termasuk sektor perbankan dan jasa keuangan di Tanah Air, terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi melalui solusi N3CA Banking Platform.

Solusi ini merupakan platform perbankan digital terintegrasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tepat guna, dirancang untuk mempercepat transformasi digital perbankan nasional dengan automasi cerdas di setiap lapisan proses bisnis.

N3CA Banking Platform menghadirkan pengalaman digital yang utuh sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology, menjelaskan, bahwa kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

N3CA Banking Platform Bantu Percepat Transformasi PerbankanDirector Business Development Multipolar Technology, Sujanto Halim bersama Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology Michael Ridwan di seminar Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

 

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Berbeda dari pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA dirancang sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer. Dilengkapi ready-to-use digital product dan business use case, N3CA mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah, baik di dalam ekosistem perbankan maupun ekosistem digital yang lebih luas.

N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi komprehensif yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform.

Fungsi Core Banking menjadi fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi perbankan dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia.

Sedangkan fungsi Orchestration Layer berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis melalui workflow automation. Sementara itu, fungsi Innovation & Experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

AI Tepat Guna

N3CA Banking Platform mengintegrasikan kecerdasan buatan secara praktis dan terukur dalam berbagai proses kritis perbankan, sehingga AI menjadi bagian dari operasional dan strategi bisnis bank.

Dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk.

AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen.

Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” jelas Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology.

Dengan N3CA Banking Platform,kata dia, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah.

Solusi ini hadir di tengah akselerasi transformasi digital dan adopsi AI di sektor keuangan, sekaligus menegaskan komitmen Multipolar Technology dalam mendukung industri perbankan nasional menghadapi era digital yang semakin kompetitif dengan teknologi yang tepat guna dan terukur.

“Melalui N3CA, Multipolar Technology menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi perbankan generasi baru yang mengintegrasikan core system modern, AI, open banking, dan ekosistem digital guna mendukung pertumbuhan industri keuangan di era transformasi digital. Apabila ingin mengimplementasikannya, hubungi kami,” pungkas Sujanto.

Akselerasi Transformasi Digital, Perbankan Bisa Adopsi Platform Berbasis AI Ini

Jakarta – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menghadirkan inovasi platform perbankan digital yang terintegrasi dan didukung kecerdasan buata (AI), N3CA Banking Platform. Solusi ini dapat membantu perbankan mempercepat transformasi digital dengan automasi cerdas di semua proses bisnis.

N3CA Banking Platform digagas sebagai jawaban atas tantangan perbankan Indonesia dalam menghadirkan pengalaman digital yang utuh sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Beda halny dengan pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA didesain sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer.

Platform ini didukung ready-to-use digital product dan business use case, sehingga bisa mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah. Baik dalam ekosistem perbankan ataupun ekosistem digital yang lebih luas.

N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform. Pertama, fungsi core banking sebagai fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia.

Kedua, fungsi orchestration layer, yang berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis lewat orkflow automation. Ketiga, fungsi innovation & experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking serta layanan perbankan siap pakai.

Dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta, beberapa waktu lalu, Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology, mengatakan, kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing. Apalagi solusi ini didukung pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jum’at, 30 Januari 2026.

Solusi ini mengintegrasikan AI secara praktis dan terukur dalam berbagai proses penting perbankan. Di platform ini, AI menjadi bagian operasional dan strategi bisnis bank. Misalnya, dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi. Ada pula chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Sementara dalam proses transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan, dan analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk. AI juga digunakan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen.

Adapun di internal perbankannya, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office. Ini akan berimbas pada meningkatkan efisiensi operasional. Bank bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” tambah Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology.

Dengan platform ini, perbankan diklaim bisa memperkuat kendali atas seluruh customer journey nasabah. AA

Multipolar Technology (MLPT) Ekspansi Produk Solusi Digital Lewat N3CA Banking

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)  memperluas portofolio solusi digitalnya lewat adopsi N3CA Banking. Platform ini jadi produk unggulan baru untuk menopang ekspansi bisnis di sektor perbankan dan jasa keuangan nasional.

Melalui platform perbankan digital terintegrasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tepat guna, MLPT menargetkan peluang pertumbuhan baru seiring meningkatnya kebutuhan bank terhadap modernisasi sistem tanpa disrupsi besar.

Director Business Development Multipolar Technology, Sujanto Halim, menjelaskan langkah ini sejalan dengan strategi MLPT untuk memperkuat posisi sebagai penyedia solusi transformasi digital end-to-end.

Menurut dia, N3CA Banking Platform bukan sekadar solusi pendukung kanal digital, melainkan sebagai platform bisnis perbankan digital yang komprehensif, mencakup core systemorchestration, hingga innovation layer dalam satu arsitektur terintegrasi.

“N3CA hadir sebagai jawaban atas tantangan industri perbankan Indonesia dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang utuh bagi nasabah. Platform ini dilengkapi dengan berbagai digital product dan business use case siap pakai, sehingga bank dapat mempercepat peluncuran layanan baru dan memperluas peran mereka di dalam maupun di luar ekosistem perbankan,” ungkap Sujanto, dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).

Dari sisi produk, N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur yang mengintegrasikan tiga fungsi utama. Core Banking menjadi fondasi untuk menjalankan transaksi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi perbankan di Indonesia.

Kemudian, Orchestration Layer berfungsi mengelola integrasi sistem dan proses bisnis melalui workflow automation.

Terakhir ada Innovation & Experience yang berperan sebagai enabler inovasi melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

Dengan pendekatan tersebut, MLPT melihat peluang pertumbuhan dari kebutuhan bank yang ingin mengembangkan layanan digital secara bertahap, tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing.

Sebagai bagian dari ekspansi produk, N3CA Banking Platform mengusung konsep AI tepat guna yang terintegrasi langsung ke dalam proses bisnis perbankan. Pada tahap onboarding nasabah, platform ini memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection, chatbot, serta asisten virtual berbahasa Indonesia.

Di sisi transaksi dan layanan, N3CA dilengkapi deteksi anomali real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan, analitik prediktif untuk pengelolaan nasabah dan produk, serta personalisasi layanan melalui rekomendasi dan analisis sentimen. Sementara itu, pemanfaatan Robotic Process Automation (RPA) di area back-office memungkinkan bank meningkatkan efisiensi operasional.

Melalui pengembangan dan komersialisasi N3CA Banking Platform, MLPT mempertegas arah ekspansi bisnisnya di tengah akselerasi transformasi digital dan adopsi AI di sektor keuangan.

Platform ini diharapkan menjadi salah satu motor pertumbuhan baru Perseroan, seiring meningkatnya permintaan solusi perbankan digital yang fleksibel, aman, dan sesuai regulasi.

“Melalui N3CA, Multipolar Technology menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi perbankan generasi baru yang mengintegrasikan core system modern, AI, open banking, dan ekosistem digital guna mendukung pertumbuhan industri keuangan di era transformasi digital. Apabila ingin mengimplementasikannya, hubungi kami,” pungkas Sujanto.