NEWS

31 March 2016, Multipolar Technology Siap Capai Target Pendapatan Rp2,33 Triliun Tahun 2016

Jakarta (Swa.co.id) - Di tengah situasi bisnis yang kian kompetitif dan kondisi makroekonomi yang tidak stabil, PT Multipolar Technology Tbk. tetap berhasil mencatatkan kinerja yang solid. Hal ini tercermin dari laporan keuangan tahun buku 2015, ada kenaikan pos Laba Tahun Berjalan sebesar 44,9%, dari Rp67,09 miliar di tahun 2014 menjadi Rp97,21 miliar di tahun 2015. Penjualan Bersih dan Pendapatan Jasa juga meningkat 8,94%, dari Rp1,97 triliun di tahun 2014 menjadi Rp2,14 triliun di tahun 2015.

Pencapaian kinerja keuangan yang positif itu berasal dari peningkatan kontribusi penjualan solution & services (solusi & jasa) yang menjadi fokus Multipolar selama tahun 2015, antara lain penyediaan solusi dan jasa terkait cloud, big data, analytics, security, dan mobility, serta business process managed services.

Kontribusi pendapatan terbesar perseroan masih didominasi oleh sektor perbankan, dan disusul oleh sektor telekomunikasi. Wahyudi Chandra, Presiden Direktur Multipolar menyampaikan optimismenya dalam sektor komersial, “Kami terus melakukan ekspansi layanan di sektor komersial. Tahun lalu pendapatan dari sektor ini yang mencakup industri ritel dan distribusi, manufaktur, dan migas turut menunjukkan kinerja yang meningkat, dimana sektor ini sudah semakin banyak menggunakan teknologi informasi untuk mendukung efisiensi operasionalnya.”

Untuk target pertumbuhan bisnis tahun 2016, manajemen perusahaan TI Grup Lippo itu tidak muluk-muluk. “Kami targetkan sedikit di atas prediksi Gartner 6%, yaitu meningkat sekitar 9%,” kata Wahyudi usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel Aryaduta, Jakarta (31/3). Itu artinya, jika realisasi pendapatan Multipolar tahun 2015 sebesar Rp2,14 triliun, maka target kenaikan 9% di tahun 2016 akan mencapai Rp2,33 triliun.

Manajemen Multipolar pun optimistis menghadapi bisnis tahun 2016. “Kami melihat banyak peluang yang bisa dijajaki, dengan mempertimbangkan perubahan besar di sisi pelanggan. Saat ini pemegang anggaran dan keputusan yang tadinya di tim TI mulai bergeser ke tim bisnis/user. Hal ini menuntut kami sebagai System Integrator harus lebih kompetitif dan bisa memberikan diferensiasi dalam layanan, sehingga pelanggan tetap memilih Perseroan sebagai mitra yang mumpuni baik dari sisi teknikal, penawaran, maupun penekanan ke aspek bisnis dimana TI ini bisa menjadi enabler dan bukan sekedar biaya,” jelas Wahyudi.

Menyikapi tren TI saat ini, perseroan juga semakin fokus mengembangkan kompetensi di solusi Mobility, Analytics dan Middleware, yang diperkirakan akan menjadi primadona belanja TI tahun ini. Di sektor perbankan, Perseroan melanjutkan inovasi layanannya dengan menawarkan solusi core banking dan modul pendukungnya, serta akselerasi layanan seperti pemeliharaan, professional services, dan IT Strategy/IT Planning Consulting Services, IT Project Management Consulting Services dan IT Operations Consulting Services. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah sinergi dengan anak usaha yaitu PT Visionet Internasional (VisioNet) yang berfokus pada penyediaan Total Business Process Managed Services dan PT Graha Teknologi Nusantara (GTN) untuk layanan Data Center Rate 4 ready.

Sementara itu, pembangunan gedung data center GTN juga semakin menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Setelah melakukan ground breaking pada pertengahan tahun lalu, GTN semakin mendekati kesiapannya untuk menerima para pelanggannya dengan layanan Data Center Rate 4 ready yang menerapkan standar kualitas dari Jepang.

Di awal tahun ini, Multipolar semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu System Integrator di Indonesia, dengan diterimanya penghargaan IBM Choice Awards 2016 untuk kategori Top Strategic Business Partner 2016, dimana Perseroan merupakan satu-satunya mitra bisnis IBM di Indonesia yang dianugerahi penghargaan ini. IBM Choice Awards adalah penghargaan yang diberikan kepada mitra bisnis IBM di berbagai belahan dunia atas prestasi dan komitmen mereka. Penghargaan ini membuktikan kinerja Perseroan yang positif dan diakui hingga mancanegara.

Multipolar juga terus mencari peluang pertumbuhan baru melalui penyediaan solusi dan layanan yang andal dengan mengacu pada kebutuhan pengembangan bisnis pelanggan dan tren teknologi informasi “Kami masih berupaya meningkatkan penjualan solusi yang memberikan nilai tambah tinggi, khususnya solusi yang kami kembangkan sendiri seperti solusi core banking BankVision lengkap dengan delivery channelnya, solusi VisionMobile untuk mengakomodir tren perbankan digital, dan solusi business analytics VisionAnalytics untuk membantu manajemen melakukan analisa dan mengambil keputusan,” jelas Jip Ivan Sutanto, Direktur Solution & Infrastructure Business Multipolar Technology.

Untuk lebih meningkatkan nilai tambah, keseluruhan solusi dapat dipaketkan dengan professional services seperti implementasi dan penyesuaian terhadap kebutuhan pelanggan (customization), serta layanan pemeliharaannya.

Hasil RUPST Multipolar juga memutuskan pembagian dividen sebesar Rp 13,125 miliar yang akan dibagikan atas 1.875.000.000 (satu miliar delapan ratus tujuh puluh lima juta) saham yang telah dikeluarkan Perseroan, dalam bentuk deviden tunai sebesar Rp 7 per saham. (EVA)

http://swa.co.id/corporate/financial-report/multipolar-technology-siap-capai-target-pendapatan-rp233-triliun-tahun-2016