Percepat Transformasi Perbankan dengan N3CA Digital Banking Suite Berbasis AI

Jakarta, TechnoBusiness ID ● PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), anak perusahaan PT Multipolar Tbk (MLPL) yang bergerak di bidang penyediaan solusi dan layanan transformasi digital end-to-end bagi berbagai industri, termasuk sektor perbankan dan jasa keuangan di Tanah Air, terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi melalui solusi N3CA Banking Platform. Solusi ini merupakan platform perbankan digital terintegrasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tepat guna, dirancang untuk mempercepat transformasi digital perbankan nasional dengan automasi cerdas di setiap lapisan proses bisnis.

N3CA Banking Platform hadir sebagai jawaban atas tantangan perbankan Indonesia dalam menghadirkan pengalaman digital yang utuh sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Berbeda dari pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA dirancang sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer. Dilengkapi ready-to-use digital product dan business use case, N3CA mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah, baik di dalam ekosistem perbankan maupun ekosistem digital yang lebih luas.

N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi komprehensif yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform. Fungsi Core Banking menjadi fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi perbankan dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia. Fungsi Orchestration Layer berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis melalui workflow automation. Sementara itu, fungsi Innovation & Experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology, menjelaskan bahwa kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta, Selasa (20/1).

AI Tepat Guna: Automasi Cerdas untuk Hasil Nyata

N3CA Banking Platform mengintegrasikan kecerdasan buatan secara praktis dan terukur dalam berbagai proses kritis perbankan, sehingga AI menjadi bagian dari operasional dan strategi bisnis bank. Dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk. AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen. Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” jelas Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology.

Dengan N3CA Banking Platform, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah. Solusi ini hadir di tengah akselerasi transformasi digital dan adopsi AI di sektor keuangan, sekaligus menegaskan komitmen Multipolar Technology dalam mendukung industri perbankan nasional menghadapi era digital yang semakin kompetitif dengan teknologi yang tepat guna dan terukur.

“Melalui N3CA, Multipolar Technology menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi perbankan generasi baru yang mengintegrasikan core system modern, AI, open banking, dan ekosistem digital guna mendukung pertumbuhan industri keuangan di era transformasi digital. Apabila ingin mengimplementasikannya, hubungi kami,” pungkas Sujanto.●

N3CA Banking Platform Bantu Percepat Transformasi Perbankan

JAKARTA, investor.id – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), anak perusahaan PT Multipolar Tbk (MLPL) yang bergerak di bidang penyediaan solusi dan layanan transformasi digital end-to-end bagi berbagai industri, termasuk sektor perbankan dan jasa keuangan di Tanah Air, terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi melalui solusi N3CA Banking Platform.

Solusi ini merupakan platform perbankan digital terintegrasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tepat guna, dirancang untuk mempercepat transformasi digital perbankan nasional dengan automasi cerdas di setiap lapisan proses bisnis.

N3CA Banking Platform menghadirkan pengalaman digital yang utuh sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology, menjelaskan, bahwa kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

N3CA Banking Platform Bantu Percepat Transformasi PerbankanDirector Business Development Multipolar Technology, Sujanto Halim bersama Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology Michael Ridwan di seminar Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

 

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Berbeda dari pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA dirancang sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer. Dilengkapi ready-to-use digital product dan business use case, N3CA mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah, baik di dalam ekosistem perbankan maupun ekosistem digital yang lebih luas.

N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi komprehensif yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform.

Fungsi Core Banking menjadi fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi perbankan dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia.

Sedangkan fungsi Orchestration Layer berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis melalui workflow automation. Sementara itu, fungsi Innovation & Experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

AI Tepat Guna

N3CA Banking Platform mengintegrasikan kecerdasan buatan secara praktis dan terukur dalam berbagai proses kritis perbankan, sehingga AI menjadi bagian dari operasional dan strategi bisnis bank.

Dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk.

AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen.

Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” jelas Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology.

Dengan N3CA Banking Platform,kata dia, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah.

Solusi ini hadir di tengah akselerasi transformasi digital dan adopsi AI di sektor keuangan, sekaligus menegaskan komitmen Multipolar Technology dalam mendukung industri perbankan nasional menghadapi era digital yang semakin kompetitif dengan teknologi yang tepat guna dan terukur.

