Strategi Perusahaan Dongkrak Pendapatan Sekaligus Menekan Pengeluaran Lewat Solusi TI

Tak dimungkiri, persaingan bisnis kian hari kian sengit. Untuk bisa kompetitif di pasar, saat ini perusahaan menghadapi dua tugas berat sekaligus: pertama, mendongkrak pendapatan; kedua, menekan pengeluaran. Pertanyaannya, bagaimana mungkin menaikkan pendapatan dengan memangkas pengeluaran?

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), menjabarkan solusi untuk permasalahan tersebut kepada peserta seminar bertajuk “Simplify, Secure, and Scale: The New Era of IT Infrastructure” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Pullman Jakarta Thamrin, Selasa (26/8). “Salah satu caranya adalah dengan membangun infrastruktur teknologi informasi (TI) yang modern, tangguh, dan aman,” tegasnya.

Menggunakan solusi Nutanix Cloud Platform, misalnya, berdasarkan hasil riset IDC, perusahaan bisa memangkas 36% pengeluaran infrastruktur TI dan menekan sampai 53% biaya manajemennya, mendorong pengembang aplikasi 16% lebih produktif, menghilangkan sampai 97% downtime aplikasi, mengurangi 25% jumlah anggota tim perlindungan data, dan dapat meningkatkan return-on-investment (ROI) hingga 356% dalam lima tahun.

Mengapa demikian? Menurut Yohan, Nutanix Cloud Platform merupakan platform penyimpanan data terpadu (hyperconverged infrastructure/HCI) yang mendukung performa aplikasi atau operasional bisnis perusahaan agar berjalan optimal, aman, cerdas, otomatis, dan dapat diskalakan. Fitur Nutanix Central-nya memungkinkan pengelolaan data dari berbagai infrastruktur, baik mesin virtual, kontainer, maupun cloud-native, dalam satu platform secara lebih mudah dan efisien.

Selain itu, Nutanix Cloud Platform telah mendukung tren teknologi GenAI dengan menyederhanakan pengadopsiannya. Lalu, menggunakan solusi ini tidak perlu mengkhawatirkan ancaman siber yang berlebihan karena dilengkapi sistem keamanan cyber resilience standar militer sehingga tidak hanya mampu mengamankan, tetapi juga memulihkan diri dari gangguan secara cepat. Dengan model harga berbasis langganan, solusi ini menawarkan biaya yang dapat diprediksi.

Kinerja Nutanix Cloud Platform akan semakin optimal jika diintegrasikan dengan perangkat penyimpanan HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix. Adrian Kustiawan, Presales Server x86 Head Multipolar Technology, menuturkan, “Ditenagai prosesor Intel Xeon 6, perangkat ini cocok untuk menghadapi beban kerja (workload) AI, virtualisasi, dan edge computing yang berat. Juga, memiliki kesiapan resistensi terhadap serangan kuantum dan standar keamanan kriptografi tingkat tinggi.”

Dibekali fitur HPE Compute Ops Management, HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix dapat memonitor kesehatan, melakukan provisioning, dan update perangkat penyimpanan berbasis AI secara otomatis. Merujuk pada data Nand Research2, HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix menawarkan peningkatan performa hingga 41% per watt sekaligus mengurangi konsumsi daya hingga 61% per tahun dibanding generasi sebelumnya.

Setelah infrastruktur TI-nya modern, tangguh, dan dapat diskalakan, perusahaan mempunyai tugas memperkuat dari sisi keamanan sibernya. “Seperti kita ketahui, semua terkoneksi dengan internet. Internet memang banyak manfaatnya, tetapi perusahaan mempunyai tugas mengamankannya. Sebab, kalau terjadi security exposure, seperti muncul malware, bisa lekas ditangkal. Maka, meski sudah mempunyai fitur keamanan, diperlukan solusi tambahan yang andal dalam mem-backup dan mereplikasi data perusahaan,” kata Yohan.

