Penjahat Siber Incar Industri Ritel, Multipolar Technology Bocorkan Dua Solusi Penangkalnya

INDOPOS.CO.ID – Ini wajib menjadi perhatian bagi para pelaku usaha di Tanah Air. Transformasi digital memang membuat proses bisnis menjadi lebih mudah, cepat, dan murah, tetapi dalam waktu bersamaan ada bahaya yang wajib diwaspadai, yaitu ancaman kejahatan siber.

Contohnya adalah perusahaan ritel yang cabangnya di mana-mana akan menjadi sasaran empuk para penjahat siber, baik melalui malware, ransomware, file attacks, dan lain sebagainya. Apa jadinya jika tiba-tiba sistem manajemen ritel error, tak bisa diakses, yang lebih parah lagi sampai diambil alih (di-hack) oleh pihak lain?

“Itu sangat berbahaya dan harus diwaspadai,” kata Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), dalam seminar “Optimizing Network Security and Management for Enhanced Efficiency” di Pullman Jakarta Thamrin, Selasa (21/5), yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology bekerja sama dengan Helios Informatika Nusantara dan HPE.

Ia mengatakan, di balik sistem manajemen ritel ada hubungan antar-jaringan toko yang jumlahnya tidak sedikit, ada kecepatan dan keakuratan layanan transaksi yang dibutuhkan, ada begitu banyak data (big data) yang dikelola, yang semua itu bisa berhenti, bahkan hilang begitu saja, akibat kejahatan siber.

Untuk mengantisipasi hal itu, Multipolar Technology, anak perusahaan PT Multipolar Tbk (IDX: MLPL) yang fokus membantu mengautomasi proses bisnis perusahaan, membocorkan penangkalnya. Setidaknya ada dua solusi yang mampu menangkal tindak kejahatan siber di industri ritel, yakni HPE Aruba Networking SSE dan HPE Aruba Networking Central.

HPE Aruba Networking SSE, sesuai namanya, SSE, singkatan dari Secure Service Edge, adalah solusi pemantau keluar-masuk trafik dalam jaringan perusahaan secara otomatis. Berada di tepi jaringan, solusi tersebut berperan mendeteksi, memfilter, dan mengawasi keamanan trafik sedini mungkin.

Aruba SSE terdiri dari empat pilar, yaitu ZTNA (Zero Trust Network Access) yang memastikan keamanan akses ke aplikasi pada data center dan cloud, SWG (Secure Web Gateway) yang mengamankan akses ke internet dan melindungi dari malicious threat, CASB (Cloud Access Security Broker) yang mengamankan akses ke aplikasi SaaS dan melindungi dari data loss, dan DEM (Digital Experience Monitoring) yang memonitor kinerja pengguna dan melakukan troubleshoot untuk mengakses isu dari semua trafik.

Dengan penjagaan keamanan yang bersifat ZTNA dan edge-to-cloud, setiap pergerakan yang masuk ke dalam jaringan berteknologi Aruba SSE dianggap tidak ada yang bisa dipercaya, sekalipun dari internal perusahaan. Setiap kali ada permintaan akses, setiap kali itu pula proses verifikasi identitas akan dilakukan, sehingga keamanan terus terjaga.

“Konsepnya adalah memusatkan keamanan di tepi jaringan sehingga menghasilkan pengawasan yang jauh lebih ketat, respons ancaman yang lebih cepat, dan pengelolaan akses yang lebih fleksibel,” sambung Ade Wachyu, Network Group Department Head Multipolar Technology.

Begitu juga dengan HPE Aruba Networking Central, sebagai service berbasis cloud untuk mengelola perangkat wireless, switch, dan perangkat jaringan lainnya, perangkat ini memungkinkan untuk dikelola dalam satu lokasi sehingga mempermudah operasional.

Sebagai solusi Single Pane of Glass Management berbasis cloud, Aruba Central memiliki beberapa keunggulan, di antaranya dapat dengan mudah diakses dari mana pun dengan perangkat apa pun. Salah satu fitur unggulan yang membedakan Aruba Central dari kompetitornya adalah AIOps, yang dapat membantu operasional TI dalam menyelesaikan ataupun mendeteksi problem: mulai dari mendeteksi anomali dalam perangkat jaringan ataupun pada jaringan itu sendiri hingga cara penyelesaiannya.

Solusi ini cocok digunakan oleh perusahaan-perusahaan ritel, juga manufaktur, perbankan, dan lainnya yang memiliki cabang banyak, apalagi yang sudah menerapkan pola kerja karyawan dari mana saja (work from anywhere), menggunakan perangkat apa saja (bring your own device), dan aplikasi apa saja.

Oleh sebab itu, sebelum terjadi kekacauan akibat ancaman siber yang terus mengintai, Yohan menyarankan perusahaan-perusahaan di Indonesia segera menggunakan solusi Aruba SSE dan Aruba Central. “Lebih baik sedia payung sebelum hujan daripada lebih dulu menjadi korban kejahatan siber yang sangat merugikan,” katanya. (ibs)

Multipolar Technology Ungkap Dua Solusi Industri Ritel Tangkal Serangan Siber

Jakarta – Perusahaan ritel tidak lepas dari incaran para penjahat siber. Dengan cabang yang tersebar di mana-mana, perusahaan ritel memang bisa menjadi sasaran empuk penjahat siber. Serangan siber bisa dilakukan melalui malware, ransomware, file attacks, dan lain sebagainya.

Maka itu, keamanan siber harus menjadi perhatian bagi pelaku usaha ritel di Indonesia. Akan sangat bahaya bila tiba-tiba sistem manajemen ritel error, tak bisa diakses, atau bahkan diambil alih pihak lain.

“Itu sangat berbahaya dan harus diwaspadai,” ujar Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dalam keterangan resmi, Selasa, 28 Mei 2024.

