Agentic AI Diprediksi Makin Marak, Multipolar Technology Bahas Solusi Pendukungnya

Ramai jadi pembicaraan, teknologi Agentic AI muncul sebagai kelanjutan dari era Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI.

Tidak seperti Generative AI yang terbatas menghasilkan konten, Agentic AI disebut mampu mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Teknologi ini dapat mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari otomatisasi alur kerja yang kompleks, optimalisasi kampanye pemasaran, pengelolaan interaksi pelanggan, peningkatan akurasi diagnostik, hingga deteksi ancaman siber.

Pasar Agentic AI Akan Tumbuh Pesat

Mengutip data Dimension Market Research, nilai pasar global Agentic AI diyakini akan meningkat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034.

Menurut Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk., pertumbuhan itu menuntut perusahaan untuk memilih solusi andal dalam mengimplementasikan Agentic AI dengan optimal.

Tiga Solusi untuk Dukung Agentic AI

Topik ini menjadi bahasan dalam acara Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage. Multipolar Technology menggelar cara ini di Semarang, Jawa Tengah, awal Agustus lalu.

Di depan peserta, Jip Ivan menekankan bahwa perusahaan dapat memanfaatkan berbagai solusi untuk mendukung pemanfaatan Agentic AI, seperti Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10.Microsoft 365 Copilot

Menurut penjelasan Multipolar Technology, Microsoft 365 Copilot adalah asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi seperti Word, Excel, dan Teams. Copilot dapat membantu menyusun draft dokumen, menganalisis data, hingga merangkum e-mail panjang dengan instruksi sederhana.

“Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ujar Jip Ivan.

Solusi lainnya adalah Red Hat OpenShift. Platform Kubernetes enterprise ini dapat berjalan di infrastruktur: on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, mengatakan, Red Hat OpenShift memfasilitasi transisi perusahaan menuju arsitektur cloud-native dan microservices.

Hal itu, menurutnya, membuat inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI dapat berlangsung lebih lincah, dengan tetap memperhatikan keamanan siber.

Adapun Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data untuk aplikasi berbasis Kubernetes. Membekal Veeam Data Cloud, solusi ini menawarkan backup dan restore data yang cepat, konsisten, dan aman.

Multipolar Technology menekankan bahwa solusi ini mendukung kepatuhan terhadap UU Perlindungan Data Pribadi (PDP), karena proses backup dan restore dapat berjalan secara terdokumentasi dan terjamin keandalannya.

Selanjutnya, Multipolar Technology menggarisbawahi bahwa integrasi ketiga solusi tersebut, Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, dapat membantu perusahaan di berbagai sektor untuk lebih lincah, produktif, dan aman dalam memanfaatkan peluang di era Agentic AI.

Solusi Terbaik bagi Perusahaan agar Kian Lincah di Era Agentic AI

Media Asuransi, JAKARTA – Tak dimungkiri teknologi telah berkembang begitu cepat. Setelah sebelumnya digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Tidak seperti GenAI yang baru sebatas membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks, mengoptimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Maka, merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Akan tetapi, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto mengatakan, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu-Jumat (6-8/8), Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada  solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkap Jip Ivan dalam keterangan resmi dikutip, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan  meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis.

“Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Ini solusi agar perusahaan makin lincah di Era Agentic AI ala Multipolar Technology

JAKARTA (IndoTelko) – Pesatnya perkembangan teknologi tak lagi bisa dibendung. Setelah sebelumnya digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Tidak seperti GenAI yang baru sebatas membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks, mengoptimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Menurut Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Semarang pada Rabu-Jumat (6-8/8) lalu, Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams.

Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-timeberdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Ia mencontohkan, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” katanya.

Pun Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Diungkapkan Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, Yohan Gunawan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backupdata khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes(kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis. “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” ujarnya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Bagi perusahaan, baik yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, maupun yang lainnya, mengintegrasikan ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. (mas)

Agentic AI Dorong Perusahaan Lakukan Otomatisasi Alur Kerja yang Kompleks

IndonesiaInside.id  – Tak dimungkiri teknologi telah berkembang begitu cepat. Sebelumnya, teknologi tersebut digerakkan oleh Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI). Kini, proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI, yang mampu mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks. Mengoptimasi kampanye pemasaran dan mengelola interaksi pelanggan. Kemudian meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, dan memaksimalkan efisiensi.

Perusahaan juga mampu mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Merujuk data Dimension Market Research, nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034.

Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk Jip Ivan Sutanto mengatakan bahwa agar bisa menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

“Setidaknya ada solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot,” ujarnya dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” belum lama ini.

Ia memaparkan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada.

