Multipolar Technology Bocorkan Dua Solusi Canggih Penangkal Kejahatan Siber di Industri Ritel

Multipolar Technology menawarkan solusi penangkal kejahatan siber HPE Aruba Networking SSE dan HPE Aruba Networking Central.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Ini wajib menjadi perhatian bagi para pelaku usaha di Tanah Air. Transformasi digital memang membuat proses bisnis menjadi lebih mudah, cepat, dan murah, tetapi dalam waktu bersamaan ada bahaya yang wajib diwaspadai, yaitu ancaman kejahatan siber.

Contohnya adalah perusahaan ritel yang cabangnya di mana-mana akan menjadi sasaran empuk para penjahat siber, baik melalui malware, ransomware, file attacks, dan lain sebagainya. Apa jadinya jika tiba-tiba sistem manajemen ritel error, tak bisa diakses, yang lebih parah lagi sampai diambil alih (di-hack) oleh pihak lain?

“Itu sangat berbahaya dan harus diwaspadai,” kata Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), dalam seminar “Optimizing Network Security and Management for Enhanced Efficiency” di Pullman Jakarta Thamrin, Selasa (21/5), yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology bekerja sama dengan Helios Informatika Nusantara dan HPE.

Ia mengatakan, di balik sistem manajemen ritel ada hubungan antar-jaringan toko yang jumlahnya tidak sedikit, ada kecepatan dan keakuratan layanan transaksi yang dibutuhkan, ada begitu banyak data (big data) yang dikelola, yang semua itu bisa berhenti, bahkan hilang begitu saja, akibat kejahatan siber.

Untuk mengantisipasi hal itu, Multipolar Technology, anak perusahaan PT Multipolar Tbk (IDX: MLPL) yang fokus membantu mengautomasi proses bisnis perusahaan, membocorkan penangkalnya. Setidaknya ada dua solusi yang mampu menangkal tindak kejahatan siber di industri ritel, yakni HPE Aruba Networking SSE dan HPE Aruba Networking Central.

HPE Aruba Networking SSE, sesuai namanya, SSE, singkatan dari Secure Service Edge, adalah solusi pemantau keluar-masuk trafik dalam jaringan perusahaan secara otomatis. Berada di tepi jaringan, solusi tersebut berperan mendeteksi, memfilter, dan mengawasi keamanan trafik sedini mungkin.

Aruba SSE terdiri dari empat pilar, yaitu ZTNA (Zero Trust Network Access) yang memastikan keamanan akses ke aplikasi pada data center dan cloud, SWG (Secure Web Gateway) yang mengamankan akses ke internet dan melindungi dari malicious threat, CASB (Cloud Access Security Broker) yang mengamankan akses ke aplikasi SaaS dan melindungi dari data loss, dan DEM (Digital Experience Monitoring) yang memonitor kinerja pengguna dan melakukan troubleshoot untuk mengakses isu dari semua trafik.

Dengan penjagaan keamanan yang bersifat ZTNA dan edge-to-cloud, setiap pergerakan yang masuk ke dalam jaringan berteknologi Aruba SSE dianggap tidak ada yang bisa dipercaya, sekalipun dari internal perusahaan. Setiap kali ada permintaan akses, setiap kali itu pula proses verifikasi identitas akan dilakukan, sehingga keamanan terus terjaga.

“Konsepnya adalah memusatkan keamanan di tepi jaringan sehingga menghasilkan pengawasan yang jauh lebih ketat, respons ancaman yang lebih cepat, dan pengelolaan akses yang lebih fleksibel,” sambung Ade Wachyu, Network Group Department Head Multipolar Technology.

Begitu juga dengan HPE Aruba Networking Central, sebagai service berbasis cloud untuk mengelola perangkat wireless, switch, dan perangkat jaringan lainnya, perangkat ini memungkinkan untuk dikelola dalam satu lokasi sehingga mempermudah operasional.

Sebagai solusi Single Pane of Glass Management berbasis cloud, Aruba Central memiliki beberapa keunggulan, di antaranya dapat dengan mudah diakses dari mana pun dengan perangkat apa pun. Salah satu fitur unggulan yang membedakan Aruba Central dari kompetitornya adalah AIOps, yang dapat membantu operasional TI dalam menyelesaikan ataupun mendeteksi problem: mulai dari mendeteksi anomali dalam perangkat jaringan ataupun pada jaringan itu sendiri hingga cara penyelesaiannya.

Solusi ini cocok digunakan oleh perusahaan-perusahaan ritel, juga manufaktur, perbankan, dan lainnya yang memiliki cabang banyak, apalagi yang sudah menerapkan pola kerja karyawan dari mana saja (work from anywhere), menggunakan perangkat apa saja (bring your own device), dan aplikasi apa saja.

Oleh sebab itu, sebelum terjadi kekacauan akibat ancaman siber yang terus mengintai, Yohan menyarankan perusahaan-perusahaan di Indonesia segera menggunakan solusi Aruba SSE dan Aruba Central. “Lebih baik sedia payung sebelum hujan daripada lebih dulu menjadi korban kejahatan siber yang sangat merugikan,” katanya.

—Lukman Hqeem, TechnoBusiness ID

Canggihnya teknologi di balik penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi

JAKARTA (IndoTelko) – Kita tentu ingat, pada 1-2 dekade lalu, untuk bisa bertransaksi di infrastruktur salah satu bank kita harus memiliki kartu debit atau kartu kredit yang sama dengan bank tersebut. Jika kartu bukan keluaran dari bank yang sama tidak bisa digunakan, kalau pun bisa biaya transaksinya sangat mahal. Wajar jika kala itu banyak orang memiliki banyak kartu dari banyak bank.

Masa-masa seperti itu sudah lewat. Kini, dengan satu kartu kita bisa bertransaksi di infrastruktur bank mana pun, kapan pun, di mana pun. Lebih dari itu, belakangan ini transaksi menggunakan kartu mulai dianggap usang karena eranya sudah beralih ke serba-digital dan serba-nontunai. Dengan satu layanan pembayaran digital, kita bisa bertransaksi ke mana pun tanpa batas.