Dalam seminar bertajuk “Optimizing Network Security and Management for Enhanced Efficiency” yang diselenggarakan Multipolar Technology, Helios Informatika Nusantara dan HPE di Jakarta, beberapa hari lalu, Yohan mengatakan, di balik sistem manajemen ritel ada hubungan antar jaringan toko yang jumlahnya tidak sedikit.

Lalu, kata Yohan, ada kecepatan dan keakuratan layanan transaksi yang dibutuhkan, dan banyak data (big data) yang dikelola. Jika semua itu terhenti, bahkan hilang begitu saja akibat serangan siber, pengusaha ritel akan menderita kerugian besar.

Sebagai upaya memitigasi risiko tersebut, MLPT yang merupakan anak usaha PT Multipolar Tbk (MLPL), mengungkapkan solusi penangkalnya. Setidaknya ada dua solusi yang mampu menangkal tindak kejahatan siber di industri ritel, yakni HPE Aruba Networking SSE dan HPE Aruba Networking Central.

HPE Aruba Networking SSE, sesuai namanya, SSE (Secure Service Edge), adalah solusi pemantau keluar-masuk trafik dalam jaringan perusahaan secara otomatis. Solusi ini berperan mendeteksi, memfilter, dan mengawasi keamanan trafik sedini mungkin.

Aruba SSE terdiri dari empat pilar, yaitu ZTNA (Zero Trust Network Access), SWG (Secure Web Gateway), CASB (Cloud Access Security Broker), dan DEM (Digital Experience Monitoring). Penjagaan keamanan bersifat ZTNA dan edge-to-cloud, membuat setiap pergerakan masuk ke dalam jaringan berteknologi Aruba SSE dianggap tidak bisa dipercaya, sekalipun dari internal perusahaan. Setiap kali ada permintaan akses, akan dilakukan verifikasi.

“Konsepnya adalah memusatkan keamanan di tepi jaringan sehingga menghasilkan pengawasan yang jauh lebih ketat, respons ancaman yang lebih cepat, dan pengelolaan akses yang lebih fleksibel,” tambah Ade Wachyu, Network Group Department Head MLPT.

Adapun HPE Aruba Networking Central, sebagai service berbasis cloud untuk mengelola perangkat wireless, switch, dan perangkat jaringan lainnya. Perangkat ini bisa dikelola dalam satu lokasi sehingga mempermudah operasional.

Aruba Central memiliki beberapa keunggulan, di antaranya mudah diakses dari mana pun dengan perangkat apa pun. Salah satu fitur unggulan yang membedakan Aruba Central adalah AIOps, yang dapat membantu operasional TI dalam menyelesaikan ataupun mendeteksi problem. Mulai dari mendeteksi anomali dalam perangkat jaringan ataupun pada jaringan itu sendiri hingga cara penyelesaiannya.

Solusi ini cocok digunakan oleh perusahaan-perusahaan ritel, juga manufaktur, perbankan, dan lainnya yang memiliki cabang banyak, apalagi yang sudah menerapkan pola kerja karyawan dari mana saja (work from anywhere), menggunakan perangkat apa saja (bring your own device), dan aplikasi apa saja.

Solusi Big Data VisionAnalytics Multipolar Technology Bisa Perkuat Perbankan dalam Menangkal Fraud

Warta Ekonomi, Jakarta –

Digitalisasi layanan perbankan telah mengubah pola transaksi masyarakat di Tanah Air dari semula masih konvensional seperti harus berkunjung ke kantor kas atau anjungan tunai mandiri (ATM) menjadi cukup menggunakan ponsel atau laptop saja.

Proses yang makin mudah itu membuat nilai transaksi melalui digital banking terus meningkat cepat. Bahkan, per Oktober 2022, berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi digital banking nasional naik hingga 38,38% jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya menjadi Rp5.184,1 triliun.

Dalam waktu yang sama, nilai transaksi uang elektronik juga tumbuh sebesar 20,19% menjadi Rp35,1 triliun. Pertumbuhan transaksi-transaksi itu mengartikan bahwa sistem digitalisasi layanan perbankan sudah diterima dan diadopsi secara lebih luas oleh masyarakat, termasuk untuk pembayaran belanja online.

Masalahnya, makin canggih teknologi, makin canggih pula modus kejahatan siber yang terus berupaya menyerangnya. Karena itu, untuk membantu perbankan dalam mengantisipasi adanya fraudPT Multipolar Technology Tbk menghadirkan solusi VisionAnalytics dan Fraud Detection System.

Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dalam BPD Forum 2023 di Legian, Bali, pada Kamis (16/2), mengatakan, VisionAnalytics merupakan solusi end-to-end big data keluaran Multipolar Technology dengan Cloudera sebagai platform utamanya.

“Seperti diketahui, makin besar dan bervariasinya data yang berkembang telah mendorong perbankan untuk memiliki platform yang bisa menyimpan, mengolah, dan mengalisisnya secara cepat dan akurat sehingga menghasilkan informasi yang bernilai, mendukung pengambilan keputusan, dan pengembangan bisnis bank,” katanya, dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (17/2).

Solusi VisionAnalytics Multipolar Technology dilengkapi dengan tempat penyimpanan data (data lake) berbasis Hadoop, data engineering untuk transformasi, data warehouse untuk menyimpan data analyticsoperational database untuk real-time processing, dan machine learning untuk melakukan prediksi data.

Solusi VisionAnalytics Multipolar Technology (MLPT) Perkuat Perbankan Tangkal Fraud

JAKARTA, investor.id – Digitalisasi layanan perbankan telah mengubah pola transaksi masyarakat di Tanah Air dari semula masih konvensional seperti harus berkunjung ke kantor kas atau anjungan tunai mandiri (ATM) menjadi cukup menggunakan ponsel atau laptop saja.