Untuk itu, integrasi antara Nutanix Cloud Platform dengan HPE ProLiant Compute Gen12 menjadi jauh lebih aman jika dilengkapi dengan Veeam Backup & Replication. Veeam Backup & Replication merupakan solusi perlindungan data modern yang dirancang khusus untuk mendukung beban kerja di lingkungan Nutanix Enterprise Cloud. Solusi ini memudahkan perusahaan melindungi, memulihkan, dan mengelola data di infrastruktur hyperconverged Nutanix.

Sebagaimana diketahui, Veeam menerapkan Master The 3-2-1-1-0 Rule untuk melindungi dan memulihkan data perusahaan, termasuk data yang dikelola menggunakan Nutanix Cloud Platform. Artinya, setiap perusahaan harus memiliki 3 salinan data, 2 jenis media penyimpanan yang berbeda, 1 salinan data di lokasi yang berbeda, 1 salinan data yang tidak dapat diubah, dan 0 kesalahan saat memverifikasi pemulihan sehingga cukup tangguh dalam pengamanan dan pemulihan data.

Oleh sebab itu, pengintegrasian Nutanix Cloud Platform, HPE ProLiant Compute Gen12, dan Veeam Backup & Replication bisa menjadi strategi bagi perusahaan di industri apa pun, termasuk perbankan, keuangan, asuransi, telekomunikasi, dan energi, dalam merancang infrastruktur TI yang modern, tangguh, dan aman, yang pada akhirnya mendongkrak pendapatan.

“Jika bingung mengimplementasikannya, tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu,” pungkas Yohan.

Multipolar Technology Tawarkan Solusi TI Terpadu untuk Dongkrak Pendapatan dan Efisiensi Biaya Perusahaan

Warta Ekonomi, Jakarta – Tidak dapat dipungkiri, kompetisi di dunia bisnis semakin hari semakin ketat. Agar mampu bersaing di pasaran, kini perusahaan dihadapkan pada dua tantangan besar secara bersamaan. Pertama, meningkatkan revenue; kedua, mengurangi biaya operasional. Lantas, bagaimanakah cara meningkatkan pemasukan sembari memotong pengeluaran? Bukankah lazimnya, untuk mendapatkan revenue yang tinggi justru memerlukan pengeluaran yang tidak sedikit?

“Jawabannya, sangat mungkin,” kata Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), kepada peserta seminar bertajuk “Simplify, Secure, and Scale: The New Era of IT Infrastructure” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Pullman Jakarta Thamrin, Selasa (26/8). “Salah satu caranya adalah dengan membangun infrastruktur teknologi informasi (TI) yang modern, tangguh, dan aman.”

Menggunakan solusi Nutanix Cloud Platform, misalnya, berdasarkan hasil riset IDC1, perusahaan bisa memangkas 36% pengeluaran infrastruktur TI dan menekan sampai 53% biaya manajemennya, mendorong pengembang aplikasi 16% lebih produktif, menghilangkan sampai 97% downtime aplikasi, mengurangi 25% jumlah anggota tim perlindungan data, dan dapat meningkatkan return-on-investment (ROI) hingga 356% dalam lima tahun.

Mengapa demikian? Menurut Yohan, karena Nutanix Cloud Platform merupakan platform penyimpanan data terpadu (hyperconverged infrastructure/HCI) yang mendukung performa aplikasi atau operasional bisnis perusahaan agar berjalan optimal, aman, cerdas, otomatis, dan dapat diskalakan. Fitur Nutanix Central-nya memungkinkan pengelolaan data dari berbagai infrastruktur, baik mesin virtual, kontainer, maupun cloud-native, dalam satu platform secara lebih mudah dan efisien.

Selain itu, Nutanix Cloud Platform telah mendukung tren teknologi GenAI dengan menyederhanakan pengadopsiannya. Lalu, menggunakan solusi ini tidak perlu mengkhawatirkan ancaman siber yang berlebihan karena dilengkapi sistem keamanan cyber resilience standar militer, sehingga tidak hanya mampu mengamankan tetapi juga memulihkan diri dari gangguan secara cepat. Dengan model harga berbasis langganan, solusi ini menawarkan biaya yang dapat diprediksi.

