Berita

11 November 2015, Multipolar Technology, Menghadapi Ancaman Security Breach

CISO Online - Jakarta, Kebocoran data perusahaan, akhir-akhir ini menjadi ancaman serius bagi para pelaku bisnis corporate maupun governance. Oleh karena itu Multipolar Technology memberikan awareness terhadap para pekerja IT di berbagai perusahaan, agar mampu menghadapi ancaman kebocoran data yang tidak dapat diprediksi tersebut.

"Keamanan adalah soal bagaimana untuk memastikan confidentialityintegrity and availability data dapat tetap terjaga," ujar praktisi IT Semi Yulianto yang menjadi pembicara dalam forum tersebut. Semi menambahkan, jika ada suatu data yang mengharuskan agar tetap bersifat rahasia, akurat dan selalu tersedia saat diperlukan, maka suatu sistem keamanan diperlukan untuk data tersebut. Oleh karena itu ujarnya, dengan adanya security di suatu perusahaan, selain berfungsi untuk mengurangi resiko jika terjadi insiden keamanan, juga untuk menaikkan mutu dari perusahaan tersebut.

berdasarkan data dari suatu survey, Semi mengatakan bahwa dari serangan yang berjumlah 70.790 insiden, hanya terdapat 2.122 data breach yang dilaporkan terjadi. data lainnya menunjukkan bahwa 60 persen attackers dapat menembus masuk ke dalam sistem, hanya dalam hitungan menit saja. "23 persen korban diserang melalui open phising massages dan 11 persen lainnya dari mengklik suatu tautan,' tanda Semi.

Fakta menariknya ujar Semi, 99,9 persen exploit baru akan dieksploitasi satu taun setelah CVE exploit tersebut dipublikasi. "Saya pernah melakukan penetration test terhadap jaringan di suatu perusahaan, seminggu kemudian barulah admin dari perusahaan tersebut menyadari hal tersebut. Hal ini membuktikan masih rendahnya incident response di kebanyakan jaringan," jelas Semi.

Saat mereka menyadari hal tersebut, kebanyakan hanya membiarkannya dengan alasan yang sama,' ada aplikasi, nanti tidak bisa jalan jika di-patching- servernya," jelas Semi. Padahal ujarnya, jika terjadi serangan dan teknikal terganggu, maka bisnis akan secara otomatos terhenti di perusahaan tentunya akan merugi. Jika dihitung secara finansial, kerugian dari setiap 1.000 record breach dilaporkan mencapai angka sekitar 52,000 - 87.000 dollar. Namun dibanding hal terebut ada hal yang lebih merugikan, yaitu kehilangan kredibilatas perusahaan itu sendiri.