Proses yang semakin mudah itu membuat nilai transaksi melalui digital banking terus meningkat cepat. Bahkan, per Oktober 2022, berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi digital banking nasional naik hingga 38,38% jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya menjadi Rp 5.184,1 triliun.

Dalam waktu yang sama, nilai transaksi uang elektronik juga tumbuh sebesar 20,19% menjadi Rp 35,1 triliun. Pertumbuhan transaksi-transaksi itu mengartikan bahwa sistem digitalisasi layanan perbankan sudah diterima dan diadopsi secara lebih luas oleh masyarakat, termasuk untuk pembayaran belanja online.

Masalahnya, semakin canggih teknologi semakin canggih pula modus kejahatan siber yang terus berupaya menyerangnya. Karena itu, untuk membantu perbankan dalam mengantisipasi adanya fraud, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menghadirkan solusi VisionAnalytics dan Fraud Detection System.

Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dalam BPD Forum 2023 di Legian, Bali, pada Kamis (16/2/2023), mengatakan, VisionAnalytics merupakan solusi end-to-end big data keluaran Multipolar Technology dengan Cloudera sebagai platform utamanya.

“Seperti diketahui, semakin besar dan bervariasinya data yang berkembang telah mendorong perbankan untuk memiliki platform yang bisa menyimpan, mengolah, dan mengalisisnya secara cepat dan akurat sehingga menghasilkan informasi yang bernilai, mendukung pengambilan keputusan, dan pengembangan bisnis bank,” katanya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (17/2/2023).

Solusi VisionAnalytics Multipolar Technology dilengkapi dengan tempat penyimpanan data (data lake) berbasis Hadoop, data engineering untuk transformasi, data warehouse untuk menyimpan data analytics, operational database untuk real-time processing, dan machine learning untuk melakukan prediksi data.

Solusi ini akan menyimpan dan mempelajari aktivitas transaksi dan profil dari nasabah, beradaptasi dengan perubahan behaviour nasabah dalam mendeteksi fraud dengan cepat. Dilengkapi dengan kapabilitas machine learning dalam mempelajari aktivitas transaksi fraud yang terjadi sebelumnya, solusi ini dapat mengoptimalisasi dan memberikan rekomendasi pembuatan rules fraud sehingga meminimalisir false positive yang terjadi.

Selain itu, solusi tersebut juga menyuguhkan analitik yang penting bagi perbankan, seperti penghitungan profit and lifetime value customer, customer segmentation, protential new/top up debitur, dan customer 360. Customer 360 artinya memberikan gambaran aktivitas transaksi nasabah secara detail dan menyeluruh, termasuk mengendus tindakan fraud tadi.

“Solusi VisionAnalytics dan Fraud Detection System mampu memberikan perlindungan keamanan transaksi bukan hanya dari sisi core business dan layanan channel, melainkan juga dari sisi user. Caranya antara lain dengan menganalisis kebiasaan, perangkat yang digunakan, dan jenis transaksi yang dilakukan,” jelas Achmad Fakhrudin, Senior Vice President Multipolar Technology, menambahkan.

Dengan begitu, kehadiran solusi dari Multipolar Technology tersebut akan berperan membantu mengantisipasi kejahatan finansial yang semakin masif dengan memprediksi kemungkinan terjadinya penipuan secara real-time, melakukan pengawasan secara aktif terhadap setiap aktivitas transaksi yang dilakukan user, mengidentifikasi nasabah itu riil atau fiktif, dan lain sebagainya.

Solusi Big Data VisionAnalytics Multipolar Technology Tangkal Fraud di Industri Perbankan

Untuk menangkal semakin canggihnya modus kejahatan siber di era digital, PT Multipolar Technology Tbk. (Multipolar Technology) menghadirkan solusi VisionAnalytics dan Fraud Detection System untuk mengantisipasi adanya fraud di industri perbankan.

Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business Multipolar Technology, dalam BPD Forum 2023 di Legian, Bali, Kamis, 16/02/2023, menjelaskan bahwa digitalisasi layanan perbankan telah mengubah pola transaksi masyarakat di Tanah Air dari semula masih konvensional seperti harus berkunjung ke kantor kas atau anjungan tunai mandiri (ATM) menjadi cukup menggunakan ponsel atau laptop saja.

Proses yang semakin mudah itu membuat nilai transaksi melalui digital banking terus meningkat cepat. Mengutip data Bank Indonesia per Oktober 2022, ia mengungkapkan, nilai transaksi digital banking nasional naik hingga 38,38% jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya menjadi Rp5.184,1 triliun.

“Dalam waktu yang sama, nilai transaksi uang elektronik juga tumbuh sebesar 20,19% menjadi Rp35,1 triliun. Pertumbuhan transaksi-transaksi itu memperlihatkan bahwa sistem digitalisasi layanan perbankan sudah diterima dan diadopsi secara lebih luas oleh masyarakat, termasuk untuk pembayaran belanja online,” imbuhnya.

Konsekuensinya, semakin besar dan bervariasinya data yang berkembang telah mendorong perbankan untuk memiliki platform yang bisa menyimpan, mengolah, dan mengalisisnya secara cepat dan akurat sehingga menghasilkan informasi yang bernilai, mendukung pengambilan keputusan, dan pengembangan bisnis bank.

Masalah yang timbul, semakin canggih teknologi semakin canggih pula modus kejahatan siber yang terus berupaya menyerangnya.

“Sebagai solusi bagi industri perbankan dalam mengantisipasi adanya fraud, Multipolar Technology pun menghadirkan solusi VisionAnalytics dan Fraud Detection System,” tutur Jip Ivan.

Solusi End-to-End Big Data

VisionAnalytics merupakan solusi end-to-end big data keluaran Multipolar Technology dengan Cloudera sebagai platform utamanya.