“Hal ini membuat proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ujar Jip Ivan.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan meningkatkan efisiensi operasional. Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menjelaskan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Bagi perusahaan, baik yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, maupun yang lainnya, mengintegrasikan ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. (L. Yusniar)

Percepat Proses Bisnis, Arsitektur Cloud-Native Buka Peluang Otomasi Alur Kerja

PERKEMBANGAN teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) semakin cepat dan mempermudah proses bisnis dengan memangkas waktu yang signifikan dan lebih efisien.

Setelah sebelumnya digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Tidak seperti GenAI yang baru sebatas membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks, mengoptimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Maka, merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Akan tetapi, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto mengatakan, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu-Jumat (6-8/8), Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada  solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkap Jip Ivan.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan  meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis. “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Multipolar Technology menyediakan layanan integrasi ketiga solusi, yakni Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10,  untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. (H-2)

Multipolar Technology Tawarkan Solusi agar Perusahaan Kian Lincah di Era Agentic AI

Semarang, TechnoBusiness ID ● Tak dimungkiri teknologi telah berkembang begitu cepat. Setelah sebelumnya digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Traditional AI, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Tidak seperti GenAI yang baru sebatas membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan bisa mengeksekusi pekerjaan secara otonom.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks, mengoptimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Maka, merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Akan tetapi, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto mengatakan, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu-Jumat (6-8/8), Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada  solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

.

Jip Ivan Sutanto, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), sedang memberikan closing remarks pada acara tersebut.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkap Jip Ivan.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan  meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis. “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Nah, bagi perusahaan, baik yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, maupun yang lainnya, mengintegrasikan ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. “Hubungi Multipolar Technology untuk mengimplementasikannya,” pungkas Jip Ivan.

Multipolar Technology Tawarkan 3 Solusi untuk Kelincahan Perusahaan di Era Agentic AI

Jakarta, CoreNews.id – Evolusi teknologi bisnis bergerak dengan cepat. Dunia kini memasuki babak baru: Era Agentic AI.

Agentic AI memiliki kemampuan otonom untuk tidak hanya merekomendasikan, tetapi juga mengeksekusi tugas dan alur kerja secara mandiri.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat mengotomatisasi proses kompleks, mengoptimalkan kampanye pemasaran, meningkatkan layanan pelanggan, hingga mendeteksi ancaman siber dengan kecepatan dan akurasi yang belum pernah terjadi sebelumnya—semuanya dengan intervensi manusia yang minimal.

Dimension Market Research memproyeksikan pasar global Agentic AI akan melonjak dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034.

Untuk menerapkan Agentic AI secara optimal, perusahaan memerlukan fondasi teknologi yang andal.

Fondasi Teknologi untuk Agentic AI yang Efektif

Dalam acara “Data & AI Forum 2025” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Semarang, 6-8/08/2025, Jip Ivan SutantoDirector Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), memaparkan tiga solusi teknologi kunci yang menjadi pilar penopang implementasi Agentic AI.

1. Microsoft 365 Copilot: Asisten AI untuk Produktivitas Maksimal

Microsoft 365 Copilot adalah asisten AI cerdas yang terintegrasi penuh dengan suite aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, PowerPoint, Outlook, dan Teams.

Solusi ini memanfaatkan Large Language Model (LLM) canggih dari OpenAI yang dikoneksikan langsung dengan data perusahaan. Hasilnya, Copilot mampu memberikan bantuan yang sangat kontekstual dan relevan secara real-time.

Manfaat untuk Bisnis:

  • Otomatisasi Tugas Rutin: Merangkum email panjang, membuat draft dokumen, atau menganalisis data di Excel hanya dengan perintah sederhana.
  • Analisis Data Cepat: Mengidentifikasi tren data, merumuskan berbagai skenario bisnis, dan merekomendasikan langkah terbaik.
  • Peningkatan Produktivitas: “Proses bisnis menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien,” jelas Jip Ivan

2. Red Hat OpenShift: Platform untuk Inovasi yang Lincah dan Aman

Red Hat OpenShift adalah platform aplikasi berbasis Kubernetes yang memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan, mengelola, dan menjalankan aplikasi secara konsisten di berbagai lingkungan—mulai dari on-premiseprivate cloudpublic cloud, hingga hybrid cloud.

Yohan GunawanDirector Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan bahwa OpenShift memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, yang merupakan jantung dari aplikasi modern dan Agentic AI.

Manfaat untuk Bisnis:

  • Konsistensi & Skalabilitas: Menjalankan aplikasi di mana saja dengan kemampuan skalabilitas yang mudah sesuai kebutuhan bisnis.
  • Kecepatan Inovasi: Platform yang mendukung pengembangan aplikasi yang lincah (agile) dan cepat, sesuai tuntutan pasar.
  • Keamanan Siber: Dibangun dengan fondasi keamanan yang kuat, memastikan inovasi berjalan tanpa mengorbankan aspek keamanan.

