Berita

16 November 2016, Raih Sertifikasi Bergengsi, GTN Tatap Cerah Bisnis Data Center

IndoTelko, JAKARTA  – PT Graha Teknologi Nusantara (GTN), anak usaha PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang berfokus pada layanan pengoperasian dan pengelolaan data center, mengumumkan keberhasilan GTN Data Center dalam meraih sertifikasi ANSI/TIA-942:2014 Rated 3 yang pertama di Indonesia dari Enterprise Product Integration Pte Ltd (EPI).  

 

Sebagai proyek kerjasama dari tiga perusahaan besar yaitu PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), Mitsui & Co., Ltd. dan Mitsui Knowledge Industry Co., Ltd., GTN Data Center didukung teknologi maju berstandar internasional yang mengacu pada standar kualitas dan etos kerja bangsa Jepang yang tidak diragukan lagi keunggulannya.

 

Kesuksesan GTN Data Center meraih sertifikasi Rated 3 dari EPI yang merupakan lembaga sertifikasi standar kualitas data center di dunia ini, membuktikan keunggulan standar kualitas layanan GTN Data Center yang telah diakui secara internasional sehingga mampu bersaing dengan data center bertaraf internasional lainnya.

 

“Persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi berstandar internasional ternama ANSI/TIA-942 Rated 3 ini sangat ketat, yang berbeda dari standar lembaga komersial lainnya, dan kami bangga sekali GTN Data Center sukses meraih sertifikasi bergengsi ini,” jelas CEO Graha Teknologi Nusantara Richard Kartawijaya, kemarin.

 

“GTN Data Center telah menunjukkan fokus yang jelas untuk acuan standar kualitas data centernya dengan didasarkan pada ANSI/TIA-942, dan bukan menggunakan acuan dari organisasi komersial lainnya. Dengan diperolehnya sertifikasi Rated 3 ini, GTN Data Center masuk dalam jajaran data center yang mumpuni dan makin percaya diri bersaing sebagai data center terpilih yang terbaik di Indonesia,” ujar Chairman & CEO EPI Group of Companies Edward van Leent.  

 

Untuk penyediaan konektivitas, Graha Teknologi Nusantara memilih Epsilon, perusahaan swasta penyedia servis komunikasi global. GTN Data Center memanfaatkan layanan Epsilon Cloud Link Exchange (CloudLX), yaitu platform konektivitas lengkap yang memberikan pelanggan akses cepat ke infrastruktrur global, yang menghubungkan berbagai perusahaan di Indonesia hingga ke seluruh dunia.

 

"Indonesia memiliki salah satu pertumbuhan perekonomian digital tercepat dan ekonomi digital yang unik di dunia yang membutuhkan konektivitas berkualitas tinggi. Pelanggan GTN Data Center akan mendapatkan keuntungan dari kualitas layanan ini, yang akan memberikan pengalaman konektivitas dan komunikasi ke tingkat yang baru," kata CEO Epsilon Jerzy Szlosarek.

 

GTN Data Center saat ini juga tengah menyiapkan untuk sertifikasi Green Building dari Green Business Council Indonesia (GBC Indonesia), bagian dari World Green Building Council (WorldGBC) yang berpusat di Kanada.

 

Berdiri di atas tanah seluas 15.000 meter persegi, saat ini GTN Data Center telah siap dengan fasilitas tahap awal berupa bangunan dua lantai dengan kapasitas 2.000 rak server untuk memenuhi kebutuhan pengguna dari berbagai sektor industri.

 

Secara bertahap GTN Data Center akan dikembangkan hingga 40.000 meter persegi dengan lebih dari 20.000 rak, yang menjadikannya sebagai data center terbesar di Indonesia. Selain itu GTN Data Center memiliki sistem keamanan teruji dari SECOM, yang merupakan standar bagi sistem keamanan di Jepang. Bentuk teknologi hijau/ramah lingkungan yang diterapkan di GTN Data Center adalah cold aisle containment system (CACS).

 

Model ini merupakan suatu desain data center dengan tata ruang  untuk rak-rak server berbentuk lorong-lorong, di mana udara dingin dihembuskan secara kontinyu ke setiap lorong, untuk membuang panas yang dihasilkan dari kumpulan server tersebut. Tujuannya adalah untuk menghemat energi dan menurunkan biaya pendinginan.

 

Selain itu pemanfaatan water chilled cooling system mampu menghemat konsumsi listrik 10% hingga 15% lebih rendah dibandingkan dengan pendingin udara konvensional.

 

Selain kedua teknologi tersebut, GTN Data Center juga memanfaatkan DRUPS (Dynamic Rotary Uninterruptible Power Supply) yang bekerja tanpa menggunakan baterai sehingga menjamin bebas limbah beracun pada pengoperasiannya.

 

“Dengan perkembangan data di Indonesia yang begitu pesat, kami menargetkan akan menjual 100 rak sampai dengan akhir tahun ini,” ujar Richard.(wn)

 

 Raih Sertifikasi Bergengsi, GTN Tatap Cerah Bisnis Data Center