Kinerja Nutanix Cloud Platform akan semakin optimal jika diintegrasikan dengan perangkat penyimpanan HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix. Adrian Kustiawan, Presales Server x86 Head Multipolar Technology, menuturkan, “Ditenagai prosesor Intel Xeon 6, perangkat ini cocok untuk menghadapi beban kerja (workload) AI, virtualisasi, dan edge computing yang berat. Juga, memiliki kesiapan resistensi terhadap serangan kuantum dan standar keamanan kriptografi tingkat tinggi.”

Dibekali fitur HPE Compute Ops Management, HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix dapat memonitor kesehatan, melakukan provisioning, dan update perangkat penyimpanan berbasis AI secara otomatis. Merujuk pada data Nand Research2, HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix menawarkan peningkatan performa hingga 41% per watt sekaligus mengurangi konsumsi daya hingga 61% per tahun dibanding generasi sebelumnya.

Setelah infrastruktur TI-nya modern, tangguh, dan dapat diskalakan, perusahaan mempunyai tugas memperkuat dari sisi keamanan sibernya. “Seperti kita ketahui, semua terkoneksi dengan internet. Internet memang banyak manfaatnya, tetapi perusahaan mempunyai tugas mengamankannya. Sebab, kalau terjadi security exposure, seperti muncul malware, bisa lekas ditangkal. Maka, meski sudah mempunyai fitur keamanan, diperlukan solusi tambahan yang andal dalam mem-backup dan mereplikasi data perusahaan,” kata Yohan.

Untuk itu, integrasi antara Nutanix Cloud Platform dengan HPE ProLiant Compute Gen12 menjadi jauh lebih aman jika dilengkapi dengan Veeam Backup & Replication. Veeam Backup & Replication merupakan solusi perlindungan data modern yang dirancang khusus untuk mendukung beban kerja di lingkungan Nutanix Enterprise Cloud. Solusi ini memudahkan perusahaan melindungi, memulihkan, dan mengelola data di infrastruktur hyperconverged Nutanix.

Sebagaimana diketahui, Veeam menerapkan Master The 3-2-1-1-0 Rule untuk melindungi dan memulihkan data perusahaan, termasuk data yang dikelola menggunakan Nutanix Cloud Platform. Artinya, setiap perusahaan harus memiliki 3 salinan data, 2 jenis media penyimpanan yang berbeda, 1 salinan data di lokasi yang berbeda, 1 salinan data yang tidak dapat diubah, dan 0 kesalahan saat memverifikasi pemulihan. Jadi, cukup tangguh dalam pengamanan dan pemulihan data.

Oleh sebab itu, pengintegrasian Nutanix Cloud Platform, HPE ProLiant Compute Gen12, dan Veeam Backup & Replication bisa menjadi strategi bagi perusahaan di industri apa pun, termasuk perbankan, keuangan, asuransi, telekomunikasi, dan energi, dalam merancang infrastruktur TI yang modern, tangguh, dan aman, yang pada akhirnya mendongkrak pendapatan. “Jika bingung mengimplementasikannya, tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu,” pungkas Yohan.

Membangun Infrastruktur TI Modern Jadi Solusi agar Tetap Kompetitif di Pasar

PERSAINGAN bisnis kian sengit saat ini. Untuk bisa kompetitif di pasar, perusahaan menghadapi dua tugas berat sekaligus yaitu mendongkrak pendapatan dan menekan pengeluaran. Hal yang dipersoalkan adalah bagaimana mungkin menaikkan pendapatan dengan memangkas pengeluaran.

Director Hybrid Infrastructure Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), Yohan Gunawan, mengatakan bahwa hal itu sangat mungkin dilakukan.

“Salah satu caranya adalah dengan membangun infrastruktur teknologi informasi (TI) yang modern, tangguh, dan aman,” ungkapnya dalam seminar bertajuk “Simplify, Secure, and Scale: The New Era of IT Infrastructure” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Pullman Jakarta Thamrin, Selasa (26/8).