Hal ini berkat penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API) yang didorong oleh Bank Indonesia melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Menurut Dicky Kartikoyono, Asisten Gubernur Bank Indonesia, sejak 2022 SNAP menjadi standar pengembangan sistem pembayaran yang kompetitif, inovatif, aman, andal, dan terintegrasi.

Dalam seminar “Open Banking Trends 2024: Integration of Digital Payment System for Business Continuity” yang digelar oleh PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) di Fairmont Jakarta, Selasa pekan lalu, Dicky menyebutkan bahwa per kuartal 1/2024 SNAP telah diimplementasikan oleh 5.838 layanan dari 40-an sektor usaha, naik dari 2.137 layanan per kuartal 1/2023.

Pada kesempatan tersebut, Head of Product and Technology Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Tata Martadinata menambahkan, SNAP cukup menarik digunakan karena menawarkan banyak keuntungan seperti memperluas kerja sama dengan multi-partner dan membuat layanan pembayaran digital satu bank menjadi multi-channel sehingga mendongkrak pendapatan.

Tidak ada digitalisasi tanpa teknologi. Demikian juga dengan integrasi sistem pembayaran digital perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air, penggunaan teknologi sangat menentukan. Teknologi yang dibutuhkan adalah teknologi yang mampu mengintegrasikan antar-kanal, canggih, serta bebas dari ancaman error dan kejahatan siber.

Setidaknya ada dua solusi teknologi yang mampu menjadi tumpuan dalam penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi dewasa ini. Menurut Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, Jip Ivan Sutanto, dua solusi teknologi itu, yaitu API Connect dan watsonx keluaran perusahaan teknologi global IBM.

API Connect merupakan solusi pengelolaan API yang lengkap dan canggih sehingga cocok digunakan oleh perusahaan perbankan dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke ranah ekonomi API. Solusi itu dikembangkan dengan empat prinsip utama, yakni Create, Run, Manage, dan Secure.

Ia menjelaskan, API Connect memungkinkan perbankan untuk membuat, menyosialisasikan, mengelola, dan mengamankan layanannya menggunakan teknologi API, sehingga menghadirkan peluang dan mengakuisisi pelanggan baru yang pada akhirnya berbuah peningkatan pendapatan dan profit. “Semakin bervariasi kerja sama layanan yang dilakukan semakin besar pula potensi keuntungan yang didapat,” katanya.

Jika API Connect memudahkan integrasi, otentifikasi, otorisasi, dan enkripsi data dengan pihak ketiga, watsonx berperan memperkuat layanan perusahaan perbankan dengan nasabahnya. watsonx membantu nasabah memperoleh informasi layanan yang kompleks menjadi lebih cepat dan mudah dipahami berkat teknologi Generative AI yang diusungnya.

Watsonx bukan sekadar machine learning dan chatbot, melainkan juga solusi yang mampu berperan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam proses bisnis. Solusi tersebut memiliki tiga fungsi utama: watson.ai untuk mengimplementasikan model AI, watson.data untuk mengoptimalisasi penyimpanan data, dan watson.governance untuk transparansi alur kerja AI.

Dengan watsonx, nasabah perbankan dapat memperoleh informasi apa pun seputar layanan perbankan yang kompleks melalui bahasa yang lebih sederhana dan gampang dipahami. Sama seperti API Connect, pengintegrasian watsonx dengan layanan perbankan tentu saja akan menghasilkan peningkatan pendapatan dan profit.

Sejalan dengan imbauan Bank Indonesia mengenai implementasi SNAP di era pembayaran digital seperti saat ini, ada baiknya perusahaan perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air melirik solusi API Connect dan watsonx. “Sebagai IBM Platinum Business Partner, dengan dukungan tim ahli kami yang kompeten dan berpengalaman, Multipolar Technology siap membantu mengimplementasikan solusi ini agar perusahaan dapat semakin adaptif, transformatif, dan produktif,” tambahnya.

Dukung Penerapan Pembayaran Digital Terintegrasi, MLPT Sarankan Dua Solusi Teknologi Ini

Jakarta – Era eksklusivitas perbankan sudah berakhir. Kini layanan perbankan semakin terintegrasi. Apalagi transaksi melalui platform digital semakin meningkat. Transaksi menggunakan kartu semakin berkurang.

Nasabah semakin nyaman beralih ke transaksi digital dan non tunai. Dengan dukungan teknologi, layanan pembayaran digital memungkinkan nasabah bertransaksi antar bank bahkan lintas negara tanpa batas.

Semua itu memungkinkan dengan penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API) yang didorong oleh Bank Indonesia melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).

Dicky Kartikoyono, Asisten Gubernur Bank Indonesia, mengatakan sejak 2022 SNAP menjadi standar pengembangan sistem pembayaran yang kompetitif, inovatif, aman, andal, dan terintegrasi. Dicky menyebutkan bahwa per kuartal 1/2024 SNAP telah diimplementasikan oleh 5.838 layanan dari 40-an sektor usaha, naik dari 2.137 layanan per kuartal 1/2023.

“SNAP cukup menarik digunakan karena menawarkan banyak keuntungan seperti memperluas kerja sama dengan multi-partner dan membuat layanan pembayaran digital satu bank menjadi multi-channel sehingga mendongkrak pendapatan,” tambah Tata Martadinata, Head of Product and Technology Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dalam seminar “Open Banking Trends 2024: Integration of Digital Payment System for Business Continuity” yang digelar PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di Jakarta, beberapa hari lalu.

Teknologi memainkan peran penting dalam kemajuan transaksi di industri perbankan. Digitalisasi tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan teknologi. Pun demikian dengan integrasi sistem pembayaran digital perbankan dan lembaga keuangan.

Menurut Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, paling tidak ada dua solusi teknologi yang bisa menjadi tumpuan dalam penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi. Keduanya adalah API Connect dan watsonx lansiran IBM.

API Connect adalah solusi pengelolaan API yang lengkap dan canggih, sehingga cocok digunakan perbankan dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke ranah ekonomi API. Solusi itu dikembangkan dengan empat prinsip utama, yakni Create, Run, Manage, dan Secure.

“Artinya, API Connect memungkinkan perbankan untuk membuat, menyosialisasikan, mengelola, dan mengamankan layanannya menggunakan teknologi API, sehingga menghadirkan peluang dan mengakuisisi pelanggan baru yang pada akhirnya berbuah peningkatan pendapatan dan profit. Semakin bervariasi kerja sama layanan yang dilakukan semakin besar pula potensi keuntungan yang didapat,” paparnya dikutip dari keterangan resmi, Selasa, 14 Mei 2024.