Jip Ivan mengutarakan bahwa solusi ini dilengkapi dengan tempat penyimpanan data (data lake) berbasis Hadoop, data engineering untuk transformasi, data warehouse untuk menyimpan data analyticsoperational database untuk real-time processing, dan machine learning untuk melakukan prediksi data.

Lebih lanjut, ia memaparkan cara kerja solusi tersebut, “VisionAnalytics akan menyimpan dan mempelajari aktivitas transaksi dan profil dari nasabah, beradaptasi dengan perubahan behaviour nasabah dalam mendeteksi fraud dengan cepat.”

Machine Learning untuk Mempelajari Transaksi Fraud

Menurut Achmad Fakhrudin, Senior Vice President Multipolar Technology, sejumlah manfaat yang dihadirkan VisionAnalytics yaitu, “Dilengkapi dengan kapabilitas machine learning dalam mempelajari aktivitas transaksi fraud yang terjadi sebelumnya, solusi ini dapat mengoptimalisasi dan memberikan rekomendasi pembuatan rules fraud sehingga meminimalisir false positive yang terjadi.”

“Juga menyuguhkan analitik yang penting bagi perbankan, seperti penghitungan profit and lifetime value customercustomer segmentationprotential new/top up debitur, dan customer 360Customer 360 artinya memberikan gambaran aktivitas transaksi nasabah secara detail dan menyeluruh, termasuk mengendus tindakan fraud tadi.”

“Solusi VisionAnalytics dan Fraud Detection System mampu memberikan perlindungan keamanan transaksi bukan hanya dari sisi core business dan layanan channel, melainkan juga dari sisi user. Caranya antara lain dengan menganalisis kebiasaan, perangkat yang digunakan, dan jenis transaksi yang dilakukan,” klaim Achmad Fakhrudin.

“Diharapkan kehadiran solusi dari Multipolar Technology tersebut akan berperan membantu mengantisipasi kejahatan finansial yang semakin masif dengan memprediksi kemungkinan terjadinya penipuan secara real-time, melakukan pengawasan secara aktif terhadap setiap aktivitas transaksi yang dilakukan user, mengidentifikasi nasabah itu riil atau fiktif, dan lain sebagainya,” tutup Jip Ivan.

Perkuat Keamanan Layanan Digital, Bank Sumut Implementasi Fraud Detection System dari Multipolar Technology

Warta Ekonomi, Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) berkolaborasi dengan PT Multipolar Technology Tbk (Multipolar Technology) untuk memperkuat keamanan layanan digitalnya agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi bagi nasabah. Guna mewujudkan hal tersebut, Bank Sumut memanfaatkan solusi digital VisionDG modul Fraud Detection System (FDS) dari Multipolar Technology. Hal ini sejalan dengan inovasi dan ekspansi layanan digital yang dilakukan Bank Sumut untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut Arieta Aryanti menjelaskan, transformasi perbankan dengan layanan digitalnya telah mengubah pola konsumsi masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya transaksi digital seperti belanja online, mobile banking, dan pembayaran menggunakan uang elektronik.

Namun percepatan adopsi layanan digital ini di sisi lain dapat memicu naiknya ancaman kejahatan finansial ketika nasabah menggunakan layanan yang disediakan oleh bank.

“Transformasi digital yang dilakukan Bank Sumut telah mendorong peningkatan jumlah transaksi pada channel layanan perbankan Bank Sumut. Untuk itu dibutuhkan solusi andal yang mampu dengan cepat dan akurat mendeteksi potensi terjadinya fraud sejalan dengan regulasi dari Bank Indonesia yang mengharuskan setiap bank untuk mempunyai solusi anti-fraud. Hal ini yang mendasari keputusan kami untuk mempercayakan penerapan Fraud Detection System ke Multipolar Technology,” ujar Arieta.

Lebih lanjut, Plt Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto menjelaskan, solusi FDS dari Multipolar Technology telah memenuhi kriteria, kualifikasi, dan verifikasi yang dibutuhkan perusahaan, dan sistem yang ditawarkan juga diyakini dapat memenuhi ekspektasi nasabah untuk memberikan rasa aman dalam bertransaksi digital. “Kami juga sudah kenal lama Multipolar Technology yang memang telah terpercaya dalam membantu sektor perbankan mempercepat transformasi digital,” tambah Hadi.

Multipolar Technology hadir dengan solusi VisionDG modul Fraud Detection System (FDS) sebagai jawaban dari kebutuhan bank dengan membawa kualifikasi sistem FDS yang andal. Sistem tersebut diyakini mampu memberikan perlindungan akan keamanan transaksi bukan hanya dari sisi core banking dan layanan channel, namun juga dari sisi user dengan menganalisa kebiasaan, perangkat yang digunakan, serta jenis transaksi yang dilakukan.

Herryyanto, Direktur Account Management FSI dan Commercial Multipolar Technology menegaskan, “Multipolar Technology sangat mendukung inisiatif Bank Sumut untuk menjadi bank dengan inovasi dalam layanan digital yang terdepan. Dengan penerapan solusi VisionDG modul Fraud Detection System, kami yakin akan mampu meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap layanan Bank Sumut. Solusi FDS juga dapat membantu Bank Sumut memenuhi salah satu persyaratan keamanan transaksi digital dari regulator dengan meminimalisir potensi terjadinya fraud sehingga reputasi bank dapat terjaga.”

Lanjutnya, solusi FDS dari Multipolar Technology ini bekerja secara near real-time berbasis rule dan dilengkapi kapabilitas Machine Learning (AI Engine) di mana sistem dapat memprediksi kemungkinan terjadinya fraud di masa mendatang. Saat terdeteksi anomali transaksi, dengan latensi kurang dari 1 detik untuk setiap transaksinya maka sistem akan memberikan notifikasi secara real-time kepada nasabah melalui email, Telegram, atau WhatsApp. Laporan transaksi yang terindikasi fraud juga dapat disiapkan berdasarkan data histori yang mengidentifikasi anomali transaksi melalui laporan fraud.