“Melalui N3CA, Multipolar Technology menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi perbankan generasi baru yang mengintegrasikan core system modern, AI, open banking, dan ekosistem digital guna mendukung pertumbuhan industri keuangan di era transformasi digital. Apabila ingin mengimplementasikannya, hubungi kami,” pungkas Sujanto.

Akselerasi Transformasi Digital, Perbankan Bisa Adopsi Platform Berbasis AI Ini

Jakarta – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) menghadirkan inovasi platform perbankan digital yang terintegrasi dan didukung kecerdasan buata (AI), N3CA Banking Platform. Solusi ini dapat membantu perbankan mempercepat transformasi digital dengan automasi cerdas di semua proses bisnis.

N3CA Banking Platform digagas sebagai jawaban atas tantangan perbankan Indonesia dalam menghadirkan pengalaman digital yang utuh sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Beda halny dengan pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA didesain sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer.

Platform ini didukung ready-to-use digital product dan business use case, sehingga bisa mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah. Baik dalam ekosistem perbankan ataupun ekosistem digital yang lebih luas.

N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform. Pertama, fungsi core banking sebagai fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia.

Kedua, fungsi orchestration layer, yang berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis lewat orkflow automation. Ketiga, fungsi innovation & experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking serta layanan perbankan siap pakai.

Dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta, beberapa waktu lalu, Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology, mengatakan, kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing. Apalagi solusi ini didukung pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jum’at, 30 Januari 2026.

Solusi ini mengintegrasikan AI secara praktis dan terukur dalam berbagai proses penting perbankan. Di platform ini, AI menjadi bagian operasional dan strategi bisnis bank. Misalnya, dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi. Ada pula chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Sementara dalam proses transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan, dan analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk. AI juga digunakan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen.

Adapun di internal perbankannya, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office. Ini akan berimbas pada meningkatkan efisiensi operasional. Bank bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” tambah Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology.

Dengan platform ini, perbankan diklaim bisa memperkuat kendali atas seluruh customer journey nasabah. AA

Multipolar Technology (MLPT) Ekspansi Produk Solusi Digital Lewat N3CA Banking

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)  memperluas portofolio solusi digitalnya lewat adopsi N3CA Banking. Platform ini jadi produk unggulan baru untuk menopang ekspansi bisnis di sektor perbankan dan jasa keuangan nasional.

Melalui platform perbankan digital terintegrasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tepat guna, MLPT menargetkan peluang pertumbuhan baru seiring meningkatnya kebutuhan bank terhadap modernisasi sistem tanpa disrupsi besar.

Director Business Development Multipolar Technology, Sujanto Halim, menjelaskan langkah ini sejalan dengan strategi MLPT untuk memperkuat posisi sebagai penyedia solusi transformasi digital end-to-end.

Menurut dia, N3CA Banking Platform bukan sekadar solusi pendukung kanal digital, melainkan sebagai platform bisnis perbankan digital yang komprehensif, mencakup core system, orchestration, hingga innovation layer dalam satu arsitektur terintegrasi.

“N3CA hadir sebagai jawaban atas tantangan industri perbankan Indonesia dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang utuh bagi nasabah. Platform ini dilengkapi dengan berbagai digital product dan business use case siap pakai, sehingga bank dapat mempercepat peluncuran layanan baru dan memperluas peran mereka di dalam maupun di luar ekosistem perbankan,” ungkap Sujanto, dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).

Dari sisi produk, N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur yang mengintegrasikan tiga fungsi utama. Core Banking menjadi fondasi untuk menjalankan transaksi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi perbankan di Indonesia.

Kemudian, Orchestration Layer berfungsi mengelola integrasi sistem dan proses bisnis melalui workflow automation.

Terakhir ada Innovation & Experience yang berperan sebagai enabler inovasi melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

Dengan pendekatan tersebut, MLPT melihat peluang pertumbuhan dari kebutuhan bank yang ingin mengembangkan layanan digital secara bertahap, tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing.

Sebagai bagian dari ekspansi produk, N3CA Banking Platform mengusung konsep AI tepat guna yang terintegrasi langsung ke dalam proses bisnis perbankan. Pada tahap onboarding nasabah, platform ini memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection, chatbot, serta asisten virtual berbahasa Indonesia.