3. Veeam Kasten K10: Perlindungan Data untuk Aplikasi Kubernetes

Veeam Kasten K10 adalah solusi backup dan disaster recovery khusus untuk aplikasi yang berjalan di platform Kubernetes (kontainer). Didukung oleh Veeam Data Cloud, solusi ini menawarkan perlindungan data yang komprehensif, otomatis, dan aman.

Manfaat untuk Bisnis:

  • Backup & Restore yang Cepat: Memastikan pemulihan data yang andal dan konsisten dengan downtime minimal.
  • Mobilitas AI: Mendukung migrasi alur kerja AI dan data analytics antara lingkungan on-premise dan cloud dengan mulus.
  • Kepatuhan Regulasi: Memastikan kepatuhan terhadap UU Pelindungan Data Pribadi (PDP) dengan proses backup dan restore yang terdokumentasi dan aman. Solusi ini sangat ideal untuk tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh dalam pengelolaan data.

Integrasi Solusi untuk Transformasi Bisnis yang Mulus

Bagi perusahaan dari berbagai sektor—perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, dan lainnya—mengintegrasikan ketiga solusi ini dapat menciptakan fondasi digital yang powerful.

  • Microsoft 365 Copilot mengotimalkan produktivitas sumber daya manusia.
  • Red Hat OpenShift menyediakan platform yang lincah untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi Agentic AI.
  • Veeam Kasten K10 memastikan data yang menjadi bahan bakar AI tersebut terlindungi dan selalu tersedia.

Sinergi ketiganya menciptakan bisnis yang tidak hanya lebih produktif dan inovatif, tetapi juga resilient dan aman. “Hubungi Multipolar Technology untuk mengimplementasikan solusi-solusi ini dan memulai perjalanan Agentic AI Anda,” tutup Jip Ivan.

Multipolar Technology Ungkap Solusi Terbaik bagi Perusahaan Manfaatkan Era Agentic AI

Dimension Market Research memproyeksi jika nilai pasar Agentic AI global bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Akan tetapi, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT), Jip Ivan Sutanto, mengatakan bahwa perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu-Jumat (6-8/8), Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkap Jip Ivan, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara, Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis. “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Bagi perusahaan, baik yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, maupun yang lainnya, mengintegrasikan ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. “Hubungi Multipolar Technology untuk mengimplementasikannya,” pungkas Jip Ivan.

Hadapi Era Agentic AI, Multipolar Technology Sarankan Tiga Pilar Solusi untuk Otomatisasi Bisnis Total

Warta Ekonomi, Jakarta – Tidak dapat disangkal bahwa teknologi telah berkembang dengan sangat pesat. Setelah sebelumnya dihela oleh teknologi Robotic Process Automation (RPA), Artificial Intelligence (AI) tradisional, dan Generative AI (GenAI), kini proses bisnis digerakkan oleh kecanggihan Agentic AI. Berbeda dengan GenAI yang masih terbatas dalam membantu menghasilkan konten, Agentic AI bahkan mampu menjalankan tugas secara mandiri.

Dengan Agentic AI, perusahaan dapat mengotomasi alur kerja yang rumit, mengoptimalkan kampanye pemasaran, mengendalikan interaksi pelanggan, meningkatkan ketepatan dalam berbagai diagnosis, memaksimalkan efisiensi, mendorong pendapatan, mendeteksi ancaman siber, serta mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semuanya dilakukan tanpa perlu campur tangan manusia.

Maka, merujuk pada data Dimension Market Research, wajar jika nilai pasar Agentic AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034. Akan tetapi, untuk dapat menjalankan teknologi Agentic AI dengan optimal, Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Jip Ivan Sutanto mengatakan, perusahaan mesti menggunakan solusi-solusi andal.

Dalam acara “Data & AI Forum 2025: Unlock Unprecedented Business Transformation with Agentic AI Advantage” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu-Jumat (6-8/8), Jip Ivan menyebutkan, setidaknya ada  solusi yang memungkinkan perusahaan mengimplementasikan Agentic AI secara tepat, yakni Microsoft 365 Copilot.

Ia menjelaskan, Microsoft 365 Copilot merupakan asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams. Solusi ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan. Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna sehingga rekomendasinya sangat relevan.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draft dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada. “Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkap Jip Ivan.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan  meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premiseprivate cloudpublic cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Yohan Gunawan, Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology, menambahkan, seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-nativeRed Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices, sehingga inovasi aplikasi bisnis di era Agentic AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Sementara Veeam Kasten K10 adalah solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis. “Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

Nah, bagi perusahaan, baik yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, telekomunikasi, energi, maupun yang lainnya, mengintegrasikan ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman. “Hubungi Multipolar Technology untuk mengimplementasikannya,” pungkas Jip Ivan.

