Transformasi Digital Masuk Era Frontier AI, Perusahaan Harus Bangun Fondasi Enterprise

Jakarta – Tren kecerdasan buatan (AI) terus berkembang pesat. Perkembangannya mulai masuk ke era frontier AI, yang menuntut perusahaan membangun fondasi yang mampu mendukung perkembangan AI.

Adopsi AI membuka peluang bagi perusahaan untuk memacu produktivitas, mempercepat pengambilan keputusan, hingga mengotomatisasi proses bisnis. Di sisi lain, perusahaan dituntut tidak sekadar mengadopsi AI, tapi memastikan semua kapabilitas terhubung, dikelola dengan aman, dan mampu menghasilkan nilai bisnis yang terukur.

Dalam Data & AI Forum 2026 bertema “Orchestrating Intelligence at the Heart of the Enterprise” yang digelar PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di Bali beberapa waktu lalu, Director Account Management FSI and Commercial Multipolar Technology Herryyanto mengungkapkan, penting bagi perusahaan untuk mengorkestrasi teknologi AI sebagai bagian dari sistem inti.

“Pendekatan ini menempatkan AI bukan sekadar sebagai model atau aplikasi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai sebuah sistem terpadu yang melibatkan data, platform, infrastruktur, keamanan, dan operasional bisnis,” ujar Herryyanto, dikutip dalam keterangan resmi, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia melanjutkan, kebutuhan itu semakin relevan saat perusahaan memasuki era frontier AI, yakni kategori model AI dengan kemampuan paling maju, setidaknya untuk saat ini.

Frontier AI memiliki kemampuan yang semakin luas dan mendalam, termasuk dalam penalaran, pemrograman, perencanaan, dan penggunaan perangkat untuk menyelesaikan tugas.
Batas kemampuan frontier AI pun terus bergerak seiring perkembangan teknologi. Pergeseran itu membawa AI, yang semula hanya berperan menjawab pertanyaan, menjadi memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan.

Herryyanto menambahkan, siklusnya berkembang dari asisten yang memberikan informasi, copilot yang membantu pekerjaan, AI agent yang menggunakan perangkat untuk menyelesaikan tugas, hingga sistem multi-agent yang mengoordinasikan berbagai peran dan alur kerja (workflow).

“Semakin mandiri AI bekerja, semakin penting pula tata kelola, pemantauan, dan pengawasan dari tim manusianya,” tegasnya.

Menyeimbangkan Kapabilitas AI dengan Kebutuhan Perusahaan

Multipolar Technology menilai, orkestrasi AI berarti menghubungkan data, AI agent, aplikasi, infrastruktur, dan otomasi dalam satu pendekatan enterprise. Aspek keamanan, tata kelola, kepatuhan, dan ketahanan sistem menjadi bagian dari rancangan sejak awal.

Dengan AI Framework, perusahaan bisa membangun fondasi untuk mengembangkan use case secara lebih terarah. Mulai dari tahap awal hingga implementasi yang lebih luas.

Achmad Fakhrudin, Senior Vice President Multipolar Technology, mengungkapkan, Frontier AI tidak merujuk pada merek atau model tertentu, tapi kategori kapabilitas AI paling maju pada suatu waktu.

Kapabilitas ini tentu terus berkembang, termasuk dalam penalaran, pemrograman, perencanaan, dan penggunaan perangkat.

Tapi, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai tahap tersebut. Sebut saja seperti menyeimbangkan antara kapabilitas AI dengan biaya dan kebutuhan operasional.

“Ini yang tak kalah penting,” tukasnya.

Semakin tinggi tingkat otonomi AI, semakin besar pula kebutuhan terhadap tata kelola, pemantauan, dan pengawasan manusia. Perusahaan perlu memutuskan kapabilitas yang paling sesuai untuk menyelesaikan kebutuhan secara aman dan efisien. Jangan sekadar mengadopsi teknologi tercanggih.

Salah satu pendekatan yang dibahas adalah AI Data Command Graph, yang bisa membantu perusahaan memahami keterkaitan antarlapisan dalam sistem AI enterprise.

Pendekatan ini menegaskan, AI bukan sekadar model, melainkan sistem yang melibatkan data, aplikasi, integrasi, platform, dan operasional.

Dengan pemahaman itu, perusahaan bisa merancang kontrol, observabilitas, keamanan, dan ketahanan sejak awal, bukan menambahkannya setelah solusi berjalan