NEWS

26 September 2012, Multipolar Technology Bidik Pendapatan Rp1,3 Triliun

Selasa, 25 September 2012 19:53 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dan sistem integrator PT Multipolar Technology menargetkan pendapatan tahun 2012 sekitar 138 juta dolar AS atau Rp1,3 triliun, naik 20 persen dibanding 2011 sebesar 115 juta dolar AS.

"Optimistis target pendapatan sebesar 138 juta dolar AS akan tercapai, sejalan dengan semakin berkembangnya modul dan layanan yang ditawarkan perusahaan," kata Presiden Direktur Multipolar Technology Harijono Suwarno di sela penyelenggaraan "Multipolar Solutions Day 2012," di Jakarta, Selasa.

Menurut Harijono, peningkatan pendapatan tahun 2012 diharapkan bisa berlanjut pada 2013 dilatarbelakangi membaiknya iklim investasi di Tanah Air.

"Iklim investasi seperti yang terungkap dari data pemerintah sedang bagus-bagusnya, tercermin dari nilai investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang terus meningkat dari waktu ke waktu," ujarnya.

Dengan peningkatan FDI tersebut lanjut Harjono, setidaknya akan menambah daftar perusahaan yang akan masuk ke Tanah Air yang akhirnya mendorong peningkatan kebutuhan teknologi informasi di dalam negeri.

Ia menambahkan, saat ini jumlah klien Multipolar berkisar 500 perusahaan, di mana sebanyak 75--80 persen bergerak pada jasa perbankan, 10--15 persen jasa telekomunikasi, sedangkan sisanya sekitar 10 persen perusahaan manufaktur, pemerintah dan UKM.

Pada jasa perbankan, Multipolar memberikan layanan infrastruktur piranti keras, jasa profesional meliputi modul produktivitas bisnis, manajemen informasi, entreprise risk manajemen (ERM), hingga solusi piranti lunak.

Multipolar membantu bisnis dalam berbagai aktivitas IT antara lain mengimplementasikan "core banking" dan layanan elektronik di perbankan, mendukung solusi komunikasi seluler bagi operator telekomunikasi.

Juga menerapkan layanan informasi kesehatan bagi rumah sakit, solusi e-learning, jasa konsultasi instansi pemerintah dalam menerapkan e-government.

Selanjutnya mengimplementasikan solusi bisnis untuk perusahaan sektor manufaktur, peritel, pengembang properti, serta pada entreprise architectur-based IT master plan di berbagai sektor lainnya.

"Kami memiliki infrastruktur, network, dan piranti lunak dan piranti keras yang dapat diaplikasikan tidak saja pada sektor perbankan, tetapi juga manufaktur maupun bagi government," katanya.

Salah satu layanan yang terbaru disediakan Multipolar adalah cloud computing (komputasi awan) berbasis "platform software as a services" (SaaS) dengan menggandeng dua perusahaan, Ramco dan Qumu.
Ramco Systems adalah perusahaan piranti lunak berbasis di India berfokus pada platform cloud enterprise seperti Enterprise Resources Planning (ERP), Human Capital Management (HCM) dan Enterprise Asset Management (EAM).

Sedangkan Qumu perusahaan asal California, Amerika Serikat, fokus pada penyediaan solusi lengkap Enterprise Webcasting dan Video Management.

Menurut Harijono, target awal pengguna layanan cloud computing hasil kolaborasi Multipolar, Ramco dan Qumu ini adalah perusahaan eksisting yang menjadi klien Multipolar.

"Dari sekitar 500 klien kami saat ini, diharapkan sekitar 20 persen akan mengadopsi cloud computing Multipolar," ujarnya.