Fraud Detection System dapat diintegrasikan dengan berbagai channel seperti ATM, Mobile Banking, Branch, dan lainnya, dan tersedia dalam 2 jenis mode yaitu Post Mode dan Pre Mode. Pada Post Mode, pendeteksian fraud dilakukan setelah event selesai diproses. Event yang dicurigai sebagai fraud dikirim ke Fraud Officer melalui Web-based User Interface untuk dilakukan tindakan.

Di Pre Mode yang merupakan deteksi fraud selama aktivitas berlangsung, pemeriksaan fraud menjadi bagian dari proses aplikasi internal, sehingga ketika aktivitas yang sedang diproses terdeteksi sebagai fraud, maka solusi Fraud Detection System dapat langsung mengirimkan trigger bagi aplikasi untuk menolak aktivitas tersebut.

Gandeng MLPT, Bank Sumut Terapkan Fraud Detection System

Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) berkolaborasi dengan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) untuk memperkuat keamanan layanan digitalnya agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi bagi nasabah. Guna mewujudkan hal tersebut, Bank Sumut memanfaatkan solusi digital VisionDG modul Fraud Detection System (FDS) dari Multipolar Technology. Hal ini sejalan dengan inovasi dan ekspansi layanan digital yang dilakukan Bank Sumut untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut Arieta Aryanti menjelaskan, transformasi perbankan dengan layanan digitalnya telah mengubah pola konsumsi masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya transaksi digital seperti belanja online, mobile banking, dan pembayaran menggunakan uang elektronik. Percepatan adopsi layanan digital ini di sisi lain dapat memicu naiknya ancaman kejahatan finansial ketika nasabah menggunakan layanan yang disediakan oleh bank. Guna mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/7/PBI/2021 mengeluarkan regulasi yang mewajibkan adanya prosedur dan sistem pengelolaan fraud bagi penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran.

Transformasi digital yang dilakukan Bank Sumut telah mendorong peningkatan jumlah transaksi pada channel layanan perbankan Bank Sumut. Untuk itu dibutuhkan solusi andal yang mampu dengan cepat dan akurat mendeteksi potensi terjadinya fraud. “Regulasi dari Bank Indonesia mengharuskan setiap bank untuk mempunyai solusi anti-fraud. Hal ini yang mendasari keputusan kami untuk mempercayakan penerapan Fraud Detection System ke Multipolar Technology,” ujar Arieta dikutip 11 Februari 2023.

Lebih lanjut, Plt Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto menjelaskan, solusi FDS dari Multipolar Technology telah memenuhi kriteria, kualifikasi, dan verifikasi yang dibutuhkan perusahaan, dan sistem yang ditawarkan juga diyakini dapat memenuhi ekspektasi nasabah untuk memberikan rasa aman dalam bertransaksi digital. “Kami juga sudah kenal lama Multipolar Technology yang memang telah terpercaya dalam membantu sektor perbankan mempercepat transformasi digital,” tambah Hadi.

Multipolar Technology hadir dengan solusi VisionDG modul Fraud Detection System (FDS) sebagai jawaban dari kebutuhan bank dengan membawa kualifikasi sistem FDS yang andal. Sistem tersebut diyakini mampu memberikan perlindungan akan keamanan transaksi bukan hanya dari sisi core banking dan layanan channel, namun juga dari sisi user dengan menganalisa kebiasaan, perangkat yang digunakan, serta jenis transaksi yang dilakukan.

“Multipolar Technology sangat mendukung inisiatif Bank Sumut untuk menjadi bank dengan inovasi dalam layanan digital yang terdepan. Dengan penerapan solusi VisionDG modul Fraud Detection System, kami yakin akan mampu meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap layanan Bank Sumut. Solusi FDS juga dapat membantu Bank Sumut memenuhi salah satu persyaratan keamanan transaksi digital dari regulator dengan meminimalisir potensi terjadinya fraud sehingga reputasi bank dapat terjaga,” tambah Direktur Account Management FSI dan Commercial Multipolar Technology, Herryyanto.

Solusi FDS dari Multipolar Technology ini bekerja secara near real-time berbasis rule dan dilengkapi kapabilitas Machine Learning (AI Engine) di mana sistem dapat memprediksi kemungkinan terjadinya fraud di masa mendatang. Saat terdeteksi anomali transaksi, dengan latensi kurang dari 1 detik untuk setiap transaksinya maka sistem akan memberikan notifikasi secara real-time kepada nasabah melalui email, Telegram, atau WhatsApp. Laporan transaksi yang terindikasi fraud juga dapat disiapkan berdasarkan data histori yang mengidentifikasi anomali transaksi melalui laporan fraud.

Fraud Detection System dapat diintegrasikan dengan berbagai channel seperti ATM, Mobile Banking, Branch, dan lainnya, dan tersedia dalam 2 jenis mode yaitu Post Mode dan Pre Mode. Pada Post Mode, pendeteksian fraud dilakukan setelah event selesai diproses. Event yang dicurigai sebagai fraud dikirim ke Fraud Officer melalui Web-based User Interface untuk dilakukan tindakan. Di Pre Mode yang merupakan deteksi fraud selama aktivitas berlangsung, pemeriksaan fraud menjadi bagian dari proses aplikasi internal, sehingga ketika aktivitas yang sedang diproses terdeteksi sebagai fraud, maka solusi Fraud Detection System dapat langsung mengirimkan trigger bagi aplikasi untuk menolak aktivitas tersebut. (*) Ari Nugroho

Perkuat Keamanan Layanan Digital, Bank Sumut Kerja Sama Terapkan Fraud Detection System dengan Multipolar Technology