Sementara, watsonx berperan memperkuat layanan perusahaan perbankan dengan nasabahnya. Solusi ini membantu nasabah memperoleh informasi layanan yang kompleks menjadi lebih cepat dan mudah dipahami. watsonx disokong teknologi Generative AI.

Jip Ivan menambahkan, watsonx bukan sekadar machine learning dan chatbot, tapi juga berperan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam proses bisnis. Solusi tersebut memiliki tiga fungsi utama: watson.ai untuk mengimplementasikan model AI, watson.data untuk mengoptimalisasi penyimpanan data, dan watson.governance untuk transparansi alur kerja AI.

Jip Ivan menyarankan industri perbankan dan lembaga keuangan untuk melirik solusi API Connect dan watsonx agar produktivitasnya meningkat.

“Sebagai IBM Platinum Business Partner, dengan dukungan tim ahli kami yang kompeten dan berpengalaman, Multipolar Technology siap membantu mengimplementasikan solusi ini agar perusahaan dapat semakin adaptif, transformatif, dan produktif,” pungkasnya.

Multipolar Technology Soroti 2 Teknologi Perbankan Terkini, Ada AI

Seiring perkembangan teknologi, sistem pembayaran digital di Indonesia semakin canggih. Tidak hanya menjadi serba digital dan nontunai, sistem pembayaran saat ini pun telah ditenagai oleh teknologi artificial intelligence (AI).

Sekitar satu hingga dua dekade lalu, jika memiliki rekening di beberapa bank, Anda akan memiliki banyak kartu. Pasalnya, untuk bisa bertransaksi di infrastruktur salah satu bank kita harus memiliki kartu debit atau kartu kredit yang sama dengan bank tersebut jika tak ingin dikenai biaya transaksi antarbank yang mahal.

Kini, dengan satu kartu kita bisa bertransaksi di infrastruktur bank mana saja, kapan saja dan di mana saja. Bahkan, belakangan ini transaksi keuangan sudah beralih ke serba-digital dan serba-nontunai. Dengan satu layanan pembayaran digital, kita bisa bertransaksi ke mana pun tanpa batas.

Kemudahan itu berkat penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API) yang didorong oleh Bank Indonesia melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Menurut Dicky Kartikoyono, Asisten Gubernur Bank Indonesia, sejak 2022 SNAP menjadi standar pengembangan sistem pembayaran yang kompetitif, inovatif, aman, andal, dan terintegrasi.

Dalam seminar “Open Banking Trends 2024: Integration of Digital Payment System for Business Continuity” yang digelar oleh PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) di Fairmont Jakarta, Selasa (7/5), Dicky menyebutkan bahwa per kuartal 1/2024, SNAP telah diimplementasikan oleh 5.838 layanan dari 40-an sektor usaha, naik dari 2.137 layanan per kuartal 1/2023.

“SNAP cukup menarik digunakan karena menawarkan banyak keuntungan seperti memperluas kerja sama dengan multi-partner dan membuat layanan pembayaran digital satu bank menjadi multi-channel sehingga mendongkrak pendapatan,” jelas Tata Martadinata, Head of Product and Technology Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

API Permudah Integrasi

Tidak ada digitalisasi tanpa teknologi. Demikian juga dengan integrasi sistem pembayaran digital perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air, penggunaan teknologi sangat menentukan. Teknologi untuk mengintegrasikan sistem pembayaran digital perbankan dan lembaga keuangan teknologi haurs mampu mengintegrasikan antarkanal, canggih, serta bebas dari ancaman error dan kejahatan siber.

Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business, Multipolar Technology menjelaskan, setidaknya ada dua solusi teknologi yang mampu menjadi tumpuan dalam penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi dewasa ini.

Menurut Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dua solusi teknologi itu, yaitu API Connect dan watsonx dari  IBM.

API Connect merupakan solusi pengelolaan API yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan perbankan dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke ranah ekonomi API. Solusi itu dikembangkan dengan empat prinsip utama, yakni Create, Run, Manage, dan Secure.

“Artinya, API Connect memungkinkan perbankan untuk membuat, menyosialisasikan, mengelola, dan mengamankan layanannya menggunakan teknologi API, sehingga menghadirkan peluang dan mengakuisisi pelanggan baru yang pada akhirnya berbuah peningkatan pendapatan dan profit. Semakin bervariasi kerja sama layanan yang dilakukan semakin besar pula potensi keuntungan yang didapat,” jelas Jip Ivan.

API Connect merupakan solusi pengelolaan API yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan perbankan dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke ranah ekonomi API. Solusi itu dikembangkan dengan empat prinsip utama, yakni Create, Run, Manage, dan Secure.

“Artinya, API Connect memungkinkan perbankan untuk membuat, menyosialisasikan, mengelola, dan mengamankan layanannya menggunakan teknologi API, sehingga menghadirkan peluang dan mengakuisisi pelanggan baru yang pada akhirnya berbuah peningkatan pendapatan dan profit. Semakin bervariasi kerja sama layanan yang dilakukan semakin besar pula potensi keuntungan yang didapat,” jelas Jip Ivan.

Menurutnya, watsonx bukan sekadar machine learning dan chatbot, melainkan juga solusi yang mampu berperan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam proses bisnis. Solusi tersebut memiliki tiga fungsi utama: watson.ai untuk mengimplementasikan model AI, watson.data untuk mengoptimalisasi penyimpanan data, dan watson.governance untuk transparansi alur kerja AI.

Dengan watsonx, nasabah perbankan dapat memperoleh informasi apa pun seputar layanan perbankan yang kompleks melalui bahasa yang lebih sederhana dan gampang dipahami.

Seperti halnya API Connect, integrasi watsonx dengan layanan perbankan disebut Jip Ivan akan menghasilkan peningkatan pendapatan dan profit.

Oleh sebab itu, sejalan dengan imbauan Bank Indonesia mengenai implementasi SNAP di era pembayaran digital, Multipolar Technology, menyarakan perusahaan perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air memanfaatkan solusi API Connect dan watsonx.

