Berita

18 June 2013, Multipolar Technology Siap Go Public

Perusahaan sistem integrator teknologi informasi (TI) PT Multipolar Technology siap untuk go public, dengan rencana penawaran umum saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO).

Multipolar Technology akan melepas sebanyak 375 juta lembar saham, atau sebesar 20% dari jumlah modal disetor setelah IPO. Dengan demikian setelah IPO maka struktur pemegang saham perusahaan itu menjadi 20% dimiliki oleh masyarakat dan 80% dimiliki oleh pemegang saham pendiri. Dalam pelaksanaan IPO ini Multipolar menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai Penjamin Pelaksana Emisi, dengan proses Book Building yang dimulai, 17 Juni 2013 hingga 21 Juni 2013.

”Kami optimis penawaran umum saham perdana Multipolar Technology ini akan mendapat tanggapan positif dari calon investor dan masyarakat. Apalagi saat ini kebutuhan pelanggan akan produk teknologi makin meningkat, tentunya akan mendorong prospek bisnis Perseroan semakin baik di masa mendatang,” ujar Harijono Suwarno, Presiden Direktur Multipolar Technology.

Rencananya, pihak Multipolar Technology akan mengalokasikan dana yang diperoleh dari IPO ini untuk tiga hal. Pertama, sekitar 28% akan digunakan Perseroan untuk belanja modal dalam kurun waktu tahun 2013 – 2014 terkait pengembangan usaha Perseroan. Antara lain pembelian gedung yang berlokasi di Lippo Village, Tangerang, inventaris kantor, dan aset lainnya seperti peralatan TI guna mendukung kegiatan usaha Perseroan. Kedua, sekitar Rp 46,5 miliar untuk membayar hutang kepada pemegang saham Perseroan yaitu MLPL, selambat-lambatnya pada kuartal III tahun 2013. Hutang tersebut  tidak dikenakan bunga dan akan jatuh tempo pada tanggal 30 Desember 2013. Ketiga, sisanya untuk modal kerja seperti biaya operasional berupa pembelian persediaan, gaji karyawan, biaya administrasi, biaya perluasan ruang kerja, biaya pemeliharaan kantor, pembayaran jasa konsultan, pengadaan peralatan kerja dan biaya lainnya.

“Prospek usaha di bidang TI saat ini sangat positif, terutama didorong banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi, sehingga belanja TI akan meningkat. Sektor telekomunikasi yang berkembang pesat tentu butuh solusi TI untuk menambah kapasitas layanannya. Di sektor perbankan, dengan adanya kecenderungan beralih ke consumer banking tentu akan mendorong belanja TI untuk investasi baru,” jelas Harijono.

Untuk mendorong pertumbuhan usahanya, lanjut Harijono, pihaknya akan terus berinovasi meningkatkan jenis dan kualitas produk serta layanannya. Perseroan secara aktif terus mengembangkan solusi yang mampu memberikan nilai tambah bisnis dari solusi yang ada atau yang sudah digunakan oleh pelanggan. Di awal tahun ini Multipolar Technology telah menelurkan beberapa produk terbarunya untuk sektor perbankan seperti mobile banking, mobile analytics, dan mobile payment yang mendapat tanggapan sangat positif dari pelanggannya.

Sumber: www.zepbees.com