JAKARTA, 6 Februari 2023 – PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) berkolaborasi dengan PT Multipolar Technology Tbk (Multipolar Technology) untuk memperkuat keamanan layanan digitalnya agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi bagi nasabah. Guna mewujudkan hal tersebut, Bank Sumut memanfaatkan solusi digital VisionDG modul Fraud Detection System (FDS) dari Multipolar Technology. Hal ini sejalan dengan inovasi dan ekspansi layanan digital yang dilakukan Bank Sumut untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi Bank Sumut Arieta Aryanti menjelaskan, transformasi perbankan dengan layanan digitalnya telah mengubah pola konsumsi masyarakat yang ditandai dengan meningkatnya transaksi digital seperti belanja online, mobile banking, dan pembayaran menggunakan uang elektronik. Percepatan adopsi layanan digital ini di sisi lain dapat memicu naiknya ancaman kejahatan finansial ketika nasabah menggunakan layanan yang disediakan oleh bank. Guna mengantisipasi ancaman yang mungkin terjadi, Bank Indonesia melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 23/7/PBI/2021 mengeluarkan regulasi yang mewajibkan adanya prosedur dan sistem pengelolaan fraud bagi penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran.

Transformasi digital yang dilakukan Bank Sumut telah mendorong peningkatan jumlah transaksi pada channel layanan perbankan Bank Sumut. Untuk itu dibutuhkan solusi andal yang mampu dengan cepat dan akurat mendeteksi potensi terjadinya fraud. “Regulasi dari Bank Indonesia mengharuskan setiap bank untuk mempunyai solusi anti-fraud. Hal ini yang mendasari keputusan kami untuk mempercayakan penerapan Fraud Detection System ke Multipolar Technology,” ujar Arieta.

Lebih lanjut, Plt Direktur Utama Bank Sumut Hadi Sucipto menjelaskan, solusi FDS dari Multipolar Technology telah memenuhi kriteria, kualifikasi, dan verifikasi yang dibutuhkan perusahaan, dan sistem yang ditawarkan juga diyakini dapat memenuhi ekspektasi nasabah untuk memberikan rasa aman dalam bertransaksi digital. “Kami juga sudah kenal lama Multipolar Technology yang memang telah terpercaya dalam membantu sektor perbankan mempercepat transformasi digital,” tambah Hadi.

Multipolar Technology hadir dengan solusi VisionDG modul Fraud Detection System (FDS) sebagai jawaban dari kebutuhan bank dengan membawa kualifikasi sistem FDS yang andal. Sistem tersebut diyakini mampu memberikan perlindungan akan keamanan transaksi bukan hanya dari sisi core banking dan layanan channel, namun juga dari sisi user dengan menganalisa kebiasaan, perangkat yang digunakan, serta jenis transaksi yang dilakukan.

Herryyanto, Direktur Account Management FSI dan Commercial Multipolar Technology menegaskan, “Multipolar Technology sangat mendukung inisiatif Bank Sumut untuk menjadi bank dengan inovasi dalam layanan digital yang terdepan. Dengan penerapan solusi VisionDG modul Fraud Detection System, kami yakin akan mampu meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap layanan Bank Sumut. Solusi FDS juga dapat membantu Bank Sumut memenuhi salah satu persyaratan keamanan transaksi digital dari regulator dengan meminimalisir potensi terjadinya fraud sehingga reputasi bank dapat terjaga.”

Solusi FDS dari Multipolar Technology ini bekerja secara near real-time berbasis rule dan dilengkapi kapabilitas Machine Learning (AI Engine) di mana sistem dapat memprediksi kemungkinan terjadinya fraud di masa mendatang. Saat terdeteksi anomali transaksi, dengan latensi kurang dari 1 detik untuk setiap transaksinya maka sistem akan memberikan notifikasi secara real-time kepada nasabah melalui email, Telegram, atau WhatsApp. Laporan transaksi yang terindikasi fraud juga dapat disiapkan berdasarkan data histori yang mengidentifikasi anomali transaksi melalui laporan fraud.

Fraud Detection System dapat diintegrasikan dengan berbagai channel seperti ATM, Mobile Banking, Branch, dan lainnya, dan tersedia dalam 2 jenis mode yaitu Post Mode dan Pre Mode. Pada Post Mode, pendeteksian fraud dilakukan setelah event selesai diproses. Event yang dicurigai sebagai fraud dikirim ke Fraud Officer melalui Web-based User Interface untuk dilakukan tindakan. Di Pre Mode yang merupakan deteksi fraud selama aktivitas berlangsung, pemeriksaan fraud menjadi bagian dari proses aplikasi internal, sehingga ketika aktivitas yang sedang diproses terdeteksi sebagai fraud, maka solusi Fraud Detection System dapat langsung mengirimkan trigger bagi aplikasi untuk menolak aktivitas tersebut.

###

 

Catatan untuk Editor:

Tanpa mengurangi rasa hormat, penulisan nama “Multipolar Technology” mohon dituliskan secara lengkap.

 

PT Multipolar Technology Tbk atau Multipolar Technology (MLPT) merupakan institusi yang berbeda dari

PT Multipolar Tbk atau Multipolar (MLPL). Multipolar Technology yang bergerak di bidang IT merupakan

salah satu anak usaha dari Multipolar yang berfokus di bidang investasi.

 

Genjot Inovasi Layanan, BTN Kolaborasi dengan Google Cloud dan Multipolar Technology

JAKARTA, 23 Agustus 2022 – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus melakukan inovasi layanan digital untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memberikan kenyamanan kepada nasabah dalam bertransaksi. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bank BTN sebagai bank dengan pangsa pasar KPR terbesar di Indonesia, secara resmi menjalin kolaborasi dalam penerapan Teknologi Komputasi Cloud dengan Google Cloud melalui partner lokalnya, PT Multipolar Technology Tbk (Multipolar Technology).