“Sebagai IBM Platinum Business Partner, dengan dukungan tim ahli kami yang kompeten dan berpengalaman, Multipolar Technology siap membantu mengimplementasikan solusi ini agar perusahaan dapat semakin adaptif, transformatif, dan produktif,” pungkas Jip Ivan Sutanto.

Menilik Kecanggihan Teknologi di Balik Penerapan Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

Iconomics – Sekitar 1 hingga 2 dekade lalu, untuk bisa bertransaksi di infrastruktur salah satu bank, nasabah harus memiliki kartu debit atau kartu kredit yang sama dengan bank tersebut.

Jika kartu bukan keluaran dari bank yang sama, tidak bisa digunakan. Kalau pun bisa, biaya transaksinya sangat mahal. Wajar, jika kala itu setiap orang rata-rata memiliki banyak kartu dari banyak bank.

Tetapi, masa-masa seperti itu sudah lewat. Kini, dengan satu kartu nasabah bisa bertransaksi di infrastruktur bank mana pun, kapan pun, dan di mana pun.

Lebih dari itu, belakangan ini transaksi menggunakan kartu mulai dianggap usang karena eranya sudah beralih ke serba-digital dan serba-nontunai. Dengan satu layanan pembayaran digital, kita bisa bertransaksi ke mana pun tanpa batas.

Semua itu berkat penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API) yang didorong oleh Bank Indonesia melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).

Dicky Kartikoyono, Asisten Gubernur Bank Indonesia mengatakan sejak 2022 SNAP menjadi standar pengembangan sistem pembayaran yang kompetitif, inovatif, aman, andal, dan terintegrasi.

“Per kuartal pertama 2024 SNAP telah diimplementasikan oleh 5.838 layanan dari 40-an sektor usaha, naik dari 2.137 layanan per kuartal pertama 2023,” ujar Dicky dalam seminar “Open Banking Trends 2024: Integration of Digital Payment System for Business Continuity” yang digelar oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) di Fairmont Jakarta, Selasa (7/5), dikutip dari keterangan pers.

Tata Martadinata, Head of Product and Technology Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menambahkan,  SNAP cukup menarik digunakan karena menawarkan banyak keuntungan seperti memperluas kerja sama dengan multi-partner dan membuat layanan pembayaran digital satu bank menjadi multi-channel sehingga mendongkrak pendapatan.

Apa teknologi di balik integrasi sistem pembayaran ini?

Tidak ada digitalisasi tanpa teknologi. Demikian juga dengan integrasi sistem pembayaran digital perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air, penggunaan teknologi sangat menentukan.

Teknologi yang dibutuhkan adalah teknologi yang mampu mengintegrasikan antar-kanal, canggih, serta bebas dari ancaman error dan kejahatan siber.

Setidaknya ada dua solusi teknologi yang mampu menjadi tumpuan dalam penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi dewasa ini.

Menurut Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dua solusi teknologi itu, yaitu API Connect dan watsonx keluaran perusahaan teknologi global IBM.

API Connect merupakan solusi pengelolaan API yang lengkap dan canggih sehingga cocok digunakan oleh perusahaan perbankan dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke ranah ekonomi API. Solusi itu dikembangkan dengan empat prinsip utama, yakni Create, Run, Manage, dan Secure.

“Artinya, API Connect memungkinkan perbankan untuk membuat, menyosialisasikan, mengelola, dan mengamankan layanannya menggunakan teknologi API, sehingga menghadirkan peluang dan mengakuisisi pelanggan baru yang pada akhirnya berbuah peningkatan pendapatan dan profit. Semakin bervariasi kerja sama layanan yang dilakukan semakin besar pula potensi keuntungan yang didapat,” jelasnya.

Jika API Connect memudahkan integrasi, otentifikasi, otorisasi, dan enkripsi data dengan pihak ketiga, watsonx berperan memperkuat layanan perusahaan perbankan dengan nasabahnya. watsonx membantu nasabah memperoleh informasi layanan yang kompleks menjadi lebih cepat dan mudah dipahami berkat teknologi Generative AI yang diusungnya.

watsonx bukan sekadar machine learning dan chatbot, melainkan juga solusi yang mampu berperan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam proses bisnis. Solusi tersebut memiliki tiga fungsi utama: watson.ai untuk mengimplementasikan model AI, watson.data untuk mengoptimalisasi penyimpanan data, dan watson.governance untuk transparansi alur kerja AI.

Dengan watsonx, nasabah perbankan dapat memperoleh informasi apa pun seputar layanan perbankan yang kompleks melalui bahasa yang lebih sederhana dan gampang dipahami. Sama seperti API Connect, pengintegrasian watsonx dengan layanan perbankan tentu saja akan menghasilkan peningkatan pendapatan dan profit.

Oleh sebab itu, sejalan dengan imbauan Bank Indonesia mengenai implementasi SNAP di era pembayaran digital seperti saat ini, ada baiknya perusahaan perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air melirik solusi API Connect dan watsonx.

“Sebagai IBM Platinum Business Partner, dengan dukungan tim ahli kami yang kompeten dan berpengalaman, Multipolar Technology siap membantu mengimplementasikan solusi ini agar perusahaan dapat semakin adaptif, transformatif, dan produktif,” ujar Jip Ivan.

Mengungkap Kecanggihan Teknologi di Balik Penerapan Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

Warta Ekonomi, Jakarta – Sekitar satu hingga dua dekade yang lalu, untuk dapat bertransaksi di infrastruktur suatu bank, nasabah harus memiliki kartu debit atau kredit yang dikeluarkan oleh bank tersebut. Jika kartu tersebut bukan keluaran dari bank yang sama, maka kartu tersebut tidak dapat digunakan atau, jika dapat digunakan, biaya transaksinya sangat mahal. Oleh karena itu, wajar jika pada masa itu banyak orang memiliki banyak kartu dari berbagai bank.

Era tersebut kini telah berlalu. Saat ini, dengan satu kartu saja kita dapat bertransaksi di infrastruktur bank mana pun, kapan pun, dan di mana pun. Lebih dari itu, belakangan ini penggunaan kartu untuk transaksi mulai dianggap usang karena telah beralih ke era digital dan nontunai. Dengan satu layanan pembayaran digital, kita bisa bertransaksi ke mana pun tanpa batas.

