NEWS

06 May 2013, Multipolar Technology Garap Perbankan Mikro

JAKARTA (IndoTelko) – Multipolar Technology menggarap pasar perbankan mikro Indonesia dengan menawarkan solusi Core Banking BankVision.

Wakil Presiden Direktur  Multipolar Technology Wellianto Halim menjelaskan fitur yang dimiliki BankVision lumayan lengkap dan terintegrasi dengan berbagai delivery channel modern seperti EDC mobile dan ponsel.

“Solusi ini diyakini mampu mendorong peningkatan bisnis bank di sektor usaha mikro untuk menjangkau masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas perbankan,” katanya di Jakarta, Senin (6/5).

Menurutnya, industri perbankan saat ini salah satu sektor yang bertumpu pada teknologi untuk menjaga petumbuhannya. Apalagi ada aturan perbankan yang mewajibkan kucuran kredit mikro minimal 20% bertahap hingga 2018, makin memicu bank untuk menciptakan produk-produk inovatif.“Produk inovatif dengan jumlah basis nasabah  yang tinggi selalu membutuhkan dukungan teknologi,” katanya.

Dikatakannya, untuk mendukung bank menciptakan produk berbasis teknologi, Multipolar Technology menyiapkan Core Banking BankVision yang siap diaplikasikan di sektor mikro.

Kelebihannya adalah fitur-fitur yang lengkap dan arsitektur aplikasi yang dirancang untuk dapat dikembangkan secara berkesinambungan agar mampu memenuhi kebutuhan perbankan secara luas.

“Kami terus melakukan inovasi dengan mengembangkan fitur-fitur bernilai tambah seperti antar muka dengan EDC mobile untuk mobile banking, yang siap diluncurkan dalam waktu dekat,“ kata Direktur Solution & Infrastructure Delivery  Multipolar Technology Sujanto Halim.

Diklaimnya, solusi BankVision telah teruji kehandalannya dan memenuhi peraturan perbankan di Indonesia seperti PSAK 50/55. Untuk perbankan syariah, ada Core Banking VisionShari’a yang berbasis akad syariah dengan kemampuan office channeling yang dapat digunakan bersama-sama dengan bank konvensional sehingga proses transaksi bank konvensional dan unit syariah dapat terintegrasi.

Multipolar Technology menerapkan metodologi Project Management dalam proses implementasi, mulai dari perencanaan, analisa kebutuhan, pengetesan hingga gladi resik sebelum go live. Standard of Procedure (sOP) dan  Service Level Agreement (SLA) juga jelas sehingga masalah cepat diidentifikasi dan diambil tindakan yang tepat. “Proses implementasi ini sudah diakui dengan sertifikasi ISO,” tegasnya.(ss)

Sumber: www.indotelko.com