NEWS

17 June 2013, MULTIPOLAR Tetapkan PE 12,6-14,6 Kali Lipat, Peringkat ke-2

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Multipolar Technology menawarkan saham perdana pada kisaran harga Rp425-Rp500 per lembar dengan rasio harga saham terhadap laba per saham (price to earning ratio/PER) 12,6x-14,6x.

Jika disandingkan dengan emiten sejenis, valuasi Multipolar tercatat berada di peringkat kedua tertinggi setelah perusahaan perangkat TI Grup Astra PT Astra Graphia Tbk 17,45x dan sebelum PT Metrodata Electronics Tbk yang memiliki PER 6,96x.

Dua pesaing lain memiliki valuasi yang cukup ekstrim, PT Dyviacom Intrabumi Tbk tercatat memiliki PER 623,57x, sedangkan PT Limas Centric Indonesia Tbk -8,35x.

“Laba bersih diperkirakan Rp50,6 miliar, secara valuasi harga ditetapkan dengan PE ratio 12,6x-14,6x, masih di bawah PE indeks gabungan,” ujar John Herry Teja, Direktur PT Ciptadana Securities selaku penjamin pelaksana emisi tunggal, Senin(17/6/2013).

Dia menilai valuasi wajar mempertimbangkan pertumbuhan belanja di industri perangkat TI yang sebesar 46,3% dalam kurun waktu 3 tahun. Menurut dia, peluang pertumbuhan perseroan masih besar di tengah munculnya perusahaan yang membutuhkan jasa solusi TI.

Presiden Direktur Multipolar Technology Harijono Suwarno mengatakan pihaknya akan melepas sebanyak 375 juta lembar saham atau 20% dari total modal disetor dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dengan begitu, perseroan hanya akan meraup dana senilai Rp159,37 miliar-Rp187,5 miliar. adapun, 28% dana dari hasil penawaran perdana saham atau sekitar Rp44,62 miliar-Rp52,5 miliar akan digunakan untuk belanja modal 2013-2014.

Secara rinci dijelaskan, belanja modal entitas usaha Grup Lippo itu terdiri dari ekspansi pembelian gedung sebesar Rp20 miliar, inventaris kantor dan aset lain seperti peralatan TI untuk penyewaan senilai Rp40 miliar.

“Total capex [capital expenditure] tahun ini Rp93,5 miliar. Sebagian dari dana IPO, sisanya dari kas internal,” jelas Direktur Multipolar Technology Hanny Untar.

Selain belanja modal, dana hasil IPO Sebesar Rp46,5 miliar untuk membayar utang kepada induk usaha yakni PT Multipolar Tbk. Refinancing tanpa pengenaan bunga itu akan dilakukan pada kuartal III/2013 atau lebih cepat dari masa jatuh tempo yang seharusnya pada 30 Desember 2013.

Sisa dana hasil IPO, lanjutnya, digunakan untuk modal kerja seperti biaya operasional berupa pembelian persediaan, gaji karyawan, biaya administrasi, biaya perluasan ruang kerja, biaya pemeliharaan kantor, pembayaran jasa konsultan, pengadaan peralatan kerja dan biaya lainnya.

Sumber: www.m.bisnis.com