Menggunakan solusi Nutanix Cloud Platform, misalnya, berdasarkan hasil riset IDC1, perusahaan bisa memangkas 36% pengeluaran infrastruktur TI dan menekan sampai 53% biaya manajemennya, mendorong pengembang aplikasi 16% lebih produktif, menghilangkan sampai 97% downtime aplikasi, mengurangi 25% jumlah anggota tim perlindungan data, dan dapat meningkatkan return-on-investment (ROI) hingga 356% dalam lima tahun.

Menurut Yohan, karena Nutanix Cloud Platform merupakan platform penyimpanan data terpadu (hyperconverged infrastructure/HCI) yang mendukung performa aplikasi atau operasional bisnis perusahaan agar berjalan optimal, aman, cerdas, otomatis, dan dapat diskalakan. Fitur Nutanix Central-nya memungkinkan pengelolaan data dari berbagai infrastruktur, baik mesin virtual, kontainer, maupun cloud-native, dalam satu platform secara lebih mudah dan efisien.

Selain itu, Nutanix Cloud Platform telah mendukung tren teknologi GenAI dengan menyederhanakan pengadopsiannya. Lalu, menggunakan solusi ini tidak perlu mengkhawatirkan ancaman siber yang berlebihan karena dilengkapi sistem keamanan cyber resilience standar militer, sehingga tidak hanya mampu mengamankan tetapi juga memulihkan diri dari gangguan secara cepat. Dengan model harga berbasis langganan, solusi ini menawarkan biaya yang dapat diprediksi.

Kinerja Nutanix Cloud Platform akan semakin optimal jika diintegrasikan dengan perangkat penyimpanan HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix. Adrian Kustiawan, Presales Server x86 Head Multipolar Technology.

“Ditenagai prosesor Intel Xeon 6, perangkat ini cocok untuk menghadapi beban kerja (workload) AI, virtualisasi, dan edge computing yang berat. Juga, memiliki kesiapan resistensi terhadap serangan kuantum dan standar keamanan kriptografi tingkat tinggi,” tuturnya.

Dibekali fitur HPE Compute Ops Management, HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix dapat memonitor kesehatan, melakukan provisioning, dan update perangkat penyimpanan berbasis AI secara otomatis. Merujuk pada data Nand Research2, HPE ProLiant Compute Gen12 for Nutanix menawarkan peningkatan performa hingga 41% per watt sekaligus mengurangi konsumsi daya hingga 61% per tahun dibanding generasi sebelumnya.

Setelah infrastruktur TI-nya modern, tangguh, dan dapat diskalakan, perusahaan mempunyai tugas memperkuat dari sisi keamanan sibernya. “Seperti kita ketahui, semua terkoneksi dengan internet. Internet memang banyak manfaatnya, tetapi perusahaan mempunyai tugas mengamankannya. Sebab, kalau terjadi security exposure, seperti muncul malware, bisa lekas ditangkal. Maka, meski sudah mempunyai fitur keamanan, diperlukan solusi tambahan yang andal dalam mem-backup dan mereplikasi data perusahaan,” kata Yohan.

Untuk itu, integrasi antara Nutanix Cloud Platform dengan HPE ProLiant Compute Gen12 menjadi jauh lebih aman jika dilengkapi dengan Veeam Backup & Replication. Veeam Backup & Replication merupakan solusi perlindungan data modern yang dirancang khusus untuk mendukung beban kerja di lingkungan Nutanix Enterprise Cloud. Solusi ini memudahkan perusahaan melindungi, memulihkan, dan mengelola data di infrastruktur hyperconverged Nutanix.