“Kolaborasi ini telah berjalan sejak kuartal 1 tahun 2022, dalam rangka mempercepat transformasi dan pemutakhiran layanan digital untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Direktur IT & Digital Bank BTN Andi Nirwoto dalam jumpa pers penandatanganan kerja sama antara Bank BTN dengan Google Cloud Indonesia di Jakarta, Selasa (23/8).

Menurut Andi Nirwoto, teknologi cloud mampu memberikan keunggulan berupa keandalan teknologi digital pada perusahaan sesuai dengan yang dibutuhkan, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing serta kemampuan memberikan layanan yang lebih baik kepada para pelanggan, khususnya dalam upaya menjaring generasi milenial. “Kami memahami tidak hanya diperlukan tekad yang kuat dan kerja keras yang nyata, tetapi juga pentingnya kolaborasi dengan penyedia teknologi inovasi yang tepat sambil tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, agar BTN dapat selalu yang terdepan dalam menyediakan layanan modern dan inovasi digital yang terpercaya,” tuturnya.

Andi menambahkan, untuk mewujudkan cita-cita Bank BTN menjadi The Best Mortgage Bank in Southeast Asia di tahun 2025, Perseroan perlu melakukan ekspansi yang cepat dan modernisasi proses bisnis. Untuk itu, digitalisasi bukan lagi pilihan tetapi keharusan, dan hal tersebut akan lebih mudah direalisasikan melalui teknologi informasi berbasis Cloud, meskipun ini mulai dari yang simpel dan tidak besar.

“Kolaborasi dengan Google Cloud, adalah langkah penting bagi BTN menjadi inovator dalam layanan digital, transformasi digital yang lebih cepat, pengelolaan operasional yang lebih andal, dan biaya investasi yang relatif lebih baik. Yang juga tidak kalah penting adalah untuk menarik talenta-talenta terbaik Indonesia dari generasi milenial dengan pemanfaatan teknologi terkini,” tambah Andi. Meskipun demikian, BTN akan tetap terbuka untuk kolaborasi dengan partner lain sesuai dengan value dari pemanfaatan Cloud Computing.

Megawaty Khie, Country Director, Google Cloud Indonesia, mengatakan: “Google Cloud telah berinvestasi dalam infrastruktur dan layanan cloud lokal yang terbuka, skalabel, aman, dan berkelanjutan untuk memungkinkan perusahaan di industri yang sangat diatur seperti layanan keuangan untuk mempercepat inovasi dan memberikan pengalaman menarik ke generasi baru pengguna, sekaligus memenuhi persyaratan peraturan dan kepatuhan. Dengan bank-bank di seluruh dunia – termasuk di Indonesia – berencana untuk melipatgandakan penggunaan cloud mereka pada tahun 2025, kami bangga bahwa banyak yang telah memilih Google Cloud untuk mengatasi tantangan transformasi bisnis mereka yang paling kompleks.”

“Kami merasa terhormat BTN telah memilih Google Cloud sebagai penyedia layanan cloud terpercaya pilihan mereka. Bersama dengan mitra kami Multipolar Technology, kami berkomitmen untuk membantu BTN mencapai efisiensi operasional baru dan memenuhi harapan konsumen digital untuk layanan perbankan yang selalu aktif, personal, sederhana, dan aman. Dengan menerapkan perlindungan internal dan modern yang sama yang digunakan Google untuk mengamankan aplikasi dan datanya sendiri pada skala global, BTN akan mendapatkan keuntungan dari tingkat keamanan yang lebih tinggi yang hanya dapat dibangun oleh beberapa organisasi sendiri, sehingga memungkinkan pelanggan mereka untuk melakukan transaksi bank dengan aman, dan dengan memberikan Peace of Mind, Security, dan Compliance”, tambah Khie.

Direktur Account Management FSI & Commercial Multipolar Technology, Herryyanto menambahkan, sesuai roadmap pengembangan perbankan Indonesia 2020-2025 dari OJK, salah satu inisiatifnya terkait teknologi informasi perbankan adalah pemanfaatan Cloud sebagai “Game Changer”. Pengalaman Multipolar Technology sebagai penyedia solusi teknologi informasi sejak 1975 dengan salah satu fokus di industri perbankan, dapat menjadi nilai tambah bagi implementasi layanan Google Cloud di tanah air.

“Multipolar Technology sangat mendukung inisiatif BTN untuk menjadi bank dengan inovasi dalam layanan digital yang modern. Kami yakin dengan penerapan teknologi Cloud, akan semakin memajukan langkah BTN untuk menghadapi market yang sangat dinamis, bervariasi, dan memiliki banyak tantangan baru. Dengan kolaborasi bersama Google Cloud, BTN akan memperoleh world class best practice, yang didukung mitra lokal yang berpengalaman,” tambah Herryyanto.

Empat Fokus Inisiatif Strategi Bisnis PT Multipolar Technology Tbk Guna Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital 

SIARAN PERS

Tangerang, 11 Mei 2022 – PT Multipolar Technology Tbk (“Perseroan”), salah satu perusahaan System Integrator ternama di Indonesia, menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara daring hari ini (11/5) untuk menyepakati Laporan Tahunan tahun buku 2021 dan pembagian dividen tunai. Perseroan membukukan laba bruto Rp437,58 miliar dan laba tahun berjalan Rp260,87 miliar, naik 62,39% dari tahun sebelumnya, serta membagikan dividen sebesar Rp253,13 miliar atas 1.875.000.000 saham atau Rp135 per lembar saham. Dalam kesempatan ini juga Perseroan memaparkan empat fokus inisiatif strategi bisnis yang akan dijalankan di tahun 2022. 

