Berita

15 November 2016, Alasan Perusahaan Perlu Gunakan Layanan Data Center

BeritaSatu.com - Jakarta, Data center atau pusat data bagi sebuah perusahaan merupakan hal yang penting. Keberadaan layanan ini bisa melindungi data-data penting perusahaan dari kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Misalnya ketika terjadi gempa bumi di lokasi perusahaan tersebut yang membuat data-datanya tidak bisa terlindungi, hingga ancaman pencurian data.

CEO PT Graha Teknologi Nusantara (GTN), Richard Kartawijaya menyampaikan, setiap perusahaan perlu menggunakan layanan data center untuk melindungi data-data penting mereka. Apalagi, perusahaan memiliki berbagai keterbatasan untuk menjamin data-datanya bisa tetap aman.

"Dengan menggunakan layanan data center, perusahaan tidak perlu repot lagi memikirkan cadangan listrik maupun koneksi bandwidth-nya. Karena kalau ditaruh di kantor, apabila terjadi masalah misalnya listrik mati, itu bisa merusak bisnis perusahaan. Setop listrik dan bandwidth,sama saja dengan setop bisnis," ujar Richard Kartawijaya, di Jakarta, Selasa (15/11).

Beda halnya dengan data center. Biasanya penyedia layanan tersebut sudah memperhitungkan berbagai elemen yang bisa menjamin data perusahaan tetap aman, mulai dari lokasi data centeryang aman dari kemungkinan banjir atau gempa bumi, pasokan listrik, bandwidth, sampai sistem keamanan untuk mencegah pencurian data.

"Data center merupakan fondasi dari TI. Bila data center down atau ada kendala lainnya seperti mati listrik, hal tersebut bisa mengakibatkan revenue cost per jam hilang hingga jutaan dolar," tambah Moses Huwae selaku Sales Manager Enterprise Product Integration Pte Ltd (EPI), yang merupakan lembaga sertifikasi standar kualitas data center.

Di Indonesia sendiri ada beberapa lokasi data center, salah satunya GTN Data Center yang baru saja menerima sertifikasi berstandar internasional ANSI/TIA-942:2014 Rated 3 yang pertama di Indonesia dari EPI. GTN Data Center merupakan proyek kerjasama antar PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), Mitsui & Co., Ltd, dan Mitsui Knowledge Industry Co., Ltd.



Herman/FER

BeritaSatu.com