Sebagaimana diketahui, Veeam menerapkan Master The 3-2-1-1-0 Rule untuk melindungi dan memulihkan data perusahaan, termasuk data yang dikelola menggunakan Nutanix Cloud Platform. Artinya, setiap perusahaan harus memiliki 3 salinan data, 2 jenis media penyimpanan yang berbeda, 1 salinan data di lokasi yang berbeda, 1 salinan data yang tidak dapat diubah, dan 0 kesalahan saat memverifikasi pemulihan. Jadi, cukup tangguh dalam pengamanan dan pemulihan data.

Oleh sebab itu, pengintegrasian Nutanix Cloud Platform, HPE ProLiant Compute Gen12, dan Veeam Backup & Replication bisa menjadi strategi bagi perusahaan di industri apa pun, termasuk perbankan, keuangan, asuransi, telekomunikasi, dan energi, dalam merancang infrastruktur TI yang modern, tangguh, dan aman, yang pada akhirnya mendongkrak pendapatan. “Jika bingung mengimplementasikannya, tim ahli dari Multipolar Technology siap membantu,” pungkas Yohan. (H-2)

Agentic AI Diprediksi Makin Marak, Multipolar Technology Bahas Solusi Pendukungnya

Ramai jadi pembicaraan, teknologi Agentic AI muncul sebagai kelanjutan dari era Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI.

Tidak seperti Generative AI yang terbatas menghasilkan konten, Agentic AI disebut mampu mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Teknologi ini dapat mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari otomatisasi alur kerja yang kompleks, optimalisasi kampanye pemasaran, pengelolaan interaksi pelanggan, peningkatan akurasi diagnostik, hingga deteksi ancaman siber.

Pasar Agentic AI Akan Tumbuh Pesat

Mengutip data Dimension Market Research, nilai pasar global Agentic AI diyakini akan meningkat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034.

Menurut Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk., pertumbuhan itu menuntut perusahaan untuk memilih solusi andal dalam mengimplementasikan Agentic AI dengan optimal.

Tiga Solusi untuk Dukung Agentic AI

Topik ini menjadi bahasan dalam acara Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage. Multipolar Technology menggelar cara ini di Semarang, Jawa Tengah, awal Agustus lalu.

Di depan peserta, Jip Ivan menekankan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan berbagai solusi untuk mendukung pemanfaatan Agentic AI, seperti Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10.Microsoft 365 Copilot

Menurut penjelasan Multipolar Technology, Microsoft 365 Copilot adalah asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi seperti Word, Excel, dan Teams. Copilot dapat membantu menyusun draft dokumen, menganalisis data, hingga merangkum e-mail panjang dengan instruksi sederhana.

“Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ujar Jip Ivan.

Solusi lainnya adalah Red Hat OpenShift. Platform Kubernetes enterprise ini dapat berjalan di infrastruktur: on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, mengatakan, Red Hat OpenShift memfasilitasi transisi perusahaan menuju arsitektur cloud-native dan microservices.

Hal itu, menurutnya, membuat inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI dapat berlangsung lebih lincah, dengan tetap memperhatikan keamanan siber.

Adapun Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data untuk aplikasi berbasis Kubernetes. Membekal Veeam Data Cloud, solusi ini menawarkan backup dan restore data yang cepat, konsisten, dan aman.

Multipolar Technology menekankan bahwa solusi ini mendukung kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi (PDP), karena proses backup dan restore dapat berjalan secara terdokumentasi dan terjamin keandalannya.

Selanjutnya, Multipolar Technology menggarisbawahi bahwa integrasi ketiga solusi tersebut, Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, dapat membantu perusahaan di berbagai sektor untuk lebih lincah, produktif, dan aman dalam memanfaatkan peluang di era Agentic AI.

Solusi Terbaik bagi Perusahaan agar Kian Lincah di Era Agentic AI

Media Asuransi, JAKARTA – Tak dimungkiri teknologi telah berkembang begitu cepat. Setelah sebelumnya digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Tidak seperti GenAI yang baru sebatas membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks, mengoptimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Maka, merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Akan tetapi, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto mengatakan, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu-Jumat (6-8/8), Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada  solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkap Jip Ivan dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan  meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis.

“Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Ini solusi agar perusahaan makin lincah di Era Agentic AI ala Multipolar Technology

JAKARTA (IndoTelko) – Pesatnya perkembangan teknologi tak lagi bisa dibendung. Setelah sebelumnya digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Tidak seperti GenAI yang baru sebatas membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks, mengoptimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Menurut Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Semarang pada Rabu-Jumat (6-8/8) lalu, Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams.

Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-timeberdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Ia mencontohkan, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” katanya.

Pun Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Diungkapkan Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, Yohan Gunawan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backupdata khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes(kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis. “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” ujarnya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Bagi perusahaan, baik yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, maupun yang lainnya, mengintegrasikan ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. (mas)

Agentic AI Dorong Perusahaan Lakukan Otomatisasi Alur Kerja yang Kompleks

IndonesiaInside.id  – Tak dimungkiri teknologi telah berkembang begitu cepat. Sebelumnya, teknologi tersebut digerakkan oleh Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI). Kini, proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI, yang mampu mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks. Mengoptimasi kampanye pemasaran dan mengelola interaksi pelanggan. Kemudian meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, dan memaksimalkan efisiensi.

Perusahaan juga mampu mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Merujuk data Dimension Market Research, nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034.

Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk Jip Ivan Sutanto mengatakan bahwa agar bisa menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

“Setidaknya ada solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot,” ujarnya dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” belum lama ini.

Ia memaparkan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada.

“Hal ini membuat proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ujar Jip Ivan.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan meningkatkan efisiensi operasional. Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menjelaskan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Bagi perusahaan, baik yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, maupun yang lainnya, mengintegrasikan ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. (L. Yusniar)

Percepat Proses Bisnis, Arsitektur Cloud-Native Buka Peluang Otomasi Alur Kerja

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) semakin cepat dan mempermudah proses bisnis dengan memangkas waktu yang signifikan dan lebih efisien.

Setelah sebelumnya digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Tidak seperti GenAI yang baru sebatas membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks, mengoptimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Maka, merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Akan tetapi, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto mengatakan, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu-Jumat (6-8/8), Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada  solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkap Jip Ivan.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan  meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis. “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Multipolar Technology menyediakan layanan integrasi ketiga solusi, yakni Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10,  untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. (H-2)

Multipolar Technology Tawarkan Solusi agar Perusahaan Kian Lincah di Era Agentic AI

Semarang, TechnoBusiness ID ● Tak dimungkiri teknologi telah berkembang begitu cepat. Setelah sebelumnya digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Tidak seperti GenAI yang baru sebatas membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks, mengoptimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Maka, merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Akan tetapi, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto mengatakan, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu-Jumat (6-8/8), Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada  solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

.

Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), sedang memberikan closing remarks pada acara tersebut.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkap Jip Ivan.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan  meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis. “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Nah, bagi perusahaan, baik yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, maupun yang lainnya, mengintegrasikan ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. “Hubungi Multipolar Technology untuk mengimplementasikannya,” pungkas Jip Ivan.

Multipolar Technology Tawarkan 3 Solusi untuk Kelincahan Perusahaan di Era Agentic AI

Jakarta, CoreNews.id – Evolusi teknologi bisnis bergerak dengan cepat. Dunia kini memasuki babak baru: Era Agentic AI.

Agentic AI memiliki kemampuan otonom untuk tidak hanya merekomendasikan, tetapi juga mengeksekusi tugas dan alur kerja secara mandiri.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat mengotomatisasi proses kompleks, mengoptimalkan kampanye pemasaran, meningkatkan layanan pelanggan, hingga mendeteksi ancaman siber dengan kecepatan dan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya—semuanya dengan intervensi manusia yang minimal.

Dimension Market Research memproyeksikan pasar global Agentic AI akan melonjak dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034.

Untuk menerapkan Agentic AI secara optimal, perusahaan memerlukan fondasi teknologi yang andal.