Di sisi transaksi dan layanan, N3CA dilengkapi deteksi anomali real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan, analitik prediktif untuk pengelolaan nasabah dan produk, serta personalisasi layanan melalui rekomendasi dan analisis sentimen. Sementara itu, pemanfaatan Robotic Process Automation (RPA) di area back-office memungkinkan bank meningkatkan efisiensi operasional.

Melalui pengembangan dan komersialisasi N3CA Banking Platform, MLPT mempertegas arah ekspansi bisnisnya di tengah akselerasi transformasi digital dan adopsi AI di sektor keuangan.

Platform ini diharapkan menjadi salah satu motor pertumbuhan baru Perseroan, seiring meningkatnya permintaan solusi perbankan digital yang fleksibel, aman, dan sesuai regulasi.

“Melalui N3CA, Multipolar Technology menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi perbankan generasi baru yang mengintegrasikan core system modern, AI, open banking, dan ekosistem digital guna mendukung pertumbuhan industri keuangan di era transformasi digital. Apabila ingin mengimplementasikannya, hubungi kami,” pungkas Sujanto.

Multipolar Technology Hadirkan Infrastruktur N3CA Untuk Bank Digital

Jakarta, FORTUNE – PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) meluncurkan solusi N3CA banking platform. Infrastruktur ini merupakan platform terintegrasi yang dilengkapi artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital perbankan nasional dengan automasi cerdas di setiap lapisan proses bisnis.

Director Business Development Multipolar Technology, Sujanto Halim menjelaskan, N3CA diprediksi dapat meningkatkan efisiensi operasional bank. Berbeda dari pendekatan konvensional yang berfokus pada digitalisasi channel transaksi, N3CA dirancang sebagai platform bisnis digital yang komprehensif di setiap layer.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/1).

Dilengkapi ready-to-use digital product dan business use case, N3CA mendukung peran bank dalam seluruh aktivitas nasabah, baik di dalam ekosistem perbankan maupun ekosistem digital yang lebih luas.

Dengan demikian, bank leluasa untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis

N3CA dilengkapi fraud detection

logo PT Multipolar Technology (multipolar.com)

logo PT Multipolar Technology (multipolar.com)

Dalam proses onboarding nasabah, lanjut Sujanto, N3CA juga memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC). Tak hanya itu, sistem ini juga didukung oleh automated fraud detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk.

AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen. Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.Dengan N3CA banking platform, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah.

N3CA Jadi Fondasi Modernisasi Core Banking dalam Mendorong Bisnis Bank

Jakarta –  Transformasi digital kian menjadi “jalan ninja” bagi industri perbankan untuk menjawab perubahan perilaku nasabah. Tak sekadar menghadirkan pengalaman layanan yang cepat dan personal, digitalisasi juga menjadi kunci bank dalam menekan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan yang makin ketat.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), anak perusahaan PT Multipolar Tbk (MLPL) menghadirkan inovasi melalui solusi N3CA Banking Platform.

Solusi ini merupakan platform perbankan digital terintegrasi yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) tepat guna, dirancang untuk mempercepat transformasi digital perbankan nasional dengan automasi cerdas di setiap lapisan proses bisnis.

Tiga Fungsi Utama yang AI Embedded

Sujanto Halim, Director Business Development Multipolar Technology menjelaskan, N3CA Banking Platform dibangun dengan arsitektur solusi komprehensif yang mengintegrasikan tiga fungsi utama dalam satu platform.

“Fungsi Core Banking menjadi fondasi sistem perbankan yang solid untuk menjalankan seluruh transaksi perbankan dan comply dengan regulasi perbankan di Indonesia,” jelasnya dalam seminar “Future-Proofing Core Banking: Modernization without Disruption” yang digelar oleh Multipolar Technology di Jakarta baru-baru ini.

Fungsi Orchestration Layer berperan mengelola integrasi antar sistem dan proses bisnis melalui workflow automation.

Sementara itu, fungsi Innovation & Experience menjadi enabler inovasi digital yang cepat dan fleksibel melalui konsep open banking dan layanan perbankan siap pakai.

Sujanto menjelaskan bahwa kekuatan N3CA terletak pada kemampuannya memberikan keleluasan bagi bank untuk berinovasi tanpa ketergantungan penuh pada core banking existing, ditambah dengan pemanfaatan AI untuk memberikan nilai langsung di berbagai proses bisnis.