Pandemi yang berkepanjangan mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri. Hal ini berdampak pada meningkatnya permintaan teknologi informasi yang mendukung produk atau layanan berbasis digital untuk memenuhi tuntutan pelanggan. “Perseroan terus berupaya memperluas target pasar melalui diversifikasi produk dan layanan guna memenuhi kebutuhan pelanggan dalam membangun ketahanan digital. Dan kami bersyukur tetap dapat menunjukkan kinerja positif dan komitmen yang tinggi untuk memberikan hasil terbaik bagi para pemegang saham,” papar Wahyudi Chandra, Presiden Direktur Perseroan.  

Sepanjang tahun 2021 Perseroan berhasil secara konsisten mempertahankan pertumbuhan penjualannya, dengan kontribusi terbesar didapat dari penjualan Hardware, Software, Professional Services, dan Managed Services, serta berfokus mendorong pertumbuhan penjualan solusi berbasis konsumsi (consumption-based solution) dan professional services dengan laba bruto yang relatif lebih baik. “Strategi yang kami terapkan sudah mulai membuahkan hasil, baik dari sisi pelanggan, solusi, dan sumber daya, yang selaras dengan perubahan di sisi pelanggan dan juga principal kami,” tambah Wahyudi.  

Meningkatnya kompleksitas dari sisi ekspektasi pelanggan, principal, termasuk pemegang saham, mendorong Perseroan dalam merumuskan empat fokus inisiatif strategi bisnis yang akan dijalankan di tahun 2022 ini, yaitu:  

    1. Memperkuat dan memperluas basis pelanggan 
    2. Meningkatkan kapabilitas di teknologi baru 
    3. Mengembangkan sumber daya manusia dan keunggulan operasional 
    4. Memperluas portofolio digital dan teknologi  

Di sisi perluasan portofolio digital dan teknologi, Perseroan menunjukkan komitmennya dengan mengembangkan solusi inovatif yang mengoptimalkan tren teknologi terkini seperti Big Data dan Analytics, Cloud, Security, dan Digital Banking. Beberapa inisiatif telah dilakukan, mulai dari pengembangan kompetensi solusi big data dan analytics pada area data lake platform, ETL, dan analytics berbasis Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), serta visualization. Untuk solusi digital banking, Perseroan telah menjalin kemitraan dengan penyedia solusi platform digital core banking, mengembangkan sendiri surrounding modules dan Open Banking API guna mendukung tren bisnis perbankan digital. “Kami akan terus mendorong penjualan solusi dengan tambahan services, membangun solusi dengan intellectual property (IP) di atas solusi dari principal, dan meningkatkan pendapatan dari bisnis berbasis konsumsi (consumption-based business). Hal ini sangat menantang dan tidak mudah, namun merupakan keharusan untuk menciptakan keunggulan kompetitif dan meningkatkan laba bruto,” jelas Wahyudi. 

Guna mendukung transformasi digital dan tren hybrid working, Perseroan menjalin kemitraan strategis dengan para penyedia solusi cloud global, termasuk mengembangkan fokus di sektor asuransi dengan menyediakan solusi asuransi berbasis cloud dan di sektor ritel dengan solusi berbasis IoT (Internet of Things). Selain itu, Perseroan juga menyediakan solusi untuk meningkatkan produktivitas, kolaborasi, dan fleksibilitas kerja seperti Infrastructure-as-a Service (IaaS), Platform-as-a-Service (PaaS), dan Software-as-a-Service (SaaS). Di sisi lain, dengan gencarnya pemanfaatan teknologi, maka keamanan siber pun harus semakin dijaga. Perseroan melihat peluang ini dengan memperkuat kompetensi solusi di bidang network dan perimeter security, internet security, dan data security agar siap menjawab kebutuhan pasar. Peningkatan level kemitraan dengan principal dan pengembangan kompetensi sumber daya juga dilakukan sebagai bukti komitmen Perseroan dalam menyediakan solusi dan kinerja terbaiknya bagi pelanggan. 

 

### 

 

Tentang PT Multipolar Technology Tbk 

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) – salah satu anak usaha dari PT Multipolar Tbk (MLPL) – adalah IT System Integrator terkemuka sejak 1975 dan mitra terpercaya dalam perencanaan, perancangan dan pengembangan teknologi digital inovatif di sektor Perbankan dan Keuangan, Komersial, Telekomunikasi, Publik, Layanan Kesehatan dan Pendidikan. Multipolar Technology memiliki kompetensi dan pengalaman yang mumpuni di area Hybrid Infrastructure Platforms & Services, Hybrid Integration Platforms & Services, Business Solution Platforms & Services, Digital Insights, Customer Experience Platforms & Services, Strategy & Planning, serta Security Platforms & Services Platform, termasuk Digital IT Managed Services melalui PT Visionet Data Internasional (VisioNet/VDI).  

Sejak 8 Juli 2013 PT Multipolar Technology Tbk telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (kode saham MLPT), dan merupakan mitra terpercaya dari perusahaan teknologi global seperti Cisco, F5, Google, HPE, IBM, Lenovo, Microsoft, NCR, Nutanix, Oracle dan VMware, dan telah bersertifikasi ISO. Informasi lebih lanjut kunjungi www.multipolar.com dan ikuti media sosial kami di Twitter @MultipolarTech, Instagram @multipolartechnology, LinkedIn dan Facebook PT Multipolar Technology Tbk, YouTube Multipolar Technology, Spotify TechLign Podcast. 

 

Informasi lebih lanjut hubungi: 

Corporate Secretary 

PT MULTIPOLAR TECHNOLOGY Tbk 

Boulevard Gajah Mada No. 2025, Lippo Cyber Park, Lippo Village, Tangerang 15811 

Telp: (021) 5460011, 55777000; Faks: (021) 5460020; Email: corsec.mlpt@multipolar.com