Berita

18 June 2013, IPO, Multipolar Technology Sasar Rp187,5 Miliar

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) akan melepas kepemilikan saham kepada publik (initial public offering/IPO) sebesar 20 persen dari modal disetor atau sekitar 375 juta lembar saham dengan dana yang akan diraih sekitar Rp159,37 miliar-Rp187,5 miliar.

"Listing (pencatatan) saham di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 8 Juli 2013. Harga saham pada masa penawaran pada kisaran Rp400-Rp450 per lembar," kata Presiden Direktur MPLT Harijono Suwarno di sela Due Diligence dan Public Expose di Jakarta, Senin (17/6).

Dalam pelaksanaan IPO tersebut, MPLT menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) dengan proses penetapan harga yang dimulai 17-21 Juni 2013. Pihaknya optimistis penawaran umum saham perdana ini akan mendapat tanggapan positif dari calon investor, sejalan prospek bisnis perseroan yang didukung semakin meningkatnya kebutuhan pelanggan akan produk teknologi.

"Prospek usaha di bidang IT saat ini sangat positif terutama didorong banyaknya perusahaan yang melakukan transformasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi," ujarnya. Sektor telekomunikasi yang berkembang pesat tentu membutuhkan solusi IT untuk meningkatkan kapasitas layanan. Di sektor perbankan dengan adanya kecenderungan beralih ke consumer banking akan mendorong belanja IT untuk investasi baru.

Direktur Keuangan MPLT Anny Untar mengatakan dana hasil IPO yang akan diperoleh perusahaan  sebesar 28 persen atau sekitar Rp52,36
miliar akan dialokasikan untuk belanja modal dalam kurun waktu 2013-2014 yaitu pengembangan usaha antara lain pembelian gedung, inventaris kantor, dan aset seperti peralatan IT. Selanjutnya sebesar Rp46,5 miliar dialokasikan untuk membayar utang kepada pemegang saham yaitu PT Multipolar Tbk yang akan jatuh tempo 30 Desember 2013.

Selebihnya untuk modal kerja seperti biaya operasional berupa pembelian persediaan, gaji karyawan, biaya administrasi, biaya perluasan ruang kerja, biaya pemeliharaan kantor, pembayaran jasa konsultan, pengadaan peralatan kerja, dan biaya lain.

Sumber: www.metrotvnews.com