“N3CA siap mendukung bank menjadi bank digital melalui strategi API-first, sehingga bank dapat menghadirkan produk dan layanan digital baru dengan lebih cepat, tanpa harus melalui transformasi masif yang berisiko tinggi,” ujar Sujanto.

AI Tepat Guna

N3CA Banking Platform mengintegrasikan kecerdasan buatan secara praktis dan terukur dalam berbagai proses kritis perbankan, sehingga AI menjadi bagian dari operasional dan strategi bisnis bank.

Michael Ridwan, Banking Solution Presales & Delivery Head Multipolar Technology menjelaskan, dalam proses onboarding nasabah, N3CA memanfaatkan verifikasi dokumen berbasis AI dan Optical Character Recognition (OCR) untuk mempercepat proses Know Your Customer (KYC), yang didukung Automated Fraud Detection pada tahap awal akuisisi serta chatbot dan asisten virtual yang mampu memahami konteks percakapan dalam bahasa Indonesia.

“Pada pemrosesan transaksi dan pengelolaan layanan, N3CA menggunakan deteksi anomali secara real-time untuk mengidentifikasi transaksi mencurigakan dengan akurasi yang lebih tinggi, serta analitik prediktif untuk mendukung pengelolaan nasabah dan produk,” jelasnya.

AI juga dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih personal melalui rekomendasi, penyesuaian limit, dan analisis sentimen.

Di sisi internal, N3CA memanfaatkan Robotic Process Automation (RPA) untuk mengotomasi proses back-office, sehingga bank dapat meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada pengembangan bisnis.

“Yang membedakan N3CA adalah pendekatan ‘AI tepat guna’ kami. Setiap kapabilitas AI dalam N3CA dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik perbankan Indonesia, dengan implementasi yang praktis dan ROI yang terukur,” jelasnya.

Dengan N3CA Banking Platform, perbankan Indonesia dapat memperkuat kendali terhadap seluruh customer journey nasabah. (*)

Institut Teknologi Bandung and Multipolar Technology Forge Strategic Partnership to Accelerate AI and Data Science Adoption in Indonesia

Jakarta, 22 October 2025—Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia’s premier science and technology university, and PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), one of the country’s leading ICT solution providers, signed a Memorandum of Understanding (MoU) on Tuesday (21/10) to jointly establish the Applied AI & Data Science Lab.

This collaboration marks a significant step in uniting Indonesia’s top academic and technical research capabilities with real-world applications across dynamic service sectors—including banking and finance, healthcare, property, telecommunications, manufacturing, retail, and education.

A National Catalyst for AI Adoption

Through this partnership, Multipolar Technology will serve as a national catalyst for AI adoption by transforming ITB’s research outcomes and scientific expertise into ready-to-use solutions that deliver added value to industries.

ITB’s innovations will be integrated into Multipolar Technology’s infrastructure and platforms, enabling advanced knowledge to be converted into practical applications that are ready for testing, scaling, and commercialization.

This partnership positions Multipolar Technology not only as a technology provider but also as an orchestrator and promoter of AI transformation in Indonesia. The company will also lead proof-of-concept projects across the ecosystem technology, which reaches up to 50 million customers across nine business sectors.

A National Innovation Hub

The Applied AI & Data Science Lab will be located in Indonesia’s first high technology building dedicated exclusively to artificial intelligence (AI) and data science. The tower is part of an innovation ecosystem in Indonesia’s Silicon Valley.

Facilities will include co-working spaces, demo labs, and collaboration centers, making it a national showcase for applied AI and digital transformation.

ITB Rector, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., stated, “This collaboration with Multipolar Technology ensures that ITB’s research excellence and talent can be translated into real-world applications that directly support Indonesia’s digital economy and industrial needs. It is a milestone in bridging academia and industry.”

Multipolar Technology President Director, Harianto Gunawan, added, “Multipolar Technology is proud to partner with ITB in leading the next wave of AI adoption in Indonesia. As the catalyst and promoter, our mission is to bring world-class innovation into practical implementation, accelerating transformation in banking and finance, healthcare, property, telecommunications, manufacturing, retail, and education—sectors that touch the lives of millions every day.”

###

About Institution

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Founded in 1920, ITB is Indonesia’s most prestigious science and technology university, renowned for its excellence in engineering, research, and innovation. ITB has produced generations of scientists, engineers, entrepreneurs, and leaders who shape the future of Indonesia’s industry and technology.