Semua ini berkat penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API) yang didorong oleh Bank Indonesia melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Menurut Dicky Kartikoyono, Asisten Gubernur Bank Indonesia, sejak tahun 2022 SNAP telah menjadi standar pengembangan sistem pembayaran yang kompetitif, inovatif, aman, andal, dan terintegrasi.

Dalam seminar “Open Banking Trends 2024: Integration of Digital Payment System for Business Continuity” yang diselenggarakan oleh PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) di Fairmont Jakarta, Selasa (7/5), Dicky mengungkapkan bahwa per kuartal pertama tahun 2024, SNAP telah diimplementasikan oleh 5.838 layanan dari sekitar 40 sektor usaha, naik dari 2.137 layanan per kuartal pertama tahun 2023.

“SNAP sangat menarik digunakan karena menawarkan banyak keuntungan seperti memperluas kerja sama dengan berbagai mitra dan menjadikan layanan pembayaran digital satu bank menjadi multi-channel, sehingga mendongkrak pendapatan,” tambah Tata Martadinata, Kepala Produk dan Teknologi Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Digitalisasi tidak mungkin terlaksana tanpa teknologi. Hal ini juga berlaku untuk integrasi sistem pembayaran digital perbankan dan lembaga keuangan di Indonesia, di mana penggunaan teknologi memainkan peran yang sangat penting. Teknologi yang diperlukan adalah teknologi yang mampu mengintegrasikan berbagai kanal, canggih, serta bebas dari ancaman kesalahan dan kejahatan siber.

Terdapat setidaknya dua solusi teknologi yang menjadi andalan dalam penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi saat ini. Menurut Jip Ivan Sutanto, Direktur Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dua solusi teknologi tersebut adalah API Connect dan watsonx yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi global IBM.

API Connect merupakan solusi pengelolaan API yang lengkap dan canggih sehingga cocok digunakan oleh perusahaan perbankan dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke ranah ekonomi API. Solusi itu dikembangkan dengan empat prinsip utama, yakni Create, Run, Manage, dan Secure.

“Artinya, API Connect memungkinkan perbankan untuk membuat, menyosialisasikan, mengelola, dan mengamankan layanannya menggunakan teknologi API, sehingga menghadirkan peluang dan mengakuisisi pelanggan baru yang pada akhirnya berbuah peningkatan pendapatan dan profit. Semakin bervariasi kerja sama layanan yang dilakukan semakin besar pula potensi keuntungan yang didapat,” jelasnya.

Jika API Connect memudahkan integrasi, otentifikasi, otorisasi, dan enkripsi data dengan pihak ketiga, watsonx berperan memperkuat layanan perusahaan perbankan dengan nasabahnya. watsonx membantu nasabah memperoleh informasi layanan yang kompleks menjadi lebih cepat dan mudah dipahami berkat teknologi Generative AI yang diusungnya.

atsonx bukan sekadar machine learning dan chatbot, melainkan juga solusi yang mampu berperan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam proses bisnis. Solusi tersebut memiliki tiga fungsi utama: watson.ai untuk mengimplementasikan model AI, watson.data untuk mengoptimalisasi penyimpanan data, dan watson.governance untuk transparansi alur kerja AI.

Dengan watsonx, nasabah perbankan dapat memperoleh informasi apa pun seputar layanan perbankan yang kompleks melalui bahasa yang lebih sederhana dan gampang dipahami. Sama seperti API Connect, pengintegrasian watsonx dengan layanan perbankan tentu saja akan menghasilkan peningkatan pendapatan dan profit.

Oleh sebab itu, sejalan dengan imbauan Bank Indonesia mengenai implementasi SNAP di era pembayaran digital seperti saat ini, ada baiknya perusahaan perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air melirik solusi API Connect dan watsonx.

“Sebagai IBM Platinum Business Partner, dengan dukungan tim ahli kami yang kompeten dan berpengalaman, Multipolar Technology siap membantu mengimplementasikan solusi ini agar perusahaan dapat semakin adaptif, transformatif, dan produktif,” ujar Jip Ivan.

Mengungkap Kecanggihan Teknologi di Balik Penerapan Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

INDUSTRY.co.id, Jakarta– Dulu, di era eksklusivitas perbankan sekitar 1-2 dekade lalu, untuk bisa bertransaksi di infrastruktur salah satu bank kita harus memiliki kartu debit atau kartu kredit yang sama dengan bank tersebut. Jika kartu bukan keluaran dari bank yang sama tidak bisa digunakan, kalau pun bisa biaya transaksinya sangat mahal. Wajar jika kala itu banyak orang memiliki banyak kartu dari banyak bank.

Masa-masa seperti itu sudah lewat. Kini, dengan satu kartu kita bisa bertransaksi di infrastruktur bank mana pun, kapan pun, di mana pun. Lebih dari itu, belakangan ini transaksi menggunakan kartu mulai dianggap usang karena eranya sudah beralih ke serba-digital dan serba-nontunai. Dengan satu layanan pembayaran digital, kita bisa bertransaksi ke mana pun tanpa batas.

Semua itu berkat penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API) yang didorong oleh Bank Indonesia melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Menurut Dicky Kartikoyono, Asisten Gubernur Bank Indonesia, sejak 2022 SNAP menjadi standar pengembangan sistem pembayaran yang kompetitif, inovatif, aman, andal, dan terintegrasi.

Dalam seminar “Open Banking Trends 2024: Integration of Digital Payment System for Business Continuity” yang digelar oleh PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) di Fairmont Jakarta, Selasa (7/5), Dicky menyebutkan bahwa per kuartal 1/2024 SNAP telah diimplementasikan oleh 5.838 layanan dari 40-an sektor usaha, naik dari 2.137 layanan per kuartal 1/2023.

“SNAP cukup menarik digunakan karena menawarkan banyak keuntungan seperti memperluas kerja sama dengan multi-partner dan membuat layanan pembayaran digital satu bank menjadi multi-channel sehingga mendongkrak pendapatan,” tambah    Tata Martadinata, Head of Product and Technology Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Peran Teknologi

Tidak ada digitalisasi tanpa teknologi. Demikian juga dengan integrasi sistem pembayaran digital perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air, penggunaan teknologi sangat menentukan. Teknologi yang dibutuhkan adalah teknologi yang mampu mengintegrasikan antar-kanal, canggih, serta bebas dari ancaman error dan kejahatan siber.

