Berita

08 July 2013, Multipolar Technology Lepas 375 Juta Saham Baru

Dengan membuka akses ke pasar modal, Multipolar Technology berharap lebih banyak fleksibilitas pengembangan usaha yang lebih pesat lagi, sejalan dengan visi menjadi penyedia jasa teknologi. Rully Ferdian

Jakarta–PT Multipolar Technology Tbk akhirnya resmi tercatat di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MLPT, setelah penawaran umum perdana saham pada 1-2 Juli 2013 lalu.

Dengan diterbitkannya surat keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-36/D.04/2013 tanggal 28 Juni 2013 tentang Penetapan Saham MLPT sebagai Efek Syariah, Multipolar optimis akan membawa angin segar bagi pasar modal dan masyarakat untuk berinvestasi di sektor teknologi informasi (TI) yang terus bertumbuh.

Dari total 1,875 miliar saham dengan nominal Rp100 per saham yang dicatatkan, MLPT melepas 375 juta saham baru ke publik atau 20% dari total modal disetor, dengan harga Rp480 per lembarnya. Perolehan dana Rp180 miliar akan digunakan untuk meningkatkan kinerja perseroan.

“Perseroan ingin mencapai transparansi, efisiensi serta akuntabilitas dalam setiap kegiatan operasionalnya. Dengan membuka akses ke pasar modal, diharapkan akan didapat lebih banyak fleksibilitas pengembangan usaha yang lebih pesat lagi, sejalan dengan visi menjadi penyedia jasa teknologi terkemuka,” ujar Presiden Komisaris Multipolar Technology Muladi, saat listing di di gedung BEI, Jakarta, Senin, 8 Juli 2013.

“Ini momen yang tepat bagi MLPT untuk meramaikan papan bursa Indonesia, khususnya di sektor jasa teknologi. Dengan makin luasnya pemanfaatan TI, kami optimis MLPT dapat menjadi pilihan investasi yang menjanjikan,” tambah Presiden Direktur Multipolar Technology Harijono Suwarno.

Menurutnya, peluang besar di sektor telekomunikasi, natural resources dan komersial menjadi target, disamping terus mempertahankan posisi kepemimpinan di sektor perbankan.

Wakil Presiden Direktur Multipolar Technology, Wellianto Halim, yang bertanggung jawab terhadap pengembangan produk, menambahkan, sektor TI merupakan lahan prospektif dengan potensi pertumbuhan positif. “Investasi TI sudah mulai diperhitungkan sebagai aset strategis untuk meningkatkan kinerja dan menghasilkan layanan berkualitas. Hal ini tentunya akan mendorong permintaan end-to-end solution, yang mencakup perangkat keras, sistem aplikasi, implementasi core application, IT Governance hingga IT Outsourcing,” jelasnya.

“Dengan konvergensi TI dan telekomunikasi menjadi ICT, dan sekarang menjadi TMT (Technology-Media-Telecommunications), MLPT melihat peluang sebagai penyedia solusi TMT di Indonesia,” tambahnya.

Untuk sektor perbankan, MLPT belum lama ini meluncurkan solusi mobile banking dan mobile analytics. Layanan konsultasi TI MLPT sudah menerapkan metodologi dan SOP berstandar internasional, dengan solusi antara lain Enterprise Project Management untuk pengelolaan proyek, dan Service Oriented Architecture (SOA) untuk pengembangan Enterprise Service Business yang menghubungkan aplikasi utama dengan aplikasi lainnya.

Salah satu solusi yang akan diminati adalah physical security Video Surveillance berbasis Internet Protocol (IP), didorong kebutuhan proteksi untuk di gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, hotel, bandara dan area publik lainnya.

Solusi dengan sistem rekaman digital ini terintegrasi dengan layanan Data, Suara, Video dan Keamanan, yang akan mengirimkan peringatan saat terdeteksi hal mencurigakan, dan juga dapat diintegrasikan dengan kamera berbasis IP atau analog lain, access door hingga face recognizer.

Sumber: www.infobanknews.com