Multipolar Technology (MLPT)

PT Multipolar Technology Tbk is a leading ICT provider and publicly listed company (IDX: MLPT) with decades of experience serving major enterprises across banking and finance, healthcare, property, telecommunications, manufacturing, retail, and education. MLPT specializes in cloud services, hybrid data centers, cybersecurity, and AI-based solutions, and plays a key role as the catalyst and promoter.

 

Multipolar Technology Leads Indonesia–China Joint Initiative on Global Health Artificial Intelligence Program

Jakarta, 20 October 2025— PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), a member of the Lippo Group and one of Indonesia’s leading publicly listed technology companies (IDX: MLPT), on Sunday (19/10) announced the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) between Tsinghua University (People’s Republic of China), Universitas Pelita Harapan (UPH) (Republic of Indonesia), and MLPT on the establishment of the Joint Global Health Artificial Intelligence Program.

The signing ceremony, held at Lippo AI Tower, Jakarta, marks a significant milestone in Indonesia–China collaboration in artificial intelligence for healthcare, under the leadership and program management of MLPT.

MLPT to Lead and Coordinate the Joint Program

The Joint Global Health AI Program will be managed and coordinated by MLPT, aligning academic research, technological infrastructure, and practical applications across both nations.

The Program brings together:

  • Tsinghua University–one of the world’s top universities, representing China’s excellence in AI and life sciences
  • Universitas Pelita Harapan (UPH)–Indonesia’s pioneering university in AI education and applied data science
  • MLPT (Lippo Group)–Indonesia’s technology backbone in cloud services, hybrid data centers, data analytics, cybersecurity, and AI-driven solutions

Together, the three institutions will collaborate on joint research, technology transfer, and talent development to accelerate the use of AI in improving healthcare delivery, disease prevention, and public health systems across Asia.

Harianto Gunawan, President Director of Multipolar Technology stated, “MLPT is honored to take a leadership role in this historic partnership. This program brings together the world’s leading minds from Tsinghua and UPH, combining academic excellence with industrial application. Our mission is to turn research into real-world AI solutions that can save lives and shape the future of healthcare.”

Advancing Research, Technology, and Talent

The Joint Global Health Artificial Intelligence Program will focus on seven key areas of collaboration:

  1. Joint Research and Development—AI-assisted genomic analysis, vaccine discovery, hospital management optimization, predictive analytics, and precision medicine.
  2. Training and Capacity Building—Joint programs, workshops, and graduate curricula in AI for healthcare.
  3. Exchange of Personnel—Researcher and clinician exchanges to promote cross-border innovation.
  4. Technology Transfer and Commercialization—developing pathways for industrial adoption and local production.
  5. Regulatory Science and Harmonization—Advancing standards on AI ethics, safety, and governance in health technology.
  6. Joint Laboratory Initiative—Preparation for a Belt and Road Joint Laboratory on Global Health AI.
  7. Other Collaborative Activities—Mutually agreed projects in AI for health and life sciences.

Anchored in Strategic Indonesia–China Cooperation

The collaboration builds on the Belt and Road Initiative (BRI) and Global Maritime Fulcrum (GMF) framework between the Governments of Indonesia and China, reinforcing bilateral cooperation in science, technology, and talent exchange.

Prof. Qiu Yong, Chairman of the Tsinghua University Council remarked, “This MoU reflects our shared vision to advance AI as a force for global health equity. Tsinghua is committed to deepening collaboration with Indonesia through research, innovation, and education in artificial intelligence and health sciences.”

Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., President of Universitas Pelita Harapan (UPH), emphasized UPH’s educational mission, “UPH is proud to represent Indonesia’s academic contribution to this transformative initiative. Our goal is to nurture AI scientists and engineers who will serve humanity through innovation and faith-informed excellence.”

Witnessed by Leaders of Academia, Government, and Industry

The signing was witnessed by:

  • Brian Yuliarto, Minister of Higher Education, Science, and Technology of the Republic of Indonesia
  • Mochtar Riady, Founder & Chairman of Lippo Group
  • Wang Lutong, Chinese Ambassador to Indonesia

 

###

About PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) is a leading Indonesian provider of IT infrastructure, cloud services, hybrid data centers, data analytics, cybersecurity, and AI-driven solutions. As part of the Lippo Group, MLPT partners with global institutions to accelerate digital transformation across Indonesia’s healthcare, education, finance, and property sectors.

