Berita

26 September 2012, Multipolar Target Rp 1,3 Triliun dari Bisnis TI

September 26, 2012 

Jakarta – Sebagai perusahaan penyedia layanan TI dan sistem integrator PT Multipolar Technology berani pasang target tinggi. Anak usaha Lippo Group itu menargetkan pendapatan di akhri 2012 nanti mencapai USD 138 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun, naik 20% dibanding tahun sebelumnya USD 115 juta.

“Kami optimistis target pendapatan sebesar USD 138 juta akan tercapai sejalan dengan semakin berkembangnya modul dan layanan yang ditawarkan perusahaan,” kata Presiden Direktur Multipolar Technology Harijono Suwarno di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Menurut Harijono, peningkatan pendapatan tahun 2012 diharapkan bisa berlanjut pada 2013 dilatarbelakangi membaiknya iklim investasi di Tanah Air.

“Iklim investasi seperti yang terungkap dari data pemerintah sedang bagus-bagusnya, tercermin dari nilai investasi asing langsung yang terus meningkat dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Dengan peningkatan investasi asing tersebut lanjut Harjono, setidaknya akan menambah daftar perusahaan yang akan masuk ke Tanah Air yang akhirnya mendorong peningkatan kebutuhan teknologi informasi di dalam negeri.

Ia menambahkan, saat ini jumlah klien Multipolar berkisar 500 perusahaan, di mana sebanyak 75-80 persen bergerak pada jasa perbankan, 10-15 persen jasa telekomunikasi, sedangkan sisanya sekitar 10 persen perusahaan manufaktur, pemerintah dan UKM.

Pada jasa perbankan, Multipolar memberikan layanan infrastruktur piranti keras, jasa profesional meliputi modul produktivitas bisnis, manajemen informasi, entreprise risk manajemen (ERM), hingga solusi piranti lunak.

Multipolar membantu bisnis dalam berbagai aktivitas IT antara lain mengimplementasikan core banking dan layanan elektronik di perbankan, mendukung solusi komunikasi seluler bagi operator telekomunikasi.

Juga menerapkan layanan informasi kesehatan bagi rumah sakit, solusi e-learning, jasa konsultasi instansi pemerintah dalam menerapkan e-government.

Selain itu, mengimplementasikan solusi bisnis untuk perusahaan sektor manufaktur, peritel, pengembang properti, serta pada entreprise architectur-based IT master plan di berbagai sektor lainnya.

“Kami memiliki infrastruktur, network, dan piranti lunak dan piranti keras yang dapat diaplikasikan tidak saja pada sektor perbankan, tetapi juga manufaktur maupun bagi government,” katanya.

Salah satu layanan yang terbaru disediakan Multipolar adalah cloud computing berbasis platform Software as a Services (SaaS) dengan menggandeng dua perusahaan, Ramco dan Qumu.

Ramco Systems adalah perusahaan piranti lunak berbasis di India berfokus pada platform cloud enterprise seperti Enterprise Resources Planning (ERP), Human Capital Management (HCM) dan Enterprise Asset Management (EAM).

Sedangkan Qumu perusahaan asal California, Amerika Serikat, fokus pada penyediaan solusi lengkap Enterprise Webcasting dan Video Management.

Menurut Harijono, target awal pengguna layanan cloud computing hasil kolaborasi Multipolar, Ramco dan Qumu ini adalah perusahaan eksisting yang menjadi klien Multipolar.

“Dari sekitar 500 klien kami saat ini, diharapkan sekitar 20 persen akan mengadopsi cloud computing Multipolar,” ujarnya.