Berita

17 June 2013, IPO, Multipolar Technology Targetkan Raih Dana Rp187,5 Miliar

Ipotnews - PT Multipolar Technology akan melepas 375 juta lembar saham atau 20% dari jumlah modal disetor lewat mekanisme penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Anak usaha Grup Lippo ini menargetkan dana hasil IPO antara Rp150 miliar-Rp187,5 miliar.

Presiden Direktur Multipolar Technology, Harijono Suwarno, mengatakan dalam IPO ini perseroan menawarkan harga saham di kisaran Rp425-Rp500 per lembar saham. Setelah IPO, maka struktur pemegang saham Multipolar Technology akan menjadi 20% dimiliki masyarakat dan 80% dimiliki oleh pemegang saham pendiri.

Perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi. Adapun masa pembentukan harga (bookbuilding) akan berlangsung dari 17-21 Juni 2013. "Kami optimistis penawaran umum saham perdana ini akan mendapat tanggapan positif dari calon investor. Apa lagi kebutuhan pelanggan akan produk teknologi semakin meningkat," ujar Harijono, Senin (17/6).

Manajemen Multipolar Technology akan mengalokasikan dana yang diperoleh dari IPO, sekitar 28% untuk belanja modal dalam kurun waktu 2013-2014. Sekitar Rp46,5 miliar untuk membayar utang dan sisanya untuk modal kerja, seperti biaya operasional.

Perseroan memperkirakan akan mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 27 Juni 2013. Sehingga masa penawaran umum akan berlangsung pada 1-2 Juli 2013, masa penjatahan pada 4 Juli 2013, perkiraan distribusi saham secara elektronik 5 Juli 2013 dan pencatatan saham diharapkan bisa dilakukan tanggal 8 Juli 2013.

"Prospek usaha di bidang TI saat ini sangat positif, terutama didorong banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi," tambah Harijono.

Di sepanjang 2012, Multipolar Technology meraih penjualan bersih Rp1,33 triliun atau meningkat dibandingkan 2011 sebesar Rp1 triliun. Beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp1,19 triliun dari Rp937,39 miliar.

Laba bruto meningkat menjadi Rp139,46 miliar dari Rp68,24 miliar. Sehingga laba bersihnya Rp28,50 miliar dari Rp3,41 miliar di periode setahun sebelumnya.

Sumber: www.ipotnews.com