About Tsinghua University

Tsinghua University, based in Beijing, is among the world’s foremost institutions for science, engineering, and technology. Through its global research programs, Tsinghua advances cross-disciplinary collaboration to tackle the most pressing challenges of the 21st century.

Universitas Pelita Harapan (UPH)

Universitas Pelita Harapan (UPH), founded by the Pelita Harapan Education Foundation, is a leading Christian university in Indonesia committed to holistic education and research excellence. Its Faculty of Artificial Intelligence and Data Science pioneers AI education and applied research integrating ethics, technology, and societal impact.

IBM Fusion Sederhanakan Infrastruktur TI di Era Big Data dan AI

PT Multipolar Technology Tbk. bersama IBM dan Sinergi Wahana Gemilang memperkenalkan IBM Fusion, sebuah platform pengelolaan infrastruktur teknologi informasi (TI), di tengah meningkatnya kompleksitas big data, hybrid cloud, dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage Multipolar Technology, IBM Fusion dapat mengintegrasikan berbagai lingkungan TI, baik on-premise, cloud, maupun hybrid cloud, dalam satu kendali terpusat.

“Dengan begitu, IBM Fusion tidak hanya menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun infrastruktur TI perusahaan yang kuat, mudah dikelola, aman, dan dapat diskalakan sesuai kebutuhan,” ujarnya dalam seminar bertajuk “AI-Driven Solutions to Unlock Your IT Infrastructure’s Potential” di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ledakan Data dan Perkembangan AI

Kehadiran solusi ini tak lepas dari dinamika data dan AI yang berkembang pesat sehingga meningkatkan kompleksitas infrastruktur TI.

Menurut Statista, sepanjang 2024 perusahaan global menghasilkan sekitar 402,74 juta terabyte data setiap hari.

Sementara Gartner memperkirakan pada 2028, sebanyak 15% keputusan kerja sehari-hari di perusahaan akan dibuat secara otonom oleh agentic AI, meningkat dari 0% pada 2024.

Fusion Software, Fondasi Infrastruktur Data AI

IBM Fusion hadir dalam dua varian, yaitu Fusion Software dan Fusion HCI. Keduanya beroperasi berdampingan untuk menggabungkan beban kerja kontainer, virtual machine, dan aplikasi AI di satu platform.

Lindra Heryadi, Department Head Power and Storage Multipolar Technology, menjelaskan bahwa Fusion Software melalui fitur Storage Fusion mendukung platform OpenShift di berbagai platform cloud seperti AWS, Microsoft Azure, Google Cloud, dan IBM Cloud.

Teknologi ini juga mendukung penerapan IBM watsonx, platform manajemen AI yang mencakup Traditional AI, Generative AI, dan Agentic AI.

“Gampangnya, jika IBM watsonx merupakan otak AI perusahaan, maka Fusion Software adalah fondasi infrastruktur datanya,” kata Lindra.

Fusion HCI Percepat Waktu Implementasi

Selain dalam bentuk perangkat lunak, IBM Fusion juga tersedia sebagai perangkat keras (Fusion HCI). Perangkat ini berfungsi mengintegrasikan infrastruktur TI yang ada guna mempercepat waktu implementasi.

Fusion HCI dilengkapi jaringan berkecepatan tinggi dan kapasitas penyimpanan besar. Selain itu, sistem ini juga dapat memberikan notifikasi ketika beban kerja mendekati batas kapasitas untuk mengurangi risiko downtime.

Menutup penjelasannya, Jeffry mengatakan, penggunaan IBM Fusion diharapkan dapat menyederhanakan pengelolaan kompleksitas TI di perusahaan.

Multipolar Technology Ungkap Keunggulan IBM Fusion Sebagai Fondasi Infrastruktur Data dan AI Perusahaan

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Di tengah persaingan pasar yang kian ketat, perusahaan-perusahaan dewasa ini dihadapkan pada dua persoalan besar sekaligus, yakni di satu sisi dituntut untuk terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar, di sisi lain mesti mampu mengelola infrastruktur teknologi informasi (TI) yang kian kompleks. Mengakomodasi keduanya secara bersamaan jelas tidaklah mudah, terlebih dengan keterlibatan big data, hybrid cloud dan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin mendominasi lanskap bisnis.

