Berita

26 September 2012, Multipolar Technology Adopsi Strategi Cloud SaaS Ramco dan Qumu

Multipolar Technology Adopsi Strategi Cloud SaaS Ramco dan Qumu 

September 25, 2012

Multipolar Technology, sebuah penyedia layanan Sistem IT Terintegrasi di Indonesia, pada Selasa, 25 September 2012, mengumumkan strategic partnership dengan Ramco dan Qumu.

Multipolar berencana mengadopsi Cloud Strategy as a Service (SaaS) kedua mitra tersebut, terutama dalam mengadress kebutuhan client di area cloud computing. Multipolar sendiri merupakan perusahaan IT yang sudah beroperasi lebih dari 30 tahun dengan pelanggan dari kalangan corporate, retail, telko, maupun close industry. Customer yang diundang sebagian besar merupakan customer tetap dari Multipolar yang sudah menggunakan IT System dari Multipolar dan partner-partnernya seperti IBM, Cisco, dan lain-lain. Sementara kerjasama dengan Ramco dan Qumu dilakukan dalam rangka memperkenalkan up date teknologi-teknologi baru dari sisi konten.

“Dalam beroperasi banyak tantangan datang dari pasar (customer), bahwa kami harus meningkatkan performance, harus melakukan efisiensi biaya dan sebagainya. Itu yang akan kami adress dengan partner-partner kami, khususnya 2 principal kami kali ini, yaitu dari Ramco dan Qumu. Mereka adalah aplikasi yang berbasis cloud. Cloud sendiri di Indonesia memang belum banyak digunakan karena beberapa alasan. Salah satunya adalah security. Tetapi, khusus untuk 2 aplikasi ini, dengan mudah bisa diaplikasikan oleh pelanggan sehingga mereka dapat meningkatkan efisiensi serta produktvitas mereka,” kata Harijono Suwarno, Presiden Direktur PT Multipolar Technology.

Lebih jauh, perkembangan teknologi yang ada sekarang ini menbawa cloud computing cepat atau lambat menjadi salah satu alternatif solusi layanan yang akan diadopsi oleh banyak bisnis atau perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dengan berkembangnya bisnis-bisnis yang pesat tadi, secara otomatis, mereka pasti membutuhkan IT. Bukan masalah unemployment saja, tetapi juga sumber daya manusia dan infrastrukturnya. Tren yang ada sekarang ini adalah, dengan adanya akses internet yang terus berkembang di Indonesia, akan menyebabkan adanya alternatif baru yang bisa menekan biaya dan juga bisa meningkatkan competitif head dari setiap bisnis tanpa perlu harus membeli hardware ataupun meningkatkan SDM (dalam hal ini pelatihan).

Jip Ivan Sutanto, Direktur Pre-Sales & Spesialist Recources berpendapat bahwa kadang-kadang di bisnis atau perusahaan, hal tersebut bisa menjadi suatu kendala dari sisi investasi. Mungkin investasi hardwarenya besar, atau juga SDM-nya. Hal ini terjadi karena operasi dalam suatu IT bukan sekadar masalah software, tapi juga network, security, dan lain-lain.

“Jadi tidak efisien juga kalau dalam suatu bisnis, kami punya semuanya. Dengan menggunakan model SaaS, sebetulnya hal ini merupakan salah satu bagian dari cloud computing. Sebelumnya ada platform of services dan ada juga infrastructure as a services. Multipolar selalu mencari nilai tambah kepada mitra bisnis atau customer kami, dimana kami selalu melihat bahwa kami membantu mencari solusi-solusi yang tepat guna, tetapi juga dalam waktu yang bersamaan mengurangi biaya supaya mereka bisa tetap competitif di usahanya masing-masing,“ ujar Jip Ivan yang dalam kesempatan ini mengatakan bahwa Ramco sudah terbukti di India, dan terakhir di Middle East.

Sementara Qumu lebih ke webccasting dan video, yang dalam bahasa simpelnya mirip youtube tetapi khusus untuk enterprise, dimana security-nya tetap terjaga, karena konten-konten video di entreprise terkadang memiliki integer property untuk kalangan sendiri.

Memang sasaran awal pengguna aplikasi ini adalah customer existing  client dari Multipolar yang sudah mencakup enterprise cloud maupun small medium. Misalnya Bank Pembangunan Daerah dan manufakturing. Modelnya bisa bersifat public, dalam arti, data akan tersimpan di data center anak perusahaan Multipolar yaitu VisioNet. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas dari streaming dan konektivitas yang lebih bagus karena berada di dalam negeri. Bisa juga di private cloud dari customer. Harijono mencontohkan, misalnya ada 1 Bank BUMN besar yang mempunyai dana dan mereka perlu Qumu untuk keperluan training. Tapi mereka tidak mau menaruh data di data center orang lain, sehingga mereka bisa menerapkannya di private cloud data center client.

“Kalau Hybrid, bisa saja, misalnya Ramco yang mempunyai Human Capital Management. Di situ terdapat 2 layanan, satu ada Talent Management, dan satu lagi ada HR managementnya. HR management itu dari segi leave, cuti, payroll,  dan lain-lain, banyak penggunaannya. Sementara Talent Management lebih jarang dipakai, misalnya untuk training. Bisa dilakukan yang HR Management di private cloud, sedangkan yang Tallent Management di public cloud. Itu bisa diintegrasikan dengan seemless, lebih murah secara keseluruhannya,” papar Harijono.

Dari tiga jenis cloud, semua bisa diadopsi sesuai dengan kebutuhan customer. Adapun alasan Multipolar bermitra dengan Ramco dan Qumu adalah karena keduanya  sudah diterima di pasar masing-masing. Qumu sudah diterima di US, sampai ke tingkat Federal Reserve untuk komunikasi di tingkat internal. Bayangkan saja bahwa Federal Reserve itu tingkat kerahasiaannya harus tinggi sekali, karena mungkin ada perubahan kurs yang dikomunikasikan ke seluruh kantornya. Kalau Ramco itu sudah terbukti di India dan Middle East, yang sudah melayani beberapa perusahaan besar, airlines, bank,” terang Harijono.

Jip Ivan menambahkan bahwa di Asia Pasifik pertumbuhan SaaS mencapai 27%, dari US$ 730 juta di tahun 2011 menjadi US$ 934 juta. Meskipun untuk Asia Pasifik dibagi menjadi 2, yaitu negara-negara maju, seperti Australia, New Zeland, Hong Kong, Singapura, dan Asia. Sebetulnya untuk masuk ke bisnis SaaS adalah masalah timing. “Kalau kami lihat sekarang ini, dari sisi akses internet, mungkin yang dulu hanya voice, kemudian kami pindah ke GPRS, 2G, 3G, dan tahun depan sudah bicara mengenai LTE Jadi memang infrastrukturnya sudah memungkinkan apalagi Indonesia interconected, jadi saya rasa ini masalah timing kapan masuk dalam waktu yang tepat, “ tegasnya.