Berita

08 July 2013, Saham Perdana Multipolar Technology Naik 27,08%

(Vibiznews-Stock) Pada pencatatan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (08/07), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) berhasil mengerek sahamnya ke level Rp 610 per saham atau berhasil dibuka naik 27,08% dari harga yang ditetapkan perseroan dari hasil bookbuilding sebesar Rp 480 per saham.

Perusahaan yang bergerak dibidang teknologi ini, secara resmi telah melepas 375 juta lembar dengan nilai nominal Rp100 setiap saham ke publik hari ini. Saham yang dilepas ke publik setara dengan 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam rangka penawaran perdana saham.

Adapun total dana yang diraih dari hasil penawaran umum perdana saham sekitar Rp180 miliar.

"Ini momen yang tepat bagi MLTP untuk meramaikan papan bursa Indonesia, khususnya di sektor jasa teknologi. Dengan makin luasnya pemanfaatan TI kami optimis MLTP dapat menjadi pilihan investasi yang menjanjikan," ujar Harijono Suwarno, Presiden Direktur PT Multipolar Technology Tbk usai IPO di BEI, Jakarta, Senin (08/07/2013).

Sementara itu, dalam masa penawaran, jumlah pemesanan mencapai 706,13 juta saham sedangkan jumlah pemegang saham melalui penawaran perdana saham mencapai 1.007 pihak. Dan kapitalisasi pasar saham PT Multipolar Technology Tbk mencapai Rp 900 miliar.

Seperti diketahui, dana hasil penawaran perdana saham antara lain sekitar 28% digunakan untuk belanja modal pada 2013-2014, sekitar Rp 46,50 miliar untuk membayar utang kepada pemegang saham perseroan, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan untuk biaya operasional perseroan.

Dan, dalam hajatannya ini, Perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

MLTP secara resmi tercatat sebagai emiten ke-20 di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2013 atau ke-475 secara keseluruhan.

Sebagai catatan, perseroan disepanjang 2012, telah membukukan penjualan sebesar Rp1,33 triliun dari periode tahun 2011 sebesar Rp1 triliun.

Perseroan juga telah berhasil mencetak laba bersih, naik menjadi Rp28,50 miliar pada 2012 dari periode tahun 2011 sebesar Rp3,41 miliar.

Sementara untuk aset mencapai Rp1 triliun pada 2012 dari periode 2011 sebesar Rp758,96 miliar. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp809,93 miliar pada 2012 dari periode 2011 sebesar Rp617,02 miliar.

Dan ekuitas perseroan naik menjadi Rp194,31 miliar pada 2012 dari periode 2011 sebesar Rp142,93 miliar.

Sumber: www.vibiznews.com