Setidaknya ada dua solusi teknologi yang mampu menjadi tumpuan dalam penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi dewasa ini. Menurut Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dua solusi teknologi itu, yaitu API Connect dan watsonx keluaran perusahaan teknologi global IBM.

API Connect merupakan solusi pengelolaan API yang lengkap dan canggih sehingga cocok digunakan oleh perusahaan perbankan dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke ranah ekonomi API. Solusi itu dikembangkan dengan empat prinsip utama, yakni Create, Run, Manage, dan Secure.

“Artinya, API Connect memungkinkan perbankan untuk membuat, menyosialisasikan, mengelola, dan mengamankan layanannya menggunakan teknologi API, sehingga menghadirkan peluang dan mengakuisisi pelanggan baru yang pada akhirnya berbuah peningkatan pendapatan dan profit. Semakin bervariasi kerja sama layanan yang dilakukan semakin besar pula potensi keuntungan yang didapat,” jelasnya.

Jika API Connect memudahkan integrasi, otentifikasi, otorisasi, dan enkripsi data dengan pihak ketiga, watsonx berperan memperkuat layanan perusahaan perbankan dengan nasabahnya. watsonx membantu nasabah memperoleh informasi layanan yang kompleks menjadi lebih cepat dan mudah dipahami berkat teknologi Generative AI yang diusungnya.

watsonx bukan sekadar machine learning dan chatbot, melainkan juga solusi yang mampu berperan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam proses bisnis. Solusi tersebut memiliki tiga fungsi utama: watson.ai untuk mengimplementasikan model AI, watson.data untuk mengoptimalisasi penyimpanan data, dan watson.governance untuk transparansi alur kerja AI.

Dengan watsonx, nasabah perbankan dapat memperoleh informasi apa pun seputar layanan perbankan yang kompleks melalui bahasa yang lebih sederhana dan gampang dipahami. Sama seperti API Connect, pengintegrasian watsonx dengan layanan perbankan tentu saja akan menghasilkan peningkatan pendapatan dan profit.

Oleh sebab itu, sejalan dengan imbauan Bank Indonesia mengenai implementasi SNAP di era pembayaran digital seperti saat ini, ada baiknya perusahaan perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air melirik solusi API Connect dan watsonx. “Sebagai IBM Platinum Business Partner, dengan dukungan tim ahli kami yang kompeten dan berpengalaman, Multipolar Technology siap membantu mengimplementasikan solusi ini agar perusahaan dapat semakin adaptif, transformatif, dan produktif,” ujar Jip Ivan.

Mengungkap Kecanggihan Teknologi di Balik Penerapan Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

SAAT ini dengan satu kartu kita bisa bertransaksi di infrastruktur bank mana pun, kapan pun, di mana pun. Lebih dari itu, belakangan ini transaksi menggunakan kartu mulai dianggap usang karena eranya sudah beralih ke serba-digital dan serba-nontunai. Dengan satu layanan pembayaran digital, kita bisa bertransaksi ke mana pun tanpa batas.

Ini berbeda dengan waktu dulu, di era eksklusivitas perbankan sekitar 1-2 dekade lalu, untuk bisa bertransaksi di infrastruktur salah satu bank kita harus memiliki kartu debit atau kartu kredit yang sama dengan bank tersebut. Jika kartu bukan keluaran dari bank yang sama tidak bisa digunakan, kalau pun bisa biaya transaksinya sangat mahal. Wajar jika kala itu banyak orang memiliki banyak kartu dari banyak bank.

Semua itu berkat penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi berbasis Application Programming Interface (API) yang didorong oleh Bank Indonesia melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Menurut Dicky Kartikoyono, Asisten Gubernur Bank Indonesia, sejak 2022 SNAP menjadi standar pengembangan sistem pembayaran yang kompetitif, inovatif, aman, andal, dan terintegrasi.

Dalam seminar “Open Banking Trends 2024: Integration of Digital Payment System for Business Continuity” yang digelar oleh PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) di Fairmont Jakarta, Selasa (7/5), Dicky menyebutkan bahwa per kuartal 1/2024 SNAP telah diimplementasikan oleh 5.838 layanan dari 40-an sektor usaha, naik dari 2.137 layanan per kuartal 1/2023.

“SNAP cukup menarik digunakan karena menawarkan banyak keuntungan seperti memperluas kerja sama dengan multi-partner dan membuat layanan pembayaran digital satu bank menjadi multi-channel sehingga mendongkrak pendapatan,” tambah Tata Martadinata, Head of Product and Technology Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Tidak ada digitalisasi tanpa teknologi. Demikian juga dengan integrasi sistem pembayaran digital perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air, penggunaan teknologi sangat menentukan. Teknologi yang dibutuhkan adalah teknologi yang mampu mengintegrasikan antar-kanal, canggih, serta bebas dari ancaman error dan kejahatan siber.

Setidaknya ada dua solusi teknologi yang mampu menjadi tumpuan dalam penerapan sistem pembayaran digital terintegrasi dewasa ini. Menurut Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dua solusi teknologi itu, yaitu API Connect dan watsonx keluaran perusahaan teknologi global IBM.

API Connect merupakan solusi pengelolaan API yang lengkap dan canggih sehingga cocok digunakan oleh perusahaan perbankan dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke ranah ekonomi API. Solusi itu dikembangkan dengan empat prinsip utama, yakni Create, Run, Manage, dan Secure.

“Artinya, API Connect memungkinkan perbankan untuk membuat, menyosialisasikan, mengelola, dan mengamankan layanannya menggunakan teknologi API, sehingga menghadirkan peluang dan mengakuisisi pelanggan baru yang pada akhirnya berbuah peningkatan pendapatan dan profit. Semakin bervariasi kerja sama layanan yang dilakukan semakin besar pula potensi keuntungan yang didapat,” jelasnya.

Jika API Connect memudahkan integrasi, otentifikasi, otorisasi, dan enkripsi data dengan pihak ketiga, watsonx berperan memperkuat layanan perusahaan perbankan dengan nasabahnya. watsonx membantu nasabah memperoleh informasi layanan yang kompleks menjadi lebih cepat dan mudah dipahami berkat teknologi Generative AI yang diusungnya.