Fondasi Teknologi untuk Agentic AI yang Efektif

Dalam acara “Data & AI Forum 2025” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Semarang, 6-8/08/2025, Jip Ivan SutantoDirector Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), memaparkan tiga solusi teknologi kunci yang menjadi pilar penopang implementasi Agentic AI.

1. Microsoft 365 Copilot: Asisten AI untuk Produktivitas Maksimal

Microsoft 365 Copilot adalah asisten AI cerdas yang terintegrasi penuh dengan suite aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, PowerPoint, Outlook, dan Teams.

Solusi ini memanfaatkan Large Language Model (LLM) canggih dari OpenAI yang dikoneksikan langsung dengan data perusahaan. Hasilnya, Copilot mampu memberikan bantuan yang sangat kontekstual dan relevan secara real-time.

Manfaat untuk Bisnis:

  • Otomatisasi Tugas Rutin: Merangkum email panjang, membuat draft dokumen, atau menganalisis data di Excel hanya dengan perintah sederhana.
  • Analisis Data Cepat: Mengidentifikasi tren data, merumuskan berbagai skenario bisnis, dan merekomendasikan langkah terbaik.
  • Peningkatan Produktivitas: “Proses bisnis menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien,” jelas Jip Ivan

2. Red Hat OpenShift: Platform untuk Inovasi yang Lincah dan Aman

Red Hat OpenShift adalah platform aplikasi berbasis Kubernetes yang memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan, mengelola, dan menjalankan aplikasi secara konsisten di berbagai lingkungan—mulai dari on-premiseprivate cloudpublic cloud, hingga hybrid cloud.

Yohan GunawanDirector Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan bahwa OpenShift memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, yang merupakan jantung dari aplikasi modern dan Agentic AI.

Manfaat untuk Bisnis:

  • Konsistensi & Skalabilitas: Menjalankan aplikasi di mana saja dengan kemampuan skalabilitas yang mudah sesuai kebutuhan bisnis.
  • Kecepatan Inovasi: Platform yang mendukung pengembangan aplikasi yang lincah (agile) dan cepat, sesuai tuntutan pasar.
  • Keamanan Siber: Dibangun dengan fondasi keamanan yang kuat, memastikan inovasi berjalan tanpa mengorbankan aspek keamanan.

3. Veeam Kasten K10: Perlindungan Data untuk Aplikasi Kubernetes

Veeam Kasten K10 adalah solusi backup dan disaster recovery khusus untuk aplikasi yang berjalan di platform Kubernetes (kontainer). Didukung oleh Veeam Data Cloud, solusi ini menawarkan perlindungan data yang komprehensif, otomatis, dan aman.

Manfaat untuk Bisnis:

  • Backup & Restore yang Cepat: Memastikan pemulihan data yang andal dan konsisten dengan downtime minimal.
  • Mobilitas AI: Mendukung migrasi alur kerja AI dan data analytics antara lingkungan on-premise dan cloud dengan mulus.
  • Kepatuhan Regulasi: Memastikan kepatuhan terhadap UU Pelindungan Data Pribadi (PDP) dengan proses backup dan restore yang terdokumentasi dan aman. Solusi ini sangat ideal untuk tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh dalam pengelolaan data.

Integrasi Solusi untuk Transformasi Bisnis yang Mulus

Bagi perusahaan dari berbagai sektor—perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, dan lainnya—mengintegrasikan ketiga solusi ini dapat menciptakan fondasi digital yang powerful.

  • Microsoft 365 Copilot mengotimalkan produktivitas sumber daya manusia.
  • Red Hat OpenShift menyediakan platform yang lincah untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi Agentic AI.
  • Veeam Kasten K10 memastikan data yang menjadi bahan bakar AI tersebut terlindungi dan selalu tersedia.

Sinergi ketiganya menciptakan bisnis yang tidak hanya lebih produktif dan inovatif, tetapi juga resilient dan aman. “Hubungi Multipolar Technology untuk mengimplementasikan solusi-solusi ini dan memulai perjalanan Agentic AI Anda,” tutup Jip Ivan.