Emiten Grup Lippo Multipolar Technology (MLPT) Ungkap Tren Agentic AI bagi Korporasi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) memperkirakan pemanfaatan akal imitasi agentif (agentic AI/agen AI) dalam rangka otomatisasi eksekusi berbagai pekerjaan digital, bakal menjadi tren di kalangan korporasi.  Director Enterprise Application Services Business PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) Jip Ivan Sutanto meramalkan berbagai perusahaan akan melirik solusi-solusi andal agen AI dalam waktu dekat. Mulai dari sektor keuangan, telekomunikasi, sampai energi, memerlukan otomatisasi demi menjadi semakin efisien. Pasalnya, agen AI telah jauh melampaui generatif AI (GenAI) yang berfokus untuk membantu menghasilkan suatu konten berdasarkan instruksi prompt.

“Setelah sebelumnya industri digerakkan oleh teknologi Robotic Process Automation, kemudian menuju Traditional AI dan GenAI, kini proses bisnis didorong oleh kecanggihan Agentic AI. Lewat agen AI, perusahaan dapat melakukan otomatisasi alur kerja yang kompleks,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (22/8/2025).

Contohnya, optimasi kampanye pemasaran, mengelola interaksi pelanggan, meningkatkan akurasi dalam berbagai diagnostik, memaksimalkan efisiensi, mendongkrak pendapatan, mendeteksi ancaman siber, dan mengambil keputusan bisnis lebih cepat. Semua itu dilakukan tanpa campur tangan manusia lagi.

Oleh karena itu, wajar jika nilai pasar agen AI global diyakini bakal melesat dari US$7,4 miliar pada 2025 menjadi US$171,2 miliar pada 2034, merujuk data Dimension Market Research.

Jip Ivan mencontohkan salah satu solusi yang paling simpel dalam mengimplementasikan agen AI secara tepat dalam alur kerja, misalnya dengan memanfaatkan Microsoft 365 Copilot, asisten AI yang terintegrasi dengan aplikasi Microsoft 365 seperti Word, Excel, dan Teams.

Copilot menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) dari OpenAI yang terhubung dengan data pengguna, sehingga rekomendasinya bisa sangat relevan.

Sebagai contoh, Microsoft 365 Copilot membantu merangkum e-mail panjang, menyusun draf dokumen, atau menganalisis data Excel hanya dengan instruksi sederhana. Solusi ini juga mampu menganalisis tren data, merumuskan skenario, dan menyarankan aksi berdasarkan informasi yang sudah ada.

Segala kemudahan ini membantu meningkatkan produktivitas dengan memberikan saran dan bantuan secara real-time berdasarkan konteks pekerjaan.

“Dengan begitu, proses bisnis perusahaan dapat berjalan lebih cepat, lebih akurat, lebih produktif, dan lebih efisien,” ungkapnya.

Ada juga Red Hat OpenShift, yaitu solusi aplikasi berbasis kontainer yang berperan meningkatkan efisiensi operasional. Solusi ini memungkinkan perusahaan membangun, mengelola, dan menjalankan aplikasi bisnis secara konsisten di berbagai infrastruktur, baik on-premise, private cloud, public cloud, maupun hybrid cloud. Selain itu, solusi ini juga dapat diskalakan sesuai kebutuhan.

Director Hybrid Infrastructure Services Business Multipolar Technology Yohan Gunawan menjelaskan seiring semakin banyaknya perusahaan mengadopsi arsitektur cloud-native, Red Hat OpenShift hadir untuk memfasilitasi transisi ke arsitektur microservices. Tujuannya, agar inovasi aplikasi bisnis di era agen AI semakin lincah dan mulus sesuai tuntutan pasar, tanpa mengabaikan dari sisi keamanan siber.

Terakhir, Veeam Kasten K10 menjadi solusi backup data khusus untuk aplikasi berbasis kubernetes (kontainer). Didukung Veeam Data Cloud, solusi ini memberikan perlindungan data yang komprehensif, aman, dan otomatis.

“Solusi ini mampu melakukan backup dan restore data yang cepat, andal, dan konsisten, serta mendukung migrasi alur kerja AI dari lingkungan on-premise ke cloud atau sebaliknya,” katanya.

Veeam Kasten K10 memastikan kepatuhan terhadap UU PDP dengan menjamin keandalan (reliability) data melalui proses backup dan restore yang konsisten, aman, dan terdokumentasi dengan baik. Solusi ini cocok bagi perusahaan yang mengelola alur kerja AI dan data analytics-nya di kubernetes dengan tim DevOps yang menginginkan otomatisasi penuh terhadap data.

“Integrasi ketiga solusi, antara lain Microsoft 365 Copilot, Red Hat OpenShift, dan Veeam Kasten K10, bisa menjadi jalan terbaik untuk membuat proses bisnis semakin lincah, produktif, inovatif, dan aman,” tutupnya.