Watsonx bukan sekadar machine learning dan chatbot, melainkan juga solusi yang mampu berperan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam proses bisnis. Solusi tersebut memiliki tiga fungsi utama: watson.ai untuk mengimplementasikan model AI, watson.data untuk mengoptimalisasi penyimpanan data, dan watson.governance untuk transparansi alur kerja AI.

Dengan watsonx, nasabah perbankan dapat memperoleh informasi apa pun seputar layanan perbankan yang kompleks melalui bahasa yang lebih sederhana dan gampang dipahami. Sama seperti API Connect, pengintegrasian watsonx dengan layanan perbankan tentu saja akan menghasilkan peningkatan pendapatan dan profit.

Oleh sebab itu, sejalan dengan imbauan Bank Indonesia mengenai implementasi SNAP di era pembayaran digital seperti saat ini, ada baiknya perusahaan perbankan dan lembaga keuangan di Tanah Air melirik solusi API Connect dan watsonx. “Sebagai IBM Platinum Business Partner, dengan dukungan tim ahli kami yang kompeten dan berpengalaman, Multipolar Technology siap membantu mengimplementasikan solusi ini agar perusahaan dapat semakin adaptif, transformatif, dan produktif,” ujar Jip Ivan. (H-2)

Aplikasi MailApp dan EIMS Multipolar Technology Bantu Percepat Proses Bisnis Perusahaan

Warta Ekonomi, Jakarta – Dalam kegiatan operasional sehari-hari, pernahkah Anda harus menunggu dua atau tiga hari, bahkan seminggu, untuk mendapatkan tanda tangan sang bos hanya karena ia sedang ke luar kota?

Atau, mungkin gaji karyawan perusahaan sempat tertunda disebabkan direktur keuangan yang belum kembali dari luar negeri?

Kasus semacam itu tetap saja ada yang mengalaminya, meski kita berada di era hiperkompetitif yang menuntut proses bisnis harus cepat, cepat, dan cepat. Sudah menjadi hukum alam bahwa “siapa cepat dia dapat”. Artinya, perusahaan yang lambat tidak akan selamat dan tersingkir dari kancah persaingan yang luar biasa ketat.

Oleh sebab itu, transformasi bisnis ke sistem digital sangatlah penting. Seperti kita ketahui, untuk mengakomodasi persetujuan dari pengambil keputusan, misalnya, saat ini sudah banyak layanan tanda tangan elektronik (e-sign); untuk mempermudah penagihan sudah ada meterai elektronik (e-meterai); dan lainnya yang dapat digunakan perusahaan agar semakin gesit.

Agar tidak terjadi penundaan pembubuhan tanda tangan dari sang bos seperti kasus tadi, PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), anak usaha PT Multipolar Tbk (IDX: MLPL) yang fokus membantu automasi proses bisnis berbagai perusahaan, bahkan mempunyai solusi yang lebih canggih dari sekadar memenuhi kebutuhan tersebut, yaitu solusi MailApp.

Jip Ivan, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, mengatakan, MailApp merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaannya untuk membantu pengelolaan dan pengadministrasian dokumen seperti surat, formulir, kontrak, dan sejenisnya secara elektronik, terpadu, dan otomatis.

“Jadi, kalau ada surat-menyurat, pengisian formulir, atau persetujuan kontrak kerja sama, pembubuhan paraf dan tanda tangannya dapat dilakukan dari mana saja sehingga tidak mengganggu proses bisnis,” katanya. Lebih dari itu, aplikasi MailApp yang user friendly juga membantu mempermudah pemantauan proses pembuatan dan persetujuan, serta pencarian dokumen yang tersimpan secara cepat dan tepat.

MailApp pun mampu mengingatkan jadwal perpanjangan (renewal) sebuah kontrak melalui notifikasi. “Aplikasi ini cocok digunakan oleh perusahaan-perusahaan finansial, manufaktur, ritel, konsultasi hukum, pemerintahan, healthcare, pariwisata, dan lainnya yang melibatkan ribuan dokumen dalam bisnisnya,” ungkap Jip Ivan.

Serba-otomatis

Jika surat-menyurat dan pengadministrasian dokumen perlu dikelola menggunakan aplikasi MailApp, Multipolar Technology juga mengembangkan solusi yang berfungsi untuk mengelola pemeliharaan banyak aset perusahaan seperti anjungan tunai mandiri atau menara base transceiver station yang tersebar di ratusan hingga ribuan site secara otomatis.

Karena asetnya amat banyak, dibutuhkan pendataan lokasi, penjadwalan dan dokumentasi kegiatan pemeliharaan, pencatatan perizinan, pengingat jadwal perpanjangan perizinan, bahkan pencarian dan pengkajian lokasi instalasi baru, dan semacamnya dengan baik. Selama ini, proses pencatatan dan pengawasannya dilakukan secara manual sehingga cukup merepotkan dengan hasil yang cenderung lama dan tidak akurat.

Dengan Equipment Information Management System (EIMS), aplikasi yang dikembangkan oleh Multipolar Technology itu, pengelolaan pemeliharaan aset perusahaan yang tersebar di mana-mana dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Aplikasi yang end-to-end tersebut memungkinkan perusahaan mengelola aset secara mudah, terintegrasi, otomatis, efisien, dan real-time.

Erlina, Process Automation Solution Services Head Multipolar Technology, menjelaskan, data pemantauan tersaji dalam single database sehingga bermanfaat untuk bahan pertimbangan saat melakukan pengambilan keputusan bisnis perusahaan.

“Sebab, data yang tersaji termasuk realisasi budget, produktivitas dan profitabilitas aset, dan lain sebagainya,” katanya.

Tambahnya lagi, pengembangan EIMS telah mengikuti tren teknologi dengan mengadopsi Artificial Intelligent (AI), Internet of Thing (IoT), dan Radio Frequency Identification (RFID). Misalnya saat ini EIMS sudah mengadopsi machine learning dalam menganalisa image yang diperoleh dari kegiatan pemeliharaan, mengaplikasikan IoT untuk automasi perekaman data yang sifatnya berulang dalam interval waktu yang singkat, dan menggunakan RFID untuk pelacakan perpindahan lokasi perangkat atau aset.