Nah, sebagai perusahaan yang aktif membantu mengotomatisasi proses bisnis berbagai sektor industri di Tanah Air, PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) memiliki jawabannya, yaitu dengan IBM Fusion. IBM Fusion merupakan platform modern yang dirancang untuk menyederhanakan penyediaan aplikasi cloud, virtual machine, serta layanan data secara terpadu (hyperconverged infrastructure/HCI).

Menurut Jeffry Tjiung Sendjaja, Division Head Server and Storage Multipolar Technology, dalam seminar bertema “AI-Driven Solutions to Unlock Your IT Infrastructure’s Potential” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology, IBM, dan Sinergi Wahana Gemilang di Fairmont Jakarta, Kamis (11/9), IBM Fusion sanggup merevolusi pengelolaan infrastruktur TI dengan menyatukan berbagai lingkungan, baik on-premise, cloud, maupun hybrid cloud, ke dalam satu kendali terpusat.

“Dengan begitu, IBM Fusion tidak hanya menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi, tetapi juga membangun infrastruktur TI perusahaan yang kuat, mudah dikelola, aman, dan dapat diskalakan sesuai kebutuhan. Solusi ini mampu menjawab persoalan infrastruktur tradisional yang sering kali tidak mampu mengimbangi kebutuhan akan performa tinggi, fleksibilitas, keamanan, dan skalabilitas di era big data, hybrid cloud, dan AI seperti saat ini,” ungkap Jeffry.

Menyederhanakan Kompleksitas Infrastruktur TI

Untuk diketahui, setiap hari setiap perusahaan menghasilkan data yang jumlahnya tidak sedikit. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, berdasarkan data Statista, sepanjang 2024 semua perusahaan di seluruh dunia menghasilkan sekitar 402,74 juta terabyte (TB) data setiap hari—dan jumlahnya terus bertambah. Tiga tahun lagi (2028), menurut Gartner, 15% keputusan kerja sehari-hari di perusahaan akan dibuat secara otonom oleh Agentic AI, melompat dari 0% pada 2024.

Bisa dibayangkan, betapa kompleksnya infrastruktur TI yang dibutuhkan perusahaan untuk dapat mengelola big data, hybrid cloud, dan teknologi AI dengan baik. Di sinilah IBM Fusion hadir sebagai solusi. Platform ini mampu menggabungkan beban kerja kontainer, virtual machine, dan aplikasi AI ke dalam satu platform terpadu. IBM Fusion tersedia dalam dua bentuk, yaitu software (Fusion Software) dan hardware (Fusion HCI). Keduanya beroperasi secara berdampingan.

Lindra Heryadi, Department Head Power and Storage Multipolar Technology, menambahkan, Fusion Software, melalui fitur Storage Fusion,  mendukung di mana pun platform OpenShift berjalan, seperti di AWS Cloud, Microsoft Azure, Google Cloud, IBM Cloud, IBM Power, VMware, dan Bare Metal. Fitur ini juga mengakomodasi kebutuhan penerapan IBM watsonx, platform manajemen AI yang mencakup Traditional AI, Generative AI, dan Agentic AI dalam lingkungan bisnis.

“Gampangnya, jika IBM watsonx merupakan otak AI perusahaan, maka Fusion Software adalah fondasi infrastruktur datanya,” ungkap Lindra. Integrasi Fusion Software dengan IBM watsonx memungkinkan perusahaan memanfaatkan big data dan AI secara lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien. Teknologi keamanan pada Storage Fusion memastikan data tetap terlindungi, hanya dapat diakses oleh aplikasi dan pengguna yang terverifikasi.

Sementara itu, Fusion HCI berfungsi mengintegrasikan infrastruktur TI yang ada, sehingga mempercepat waktu implementasi secara signifikan. Fitur ini menggunakan jaringan khusus yang tangguh dan berkecepatan tinggi untuk memberikan akses ke server dengan kapasitas penyimpanan besar. Ketika beban kerja melonjak melebihi ambang batas, sistem akan memberikan notifikasi agar kapasitas dapat ditingkatkan sebelum terjadi downtime.

Jadi, di tengah kebutuhan untuk terus berinovasi dan tantangan kompleksitas infrastruktur TI, ledakan big data, dan meningkatnya adopsi AI, IBM Fusion hadir sebagai solusi strategis. “Menggunakan IBM Fusion, kompleksitas TI perusahaan menjadi lebih mudah dikelola. Tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu perusahaan Anda untuk  implementasinya,” tutup Jeffry.