Jadi, jika aplikasi MailApp berfungsi untuk mengelola serta mengadministrasikan surat-menyurat dan dokumen, EIMS berperan penting untuk memantau status, produktivitas, hingga hasil aset-aset atau perangkat-perangkat perusahaan.

Keduanya menjadi penyokong proses bisnis menjadi serba-cepat dan pada akhirnya menguntungkan.

Pelanggaran data meningkat, ini solusi dari Multipolar Technology

JAKARTA (IndoTelko) – Proses bisnis dan layanan perusahaan-perusahaan dewasa ini semakin canggih, namun jumlah kasus pelanggaran data (data breach) dengan beragam modus, mulai dari malware, phishing, ransomware, social engineering, business e-mail compromise, hingga lainnya juga terus meningkat.

Berdasarkan data Statista, selama kuartal 4/2023 saja, jumlah pelanggaran data di seluruh dunia mencapai lebih dari 8 juta kasus. Dampak yang paling umum dari pelanggaran data adalah kerugian finansial atau gangguan bisnis. Sepanjang 2023, kerugian akibat pelanggaran data bisnis global tercatat mencapai sekitar US$4,45 juta.

Meski insiden pelanggaran data paling banyak dialami oleh organisasi administrasi publik dan lembaga keuangan, bukan berarti sektor-sektor lain terbebas dari ancaman. Perusahaan-perusahaan di negara berkembang seperti Indonesia bahkan menjadi sasaran empuk para penjahat siber untuk melakukan aksi pelanggaran data.

Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology, Jip Ivan Sutanto, mengingatkan akan kasus pelanggaran data yang menimpa sebuah bank syariah terbesar di Indonesia hampir setahun lalu. “Itu menggambarkan bahwa bank besar pun tak bisa lepas dari ancaman pelanggaran data,” katanya.

Perusahaan-perusahaan di sektor telekomunikasi, transportasi, pariwisata, pendidikan, pertambangan, ritel, dan lainnya bisa saja menjadi korban pelanggaran data berikutnya. Oleh sebab itu, sebagai perusahaan yang fokus membantu automasi bisnis berbagai sektor, Multipolar Technology menawarkan beberapa solusi penangkalnya.

IBM QRadar Suite dan IBM QRadar EDR, misalnya, merupakan dua solusi yang ditawarkan oleh Multipolar Technology karena kemampuannya menghalau serangan keamanan siber sejak dini. QRadar Suite termasuk solusi keamanan siber modern yang bersifat extended detection response (XDR).

Solusi itu dapat digabungkan dengan solusi endpoint detection and response (EDR), security information and event management (SIEM), dan security orchestration and automation response (SOAR) menjadi satu alur kerja komprehensif. Dengan rangkaian solusi itu, ancaman pelanggaran data bisa dicegah karena gerak-geriknya terpantau melalui dashboard.

Sementara IBM QRadar EDR, menurut SIEM Product Manager Multipolar Technology Oky Yoewono, berperan melengkapi solusi IBM QRadar Suite. Teknologi AI dan NanoOS yang dimilikinya mampu mendeteksi dan meremediasi ancaman yang dikenal maupun tidak pada endpoint secara mudah, otomatis, real-time, dan tanpa diketahui oleh penyerang.

Sekarang ini pola kerja berubah. Karyawan acap kali bekerja dari mana saja (work from anywhere) alih-alih harus masuk ke kantor setiap hari. Cara baru itu menyenangkan, tetapi tanpa disadari juga berbuah ancaman. Sebab, tidak semua koneksi internet di luar kantor terproteksi dengan baik sehingga bisa jadi celah masuknya tindak pelanggaran data perusahaan.

Untuk menangkal adanya tindak kejahatan siber dari pola kerja baru itu, Multipolar Technology pun mengusung dua solusi lain, yakni Cisco Umbrella dan Cisco Secure Email Threat Defense. Umbrella penting digunakan oleh perusahaan di era digital karena mampu merekam siapa mengakses apa dan menghentikan sesegera mungkin jika terjadi serangan.

Umbrella bekerja dengan mengontrol trafik domain name server sehingga memudahkan tim teknologi informasi dalam mengatur akses internet dari setiap karyawan secara terpusat. Gary Adrian, Head Presales Network, Multipolar Technology mengatakan solusi itu secara komprehensif mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dan berbahaya seperti Newly Seen Domain, Cryptomining Domain, dan DNS Tunneling.

Proses surat-menyurat melalui e-mail dalam praktik bekerja dari mana saja juga bisa menjadi ancaman. Itu menjadi tugas dari Cisco Secure Email Threat Defense. Solusi tersebut memberikan perlindungan dari pelanggaran data yang masuk melalui e-mail dengan cara mendeteksi, mencegah, memblokir, dan memulihkan secara end-to-end.

Sama seperti QRadar Suite dan QRadar EDR, solusi Umbrella dan Secure Email Threat Defense dapat memberikan peringatan (alerts) dan mereduksinya sedini mungkin jika terjadi ancaman. Yang menrik, solusi-solusi itu dapat berjalan di atas infrastruktur on-premise, on-cloud, atau kolaborasi keduanya alias hybrid cloud.

Untuk membantu perusahaan dalam mengantisipasi adanya fraud, solusi VisionAnalytics Modul Fraud Detection System mampu memberikan perlindungan keamanan transaksi bukan hanya dari sisi core business dan layanan channel, melainkan juga dari sisi user. Caranya antara lain dengan menganalisis kebiasaan, perangkat yang digunakan, dan jenis transaksi yang dilakukan. Solusi ini akan berperan membantu mengantisipasi kejahatan finansial yang semakin masif dengan memprediksi kemungkinan terjadinya penipuan secara real-time, melakukan pengawasan secara aktif terhadap setiap aktivitas transaksi yang dilakukan user, mengidentifikasi nasabah itu riil atau fiktif.

Itu hanya sedikit contoh solusi yang ditawarkan oleh Multipolar Technology untuk mendukung perusahaan-perusahaan di Indonesia terhindar dari kasus pelanggaran data. “Masih banyak solusi keamanan siber lain yang mungkin bisa dicoba. Kami siap membantu perusahaan-perusahaan jika ingin mengimplementasikannya,” ujar Jip Ivan.